Indonesia Tawarkan Investasi Data Center ke China, Potensi USD 3,48 Miliar

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Indonesia Tawarkan Investasi Data Center ke China, Potensi USD 3,48 Miliar

Sudah masuk dalam undang-undang. (Foto: Unsplash/Thomas Jensen)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melansir, realisasi investasi China sepanjang 2021 hingga semester I 2026 mencapai 38,34 miliar dolar AS dan menciptakan lebih dari 500 ribu lapangan kerja di Indonesia.

Kini, BKPM menawarkan peluang investasi pusat data (data center) di Indonesia kepada investor China dalam forum bisnis Indonesia-China Partnership Forum di Jakarta, Kamis.

Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Andi Maulana mengatakan perkembangan data center menjadi salah satu peluang investasi yang menjanjikan karena didukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang termasuk tercepat di Asia Tenggara.

Perkembangan data center atau pusat data menjadi salah satu peluang investasi yang sangat menjanjikan,

kata Andi dalam forum bisnis yang dihadiri oleh perwakilan dari 27 perusahaan China itu.

Baca juga:

Danantara Teliti Proyek Hilirisasi dan Data Center, Bakal Fokus pada Nilai Tambah

Berdasarkan paparan BKPM yang mengutip Mordor Intelligence, nilai pasar data center Indonesia mencapai sekitar 1,44 miliar dolar AS pada 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi 1,83 miliar dolar AS pada 2026.

Nilai tersebut diproyeksikan terus tumbuh menjadi 3,48 miliar dolar AS pada 2031 dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 13,71 persen.

Sementara itu, nilai pasar data center global diperkirakan meningkat dari 386,71 miliar dolar AS pada 2025 menjadi 684,39 miliar dolar AS pada 2031.

Prospek tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan memiliki nilai gross merchandise value (GMV) sebesar 180 miliar dolar AS hingga 340 miliar dolar AS pada 2030.

Ekonomi digital tidak lagi sekadar menjadi sektor pendukung, melainkan telah berkembang menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional yang mendorong transformasi di berbagai sektor.

“Sebagai salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, Indonesia didukung oleh populasi muda yang berorientasi pada mobile first, akses internet yang semakin luas, serta kebijakan pemerintah yang pro-inovasi,” ujarnya. (*)

#Investasi #China #BKPM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Fun
Dikecam China, Pembuat Hello Kitty Cut-Off Drama Mata-Mata Jepang
Pemutusan hubungan itu terjadi setelah kontroversi yang memicu kecaman luas di China.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Dikecam China, Pembuat Hello Kitty Cut-Off Drama Mata-Mata Jepang
Olahraga
Kylian Mbappe Minta Maaf soal China, Kementerian Luar Negeri Beri Respons Singkat
Kylian Mbappe meminta maaf atas komentar kontroversial tentang Mao Zedong yang memicu kemarahan publik China. Simak respons Kementerian Luar Negeri China
Frengky Aruan - Rabu, 28 Oktober 2026
Kylian Mbappe Minta Maaf soal China, Kementerian Luar Negeri Beri Respons Singkat
Indonesia
Pemerintah Dorong Pembanguna Pusat Data Nasional 11 Gigawatt Demi Ekonomi Digital
Rencana tersebut turut didukung program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt-peak (GWp).
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Pemerintah Dorong Pembanguna Pusat Data Nasional 11 Gigawatt Demi Ekonomi Digital
Indonesia
Danantara Siapkan Opsi Beli Pabrik Tekstil Buat Serap Tenaga Kerja
Pengembangan industri tekstil nantinya tidak hanya berfokus pada produksi barang jadi, tetapi juga mencakup penguatan kegiatan industri di sektor hulu dan antara.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Danantara Siapkan Opsi Beli Pabrik Tekstil Buat Serap Tenaga Kerja
Indonesia
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
pemerintah telah meningkatkan respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat (23/10).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
Indonesia
Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, China Aktifkan Respons Darurat Level II
Peringatan oranye menandakan kemungkinan kerusakan signifikan dengan dampak yang dapat meluas. USGS memperkirakan kerugian ekonomi kurang dari satu persen produk domestik bruto (PDB) China.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, China Aktifkan Respons Darurat Level II
Kuliner
Starbucks China Terapkan Kebijakan Baru, Pesanan Dulu Baru Dapat Tempat Duduk
Starbucks China menyatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pengalaman di dalam toko bagi para pelanggan.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
 Starbucks China Terapkan Kebijakan Baru, Pesanan Dulu Baru Dapat Tempat Duduk
Indonesia
Investasi di Era Prabowo Tembus Rp 3.923 Triliun, Bamsoet Ingatkan agar Rakyat Ikut Sejahtera
Besarnya nilai investasi tidak serta-merta menjamin masyarakat memperoleh pekerjaan layak dan pendapatan yang memadai.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Investasi di Era Prabowo Tembus Rp 3.923 Triliun, Bamsoet Ingatkan agar Rakyat Ikut Sejahtera
Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Indonesia
Singapura Masih Jadi Investor Asing Terbesar Indonesia, USD 14 Miliar Sampai September 2026
Penanaman modal asing (PMA) tercatat memberikan kontribusi sebesar Rp 777,8 triliun atau 50,5 persen
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Singapura Masih Jadi Investor Asing Terbesar Indonesia, USD 14 Miliar Sampai September 2026
Bagikan