Google Tak Lagi Jadi Search Engine Utama Android di Eropa, Kenapa?

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Minggu, 12 Januari 2020
Google Tak Lagi Jadi Search Engine Utama Android di Eropa, Kenapa?

Google tak lagi menjadi search engine utama di eropa (Foto: pixabay/photomix-company)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KABAR menghebohkan datang dari layanan pencarian Google. Di Eropa, Google tak akan lagi menjadi mesin pencarian utama di Android.

Selain harus membayar denda senilai USD$5 miliar, Google pun diminta untuk menyediakan mesin pencari alternatif bagi pengguna OS Android. Aturan tersebut berlaku di Uni Eropa.

Google pun diminta untuk menyediakan mesin pencari alternatif bagi pengguna OS Android (Foto: pixabay/jay88ld0)

Baca Juga:

Bye Windows 7! Akankah Apple Semakin Jauh Melesat?

Dilansir dari laman Gizchine, Google akan diminta untuk memunculkan empat pilihan mesin mencarian, mulai tanggal 1 Maret 2020 nanti. Pilihannya, DuckDuckGo, Bing, Yahoo, dan Google.

Aturan tersebut kabarnya buntut dari tudingan Komisi Uni Eropa, menganggap Google melakukan praktik monopoli search engine dengan dengan sorotan pada sejumlah aspek.

Salah satu poin masalah itu, Google telah sengaja menjadikan Google Search sebagai mesin pencarian default di setiap ponsel berbasis sistem operasi Android.

Baca Juga:

Google Diminta Singkirkan Aplikasi Android yang Tak Berguna

Keputusan google tak bisa lagi jadi search engine utama di Android, diambil usai penyelidikan selama 39 bulan (Foto: pixabay/terovesalainen)

Seperti dilansir The Guardian, Keputusan tersebut merupakan hasil dari penyelidikan selama 39 bulan oleh otoritas persaingan bisnis Komisi Uni Eropa terkait sistem operasi Android Google.

Komisi Uni Eropa menuduh Google sudah melakukan monopoli terhadap tiga aspek. Pertama, Google dengan sengaja men-default Google Search pada smartphone Android.

Kedua, Google membuat sejumlah produsen smartphone hanya bisa menggunakan sistem operasi Android. Tidak ada pilihan lain.

Ketiga, Google sudah menghilangkan hak konsumen dalam memilih dan memberikan insentif keuangan kepada produsen smartphone, serta operator seluler, agar mereka membuat konsumen hanya melakukan pra-instalasi Google Search, untuk fitur mesin pencari pada smartphone. (Ryn)

Baca Juga:

ByteDance Bantah Rumor TikTok Ingin Dijual Karena Tekanan AS

#Android #Google #Uni Eropa
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Dunia
Tidak Percaya Komitmen Putin, Uni Eropa Sepakat Perkuat Pertahanan di Ukraina
Negara anggota UE akan berbagi risiko secara kolektif terkait eskalasi konflik Rusia-Ukraina
Wisnu Cipto - Selasa, 02 Desember 2025
Tidak Percaya Komitmen Putin, Uni Eropa Sepakat Perkuat Pertahanan di Ukraina
Indonesia
Makin Ketat, Melancong Ke Eropa Data Harus Dikirim Sebelum Tiba
Tercatat, 593 juta penyeberangan perbatasan luar UE tercatat pada 2022, yang memberikan tekanan pada otoritas perbatasan dan menyebabkan antrean panjang bagi para pelancong
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 November 2025
 Makin Ketat, Melancong Ke Eropa Data Harus Dikirim Sebelum Tiba
Dunia
Ekor Patah Masih Nekat Terbang, Helikopter Pabrik Elektronik Penyuplai Militer Rusia Jatuh Tewaskan 5 Orang
Pabrik Elektromekanis Kizlyar dijatuhi sanksi Uni Eropa pada 2024 karena memproduksi peralatan pesawat untuk militer Rusia dalam konflik dengan Ukraina.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 November 2025
 Ekor Patah Masih Nekat Terbang, Helikopter Pabrik Elektronik Penyuplai Militer Rusia Jatuh Tewaskan 5 Orang
Fun
Google Pixel 10 Pro Fold Nyaris Meledak saat Uji Daya Tahan, Jadi HP Lipat Paling Lemah?
Google Pixel 10 Pro Fold nyaris meledak ketika menjalani uji daya tahan. Pengujian itu dilakukan oleh YouTuber bernama JerryRigEverything.
Soffi Amira - Rabu, 15 Oktober 2025
Google Pixel 10 Pro Fold Nyaris Meledak saat Uji Daya Tahan, Jadi HP Lipat Paling Lemah?
Indonesia
Dewan Badan Banding WTO Mati Suri, RI Minta Uni Eropa Patuhi Putusan Sengketa Biodiesel
Badan Banding WTO saat ini tidak berfungsi akibat blokade Amerika Serikat terhadap pengisian keanggotaan, sehingga tidak ada kuorum minimum untuk memproses kasus banding.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Oktober 2025
Dewan Badan Banding WTO Mati Suri, RI Minta Uni Eropa Patuhi Putusan Sengketa Biodiesel
Indonesia
Ribuan Produk Indonesia Bebas Tarif Uni Eropa, Hampir Semua Nol Persen
Rentang waktu pemberlakuan tersebut bisa berubah, terutama saat dilakukan review setelah implementasi berlangsung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 September 2025
Ribuan Produk Indonesia Bebas Tarif Uni Eropa, Hampir Semua Nol Persen
Indonesia
Ada Perjanjian IEU-CEPA, Anak Muda Indonesia Berpeluang Besar Kerja di Uni Eropa
Pemerintah bisa membantu dari sisi pelatihan untuk calon pekerja migran, mulai dari belajar bahasa asing gratis, hingga peningkatan kemampuan di bidang tenaga kesehatan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 26 September 2025
Ada Perjanjian IEU-CEPA, Anak Muda Indonesia Berpeluang Besar Kerja di Uni Eropa
Dunia
Gempa Afghanistan, Uni Eropa Nyatakan akan Kirim Bantuan meskiJaga Jarak dari Taliban
Pihak EU mengatakan akan mengirim 130 ton pasokan darurat dan membuka dana sebesar 1 juta euro untuk membantu para korban gempa mematikan yang melanda Afghanistan.
Dwi Astarini - Selasa, 02 September 2025
Gempa Afghanistan, Uni Eropa Nyatakan akan Kirim Bantuan meskiJaga Jarak dari Taliban
Fun
Kebocoran Data Gmail dan Cara Melindungi Akun dari Serangan Phishing
Google baru-baru ini mengeluarkan peringatan penting bagi sekitar 2,5 miliar pengguna Gmail di seluruh dunia terkait serangan siber
ImanK - Sabtu, 30 Agustus 2025
Kebocoran Data Gmail dan Cara Melindungi Akun dari Serangan Phishing
Indonesia
Indonesia Menang Sengketa Biodiesel Lawan Uni Eropa
Sengketa perdagangan terkait penerapan bea imbalan/countervailing duties terhadap impor produk biodiesel dari Indonesia, atau dikenal dengan Sengketa DS618.
Wisnu Cipto - Senin, 25 Agustus 2025
Indonesia Menang Sengketa Biodiesel Lawan Uni Eropa
Bagikan