Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kebocoran Data Gmail dan Cara Melindungi Akun dari Serangan Phishing

ImanKImanK - Sabtu, 30 Agustus 2025
Kebocoran Data Gmail dan Cara Melindungi Akun dari Serangan Phishing

Ilustrasi gmail. foto ist

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Google baru-baru ini mengeluarkan peringatan penting bagi sekitar 2,5 miliar pengguna Gmail di seluruh dunia. Perusahaan ini mengungkapkan bahwa ada gelombang serangan siber yang semakin meningkat, yang berhasil mengeksploitasi akun-akun email melalui serangan dengan menggunakan password yang lemah.

Google mendesak penggunanya untuk segera memperbarui kata sandi dan memperkuat pengaturan keamanan akun mereka untuk menghindari potensi peretasan.

Kebocoran Data Gmail

Kenapa Pengguna Gmail Harus Waspada Sekarang?

Hacker kini semakin canggih dalam menyusup ke akun Gmail. Salah satu metode yang umum digunakan adalah phishing, di mana pelaku mengirimkan email berisi tautan yang mengarahkan korban ke halaman masuk palsu, atau dengan menipu korban untuk membocorkan kode otentikasi dua faktor (2FA).

Baca juga:

Rumah Sahroni Digeruduk Massa dan Dijarah, Alamat Sempat Viral di Media Sosial

Google memperingatkan penggunanya untuk lebih waspada terhadap aktivitas mencurigakan dan segera mengambil langkah-langkah pengamanan tambahan.

Meskipun sebagian besar pengguna sudah menggunakan kata sandi yang kuat dan unik, data dari Google menunjukkan bahwa hanya sekitar sepertiga pengguna yang secara teratur memperbarui kata sandinya. Hal ini membuat banyak akun rentan terhadap serangan, terutama ketika hacker terus mengembangkan teknik mereka.

Serangan Sosial Engineering

Peningkatan serangan terhadap pengguna Gmail ini diduga terkait dengan kelompok peretas terkenal, ShinyHunters. Kelompok ini dikenal atas sejumlah pelanggaran data besar, termasuk serangan terhadap perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, AT&T, dan Ticketmaster.

Kali ini, mereka menggunakan social engineering atau rekayasa sosial, yaitu dengan menyamar sebagai staf dukungan TI untuk memanipulasi korban agar memberikan kredensial atau kode 2FA mereka.

Google pertama kali mendeteksi tanda-tanda serangan ini pada bulan Juni, dan pada bulan Agustus, mereka mengonfirmasi bahwa beberapa peretasan berhasil dilakukan menggunakan kata sandi yang sudah dibobol.

Baca juga:

Cara Daftar Bantuan UMKM TKM Pemula dan Padat Karya 2025 di Bizhub Kemnaker

Dampak dari Kebocoran Data Salesforce

Tidak hanya itu, sebuah kebocoran data besar yang melibatkan platform cloud Salesforce juga semakin meningkatkan kerentanannya. Kebocoran ini mengekspos data-data yang umumnya bersifat publik, seperti informasi kontak untuk bisnis kecil dan menengah.

Meskipun data yang terungkap tidak tergolong sensitif, Google memperingatkan bahwa data tersebut bisa digunakan untuk serangan lebih besar lagi.

Kelompok ShinyHunters yang dikenal aktif dalam memanfaatkan kebocoran data ini, dikabarkan sedang merencanakan untuk meluncurkan data leak site (DLS) untuk memperbesar tekanan pada para korban, termasuk mereka yang terkena dampak kebocoran data Salesforce.

AI
Cara Melindungi Akun Gmail

Google menyarankan agar pengguna Gmail mengambil langkah-langkah berikut untuk memperkuat keamanan akun mereka dan mencegah serangan siber lebih lanjut:

Baca juga:

Ramalan Zodiak Hari Ini, 29 Agustus 2025: Karier dan Cinta, Mana yang Harus Waspada?

  1. Perbarui Kata Sandi Secara Berkala: Pengguna sebaiknya membuat kata sandi yang kuat dan unik, serta memperbarui kata sandi secara teratur. Data Google menunjukkan bahwa meskipun banyak pengguna sudah memiliki kata sandi yang kuat, hanya sepertiga yang menggantinya secara rutin.

  2. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA): Mengaktifkan 2FA adalah langkah paling efektif untuk menambah lapisan perlindungan ekstra pada akun Gmail Anda. Meskipun kata sandi Anda kuat, 2FA akan memberikan perlindungan tambahan dari peretasan.

  3. Waspadai Serangan Phishing: Selalu berhati-hati terhadap email mencurigakan, terutama yang meminta informasi pribadi atau mengandung tautan mencurigakan. Jangan pernah memberikan kode otentikasi atau kredensial login Anda kepada pihak yang tidak jelas.

  4. Pantau Aktivitas Akun Secara Teratur: Selalu periksa aktivitas akun Gmail Anda untuk memastikan tidak ada login atau perubahan yang tidak dikenali. Google juga mengirimkan pemberitahuan kepada pengguna jika ada aktivitas mencurigakan yang terdeteksi.

  5. Gunakan Alat Keamanan dari Google: Manfaatkan alat keamanan yang disediakan Google, seperti Security Checkup, untuk memeriksa dan memperbaiki potensi celah di akun Anda.

Mengenal ShinyHunters: Kelompok Peretas Terkenal

ShinyHunters adalah kelompok peretas yang terkenal sejak pertama kali muncul pada 2020, dan telah terlibat dalam sejumlah pelanggaran data besar.

Nama mereka berasal dari karakter Pokémon, dan mereka dikenal karena melakukan serangan besar-besaran dan memanfaatkan data yang dicuri untuk berbagai tujuan.

Baca juga:

29 Agustus Memperingati Hari Apa? DPR RI Ulang Tahun!

Selain menjual data yang dicuri di forum bawah tanah, ShinyHunters juga sering terlibat dalam pemerasan, mengancam akan merilis data sensitif kecuali perusahaan memenuhi tuntutan mereka.

Mereka juga terkenal dengan cara melelang basis data yang diretas di dark web, yang dapat dibeli dan disalahgunakan oleh penjahat siber lainnya.

Dengan lebih dari 2,5 miliar pengguna aktif, Gmail adalah salah satu platform email terbesar dan paling banyak digunakan di dunia. Oleh karena itu, penting bagi setiap pengguna untuk menjaga keamanan akun mereka agar tidak menjadi korban serangan siber yang bisa menyebabkan kerugian besar.

Melalui pembaruan kata sandi secara teratur, penggunaan autentikasi dua faktor, dan kewaspadaan terhadap potensi serangan phishing, Anda dapat menjaga akun Gmail Anda tetap aman dari ancaman yang semakin berkembang.

#ShinyHunters #Kebocoran Data #Google #Gmail #Serangan Siber
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ingat! Hal Ini Yang Tidak Ada Tergantikan Oleh AI
AI pada dasarnya bekerja berdasarkan data dan instruksi yang diberikan manusia sehingga cenderung hanya mampu bereaksi terhadap apa yang dipelajarinya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Ingat! Hal Ini Yang Tidak Ada Tergantikan Oleh AI
Lifestyle
Indonesia Masuk Wilayah Tercepat Penggunaan Gemini, Prompt Gunakan Bahasa Lokal
Laporan menunjukkan 75 persen permintaan kepada Gemini di kawasan berasal dari perangkat seluler. Lebih dari 40 persen perintah telah menggunakan masukan multimodal berupa suara, foto, atau video
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Indonesia Masuk Wilayah Tercepat Penggunaan Gemini, Prompt Gunakan Bahasa Lokal
Indonesia
Pemotor Wanita Tanpa SIM Nekat Terobos Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Google Maps Makan Korban Lagi
Beruntung, kesigapan petugas Kepolisian didukung tim layanan jalan tol berhasil menghentikan laju kendaraan sebelum fatalitas kecelakaan terjadi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
Pemotor Wanita Tanpa SIM Nekat Terobos Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Google Maps Makan Korban Lagi
Tekno
Android 17: Transfer Data iPhone Kini Lebih Mudah
Android 17 hadir dengan fitur transfer data iPhone tanpa kabel, AI Gemini Intelligence, keamanan lebih ketat, multitasking canggih, dan dukungan HyperOS 4 untuk sejumlah HP Xiaomi
ImanK - Jumat, 19 Juni 2026
Android 17: Transfer Data iPhone Kini Lebih Mudah
Indonesia
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan
Google menyatakan bersedia bekerja sama dengan regulator, namun menganggap banyak tuntutan tersebut justru kontraproduktif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan
Fashion
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Google Photos akan menghadirkan fitur AI 'Wardrobe' yang mampu mengubah foto menjadi lemari pakaian digital. Bisa mix & match outfit hingga try-on virtual.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Indonesia
Bandel Google Abaikan PP Tunas Terancam Pada Penutupan Akses
Mengikuti prosedur dalam regulasi tersebut, Google mendapat sanksi berupa teguran melalui surat dari Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 10 April 2026
Bandel Google Abaikan PP Tunas Terancam Pada Penutupan Akses
Indonesia
YouTube Tetap Bandel Langgar PP Tunas, Google Kena Rapor Merah dan Surat Teguran
Pemerintah Indonesia menjatuhkan rapor merah dan sanksi kepada Google sebagai pemilik YouTube karena dinilai tidak menunjukkan iktikad untuk batas usia minimal pengakses 16 tahun yang diatur dalam PP Tunas.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
YouTube Tetap Bandel Langgar PP Tunas, Google Kena Rapor Merah dan Surat Teguran
Indonesia
Langgar PP Tunas, Meta dan Google Dicecar 29 Pertanyaan Saat Diperiksa Komdigi
Meta dan Google belum memenuhi kewajiban membatasi akses anak16 tahun ke bawah di Indonesia
Wisnu Cipto - Selasa, 07 April 2026
Langgar PP Tunas, Meta dan Google Dicecar 29 Pertanyaan Saat Diperiksa Komdigi
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Berikan Sanksi Tegas ke Meta, Konten Judol Masih Banyak Ditemukan
Komisi I DPR meminta pemerintah menjatuhkan sanksi kepada Meta. Sebab, tingkat kepatuhan pemberantasan judol dinilai masih rendah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
DPR Minta Pemerintah Berikan Sanksi Tegas ke Meta, Konten Judol Masih Banyak Ditemukan
Bagikan