Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan

Google minta peta presisi tinggi kepada pemerintah Korsel.(Foto: Unsplash/Pawel Czerwinski)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Uni Eropa telah menerapkan Digital Markets Act (DMA), yang tujuannya untuk membatasi dominasi platform digital terbesar dan menetapkan kewajiban khusus bagi perusahaan yang memiliki posisi dominan di pasar.

Selain itu, Uni Eropa tengah mempersiapkan denda dalam jumlah besar terhadap Google atas dugaan pelanggaran aturan tersebut, Penyelidikan terhadap raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu telah memasuki tahap akhir.

Laporan surat kabar Jerman Handelsblatt mengutip sejumlah sumber di Komisi Eropa menegaskan, besaran denda tersebut belum diumumkan secara resmi.

Disebutkan bahwa jumlah sanksi dihitung berdasarkan omzet perusahaan. Menurut surat kabar tersebut, para pejabat Uni Eropa ingin menjatuhkan denda beberapa ratus juta euro. Tahun lalu, Google mencatat pendapatan rekor sekitar 400 miliar dolar AS atau Rp7.115 triliun).

Baca juga:

Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit

Komisi Eropa memiliki kewenangan untuk menjatuhkan denda hingga 10 persen dari total omzet tahunan global perusahaan.

Namun, menurut sumber tersebut, jumlah denda terhadap Google diperkirakan jauh lebih rendah dari batas maksimum karena perusahaan itu telah membuat sejumlah konsesi.

Brussel menuduh Google dan perusahaan induknya, Alphabet, mempromosikan layanan mereka sendiri dalam hasil pencarian sehingga merugikan pesaing.

Secara khusus, keluhan tersebut berkaitan dengan tampilan layanan Google Flights dan AI Overview, yakni ringkasan hasil pencarian berbasis kecerdasan buatan yang dihasilkan sistem Gemini.

Setelah adanya tuntutan dari Uni Eropa, perusahaan itu mulai menampilkan layanan pesaing pada posisi yang lebih menonjol. Namun, Komisi Eropa menilai konsesi tersebut masih belum memadai, terutama terkait layanan AI Overview.

Brussel menilai Google memanfaatkan posisi dominannya sebagai mesin pencari untuk mempromosikan produk kecerdasan buatannya sendiri sehingga mengganggu persaingan usaha, tulis surat kabar tersebut.

Di sisi lain, Google menyatakan bersedia bekerja sama dengan regulator, namun menganggap banyak tuntutan tersebut justru kontraproduktif.

Perusahaan itu menilai perubahan yang telah dilakukan malah memperburuk pengalaman pengguna di Eropa.

Surat kabar itu juga menyebut kemungkinan denda tersebut dapat meningkatkan ketegangan hubungan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump telah mengkritik sanksi Uni Eropa terhadap perusahaan teknologi Amerika dan menyebutnya sebagai bentuk hambatan perdagangan. (*)

#Google #Uni Eropa #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Jurnalis yang lebih banyak menulis terkait ekonomi makro dan juga pendamping petani.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Serangan AS Dalam 2 Hari ke Iran Tewaskan 14 Orang dan Melukai 78 Lainnya
Eskalasi dimulai setelah Amerika Serikat menuduh Iran menyerang tiga kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Serangan AS Dalam 2 Hari ke Iran Tewaskan 14 Orang dan Melukai 78 Lainnya
Olahraga
NOC Indonesia Pelajari Ekosistem Olahraga AS, Siapkan Model Pembinaan Atlet Berkelanjutan
NOC Indonesia memanfaatkan program IVLP di Amerika Serikat untuk mempelajari sistem pembinaan atlet dan tata kelola olahraga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Juli 2026
NOC Indonesia Pelajari Ekosistem Olahraga AS, Siapkan Model Pembinaan Atlet Berkelanjutan
Olahraga
Spanyol Tantangan Selanjutnya Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026
Belgia menang telak 4-1 atas tuan rumah AS di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Charles De Ketelaere cetak dua gol, Lukaku tutup pesta. Belgia akan menghadapi Spanyol di perempat final.
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Juli 2026
Spanyol Tantangan Selanjutnya Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026
Olahraga
Amerika Serikat Jadi Pecundang di Rumah Sendiri, Belgia Mengamuk Cetak Empat Gol Menuju Perempat Final
Memasuki paruh kedua, masuknya Giovanni Reyna sempat menghidupkan kreativitas serangan anak asuh berjuluk The Stars & Stripes
Angga Yudha Pratama - Selasa, 07 Juli 2026
Amerika Serikat Jadi Pecundang di Rumah Sendiri, Belgia Mengamuk Cetak Empat Gol Menuju Perempat Final
Indonesia
Puluhan Orang Meninggal Akibat Gelombang Panas di Amerika Serika, Ratusan Orang Masuk UGD
Di New York, tercatat lebih dari 378 orang telah mendatangi instalasi gawat darurat (IGD) karena keluhan penyakit terkait gelombang panas
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Puluhan Orang Meninggal Akibat Gelombang Panas di Amerika Serika, Ratusan Orang Masuk UGD
Olahraga
Amerika Serikat vs Belgia: Head to Head, Prediksi Pemenang dan Prakiraan Pemain
Absennya Folarin Balogun menjadi pukulan telak mengingat kontribusi masif sepanjang turnamen berlangsung
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 Juli 2026
Amerika Serikat vs Belgia: Head to Head, Prediksi Pemenang dan Prakiraan Pemain
Olahraga
Jadwal Piala Dunia 2026 Babak 16 Besar 5-8 Juli: Semua Laga dan Link Streaming Resmi Gratis
Jadwal lengkap Piala Dunia 2026 babak 16 besar 5, 6, 7, 8 Juli 2026, lengkap jam tayang, duel Brasil, Inggris, Spanyol, Argentina dan link streaming resmi.
ImanK - Sabtu, 04 Juli 2026
Jadwal Piala Dunia 2026 Babak 16 Besar 5-8 Juli: Semua Laga dan Link Streaming Resmi Gratis
Olahraga
Link Live Streaming Amerika Serikat vs Bosnia Piala Dunia 2026, Simak Jadwal dan Prediksinya
Link live streaming Amerika Serikat vs Bosnia Piala Dunia 2026. Simak jadwal, prediksi, dan siaran resmi TVRI, Folaplay, dan MaxStream TV.
ImanK - Rabu, 01 Juli 2026
Link Live Streaming Amerika Serikat vs Bosnia Piala Dunia 2026, Simak Jadwal dan Prediksinya
Dunia
Gelombang Panas Menyapu AS Akhir Pekan ini, Jadwal Piala Dunia Berpotensi Terpengaruh
Serikat pemain sepak bola dunia, FIFPRO, menyebut ambang batas itu sudah tidak lagi aman untuk pertandingan.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Gelombang Panas Menyapu AS Akhir Pekan ini, Jadwal Piala Dunia Berpotensi Terpengaruh
Dunia
Gelombang Panas Diprakirakan Melanda AS di Akhir Pekan Libur Nasional
Para ahli cuaca memperkirakan gelombang panas akan membawa suhu siang yang sangat tinggi, kelembapan udara tinggi, serta suhu malam yang tetap menyengat.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
  Gelombang Panas Diprakirakan Melanda AS di Akhir Pekan Libur Nasional
Bagikan