Makin Ketat, Melancong Ke Eropa Data Harus Dikirim Sebelum Tiba

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 November 2025
 Makin Ketat, Melancong Ke Eropa Data Harus Dikirim Sebelum Tiba

Bendera Uni Eropa. (Antaranews/Wikimedia Commons)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Negara-negara anggota Uni Eropa (UE) menyetujui mandat negosiasi Dewan UE terkait peraturan yang akan menghadirkan aplikasi perjalanan digital.

Kewajiban mengisi aplikasi ini memungkinkan pelancong mengirim data perjalanan sebelum tiba di perbatasan luar.

Aplikasi perjalanan digital ini diklaim bertujuan untuk meringankan beban tersebut dengan menyederhanakan prosedur dan meningkatkan pemeriksaan keaslian dokumen.

Peraturan tersebut, yang disetujui oleh perwakilan negara-negara anggota di Coreper, menetapkan aturan untuk pembuatan bukti identitas perjalanan digital secara sukarela dan penggunaannya saat melintasi perbatasan luar UE, menurut sebuah pernyataan.

Baca juga:

Daftar 16 Negara Eropa Harus Berduel Hidup-Mati di Babak Play-off Piala Dunia, Ada Italia

Para pelancong akan dapat memberikan informasi perjalanan mereka secara digital terlebih dulu, yang memungkinkan penjaga perbatasan untuk memverifikasi dokumen perjalanan dari jarak jauh dan menjalankan pemeriksaan terhadap basis data perbatasan, kepolisian, dan migrasi sebelum kedatangan.

Pejabat UE mengatakan hal itu akan mempersingkat waktu tunggu dan memperkuat pemeriksaan keamanan di perlintasan perbatasan.

Sistem digital itu akan mencakup aplikasi seluler, layanan validasi backend, dan router pelancong, eu-LISA. Melalui komponen seluler, warga negara UE dan warga negara ketiga akan dapat membuat salinan digital dari data yang tersimpan di paspor atau kartu identitas mereka, meskipun partisipasinya tetap bersifat opsional.

Sistem backend akan memverifikasi chip dokumen perjalanan secara elektronik untuk memastikan versi digitalnya sesuai dengan dokumen asli. Router pelancong akan memungkinkan pengguna untuk membagikan bukti identitas digital mereka dengan otoritas perbatasan secara aman.

Pelancong yang menggunakan aplikasi itu akan dapat mengirimkan dokumen mereka terlebih dulu sebelum perjalanan, sehingga petugas perbatasan dapat memfokuskan sumber daya pada kasus-kasus yang ditandai mencurigakan.

Dewan mengatakan aplikasi itu juga akan mendukung sistem manajemen perbatasan UE yang ada. Pelancong seharusnya dapat menggunakan bukti identitas digital mereka saat mengirimkan informasi terlebih dulu ke Sistem Masuk/Keluar, yang mulai beroperasi pada Oktober 2025.

Setelah ETIAS (Sistem Informasi dan Otorisasi Perjalanan Eropa) diluncurkan pada 2026, warga negara non-UE juga akan dapat mengandalkan bukti identitas digital tersebut saat mengajukan otorisasi perjalanan atau visa.

Dengan diadopsinya posisi tersebut, presidensi dewan kini siap untuk memulai perundingan dengan Parlemen Eropa setelah anggota Parlemen Eropa menyepakati sikap negosiasi mereka.

Tercatat, 593 juta penyeberangan perbatasan luar UE tercatat pada 2022, yang memberikan tekanan pada otoritas perbatasan dan menyebabkan antrean panjang bagi para pelancong. (*)

#Eropa #Uni Eropa #Pariwisata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Olahraga
Hasil Lengkap Undian Liga Champions 2026/27 Siapa Lawan Siapa, 32 Klub Elit Eropa Saling Bunuh!
Hasil undian Liga Champions 2026/27 menghadirkan duel panas sejak fase liga. Simak jadwal lengkap siapa lawan yang dihadapi setiap klub.
Wisnu Cipto - Jumat, 28 Agustus 2026
Hasil Lengkap Undian Liga Champions 2026/27 Siapa Lawan Siapa, 32 Klub Elit Eropa Saling Bunuh!
Dunia
Sungai Danube Mengering, Puluhan Kapal Perang Nazi Muncul Kembali
Kapal-kapal tersebut sengaja ditenggelamkan pasukan Jerman pada 1944 untuk mencegahnya jatuh ke tangan Tentara Merah yang terus bergerak maju.
Dwi Astarini - Minggu, 23 Agustus 2026
Sungai Danube Mengering, Puluhan Kapal Perang Nazi Muncul Kembali
Dunia
Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor
Bersama jasad mereka, ditemukan pula tanda identitas kedua tentara, sebuah sepeda motor Wehrmacht milik Angkatan Darat Jerman yang sebagian besar masih utuh.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor
Indonesia
Jerman Bakal Lebih Ketat Terapkan Aturan Perpindahan Migran Antar Negara Anggota Uni Eropa
Berdasarkan peraturan Dublin, permohonan suaka dari migran non-Uni Eropa yang masuk ke wilayah Uni Eropa pada prinsipnya harus diproses di negara Uni Eropa pertama yang menjadi tempat masuk mereka.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Jerman Bakal Lebih Ketat Terapkan Aturan Perpindahan Migran Antar Negara Anggota Uni Eropa
Indonesia
Ribuan Imigran Menyebrang ke Kota Otonom Spanyol Ceuta di Afrika Utara
ota Ceuta mengalami lonjakan tajam kedatangan jumlah migran dari Maroko yang berusaha memasuki kota otonom Spanyol yang terletak di Afrika Utara itu dengan berenang maupun berjalan kaki.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Ribuan Imigran Menyebrang ke Kota Otonom Spanyol Ceuta di Afrika Utara
Indonesia
Nusantara Explorer Hadir atas Perintah Presiden Prabowo
Nusantara Explorer jadi bagian dari upaya memperkuat pariwisata nasional melalui moda transportasi berbasis rel.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Nusantara Explorer Hadir atas Perintah Presiden Prabowo
Indonesia
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Sebagai daerah wisata yang salah satunya mendorong wisata olahraga ia mempersilahkan aktivitas lari yang tidak mengganggu dilakukan seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Indonesia
Kekeringan Parah Landa Eropa, Penggunaan Air Mulai Dibatasi dan Dilarang Isi Kolam Renang
Warga dilarang mengisi atau mengoperasikan kolam renang pribadi. Larangan itu juga mencakup air mancur pribadi, fasilitas bermain air, dan fasilitas pribadi serupa lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Kekeringan Parah Landa Eropa, Penggunaan Air Mulai Dibatasi dan Dilarang Isi Kolam Renang
Indonesia
5 Hal Yang Bikin Orang Asing Berwisata di Indonesia
Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran yang meraih penghargaan Best Tourism Village dari UN Tourism pada 2023 harus terus dijaga melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
5 Hal Yang Bikin Orang Asing Berwisata di Indonesia
Indonesia
Gelombang Panas Tewaskan Ribuan Orang, Nasib Keselamatan WNI di Eropa Jangan Sampai Luput
Gelombang panas ekstrem di Eropa menewaskan lebih dari 1.300 orang. DPR mendesak Kemenlu segera membuka posko siaga darurat untuk melindungi WNI di wilayah terdampak.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Gelombang Panas Tewaskan Ribuan Orang, Nasib Keselamatan WNI di Eropa Jangan Sampai Luput
Bagikan