Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Stop Manjakan Pariwisata dengan Uang Negara, DPR Desak Pemerintah Fokus Infrastruktur dan Sport Tourism ala Eropa

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 04 November 2025
Stop Manjakan Pariwisata dengan Uang Negara, DPR Desak Pemerintah Fokus Infrastruktur dan Sport Tourism ala Eropa

Berbagai tradisi unik 17 Agustusan di Indonesia. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Lamhot Sinaga, menyuarakan keprihatinan atas kondisi sektor pariwisata Indonesia yang dinilai masih sangat bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini ironis, mengingat di banyak negara, sektor pariwisata justru menjadi kontributor utama pendapatan negara.

Lamhot mempertanyakan kecukupan anggaran yang dimiliki Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebagai regulator, khususnya dalam pengembangan destinasi super prioritas. Sehingga, diperlukan koordinasi yang kuat dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pariwisata, seperti InJourney.

Baca juga:

Anjing Liar Goyang Pariwisata Babel, Pemprov Terbitkan Kebijakan Eliminasi

Ia mencontohkan BUMN perhotelan, Hotel Indonesia Natour (HIN), yang hanya memiliki properti di Bali, sementara destinasi potensial lainnya seperti Danau Toba belum disentuh.

"Kalau di sana sudah tumbuh perhotelannya sudah tumbuh, objek wisatanya jelas sudah ada, baik wisata alam, lalu kemudian di situ ada event, ada atraksi, ada sport tourism segala macam, maka secara tidak langsung pariwisata itulah yang menjadi kontributor utama terhadap APBN," jelas Lamhot dalam keterangannya, Selasa (4/11).

Tantangan Sport Tourism dan Peran Vital Pemerintah

Lamhot juga menyoroti kurangnya sport tourism (pariwisata olahraga) yang menjadi andalan Indonesia. Ia membandingkan dengan Spanyol yang terkenal dengan Matador, atau Inggris, Italia, dan Jerman yang menarik jutaan wisatawan melalui liga sepak bola mereka. Ia pun menaruh harapan besar pada Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, untuk mendorong pertumbuhan sport tourism yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Lebih lanjut, Lamhot menegaskan bahwa peran utama pemerintah seharusnya bukan membiayai pariwisata melalui APBN. Sebaliknya, pemerintah harus berfokus pada tiga hal vital: membangun infrastruktur dasar, memastikan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah, serta melakukan marketing/promosi secara masif.

Meskipun destinasi seperti Danau Toba dan Raja Ampat sudah dikenal turis Eropa dan di luar Eropa, Lamhot mengkritik lemahnya promosi. Ia mencontohkan tidak adanya pameran turisme besar dari Indonesia yang sebanding dengan Osaka Exhibition di Jepang.

Baca juga:

Pengesahan UU Pariwisata Dinilai Bakal Jadi Angin Segar Target Ekonomi 8 Persen

Melalui fokus pada tiga peran tersebut, Lamhot berharap target kunjungan wisman dapat meningkat dari 12 juta menjadi lebih dari 20 juta pada tahun berikutnya. Peningkatan jumlah wisman, terutama yang didorong untuk long stay (tinggal lebih lama) melalui event dan sport tourism, akan berdampak signifikan pada devisa.

"Minimal berarti dia harus tinggal tujuh hari. Tujuh hari dikali $1.390, ya kurang lebih sudah sekitar $13.000 per satu orang yang spend. Kalau dikalikan sekian juta orang, sudah berapa triliun? Hanya dari wisman," hitungnya.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menekankan bahwa semua rencana ini harus dirancang secara sistematis oleh pemerintah sebagai turunan dari undang-undang pariwisata, demi mencapai kemandirian sektor pariwisata yang mampu berkontribusi besar pada APBN.

#Pariwisata #Menteri Pariwisata #Industri Pariwisata #Pariwisata Indonesia #Pariwisata Bahari Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
5 Hal Yang Bikin Orang Asing Berwisata di Indonesia
Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran yang meraih penghargaan Best Tourism Village dari UN Tourism pada 2023 harus terus dijaga melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
5 Hal Yang Bikin Orang Asing Berwisata di Indonesia
Indonesia
DPR Kritik UKP Pariwisata Jangan Jadikan Konten Kreator 'Sapi Perah' Gratisan!
DPR RI menegur UKP Pariwisata yang meminta footage drone gratis dari kreator konten.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
 DPR Kritik UKP Pariwisata Jangan Jadikan Konten Kreator 'Sapi Perah' Gratisan!
Indonesia
Konflik Timur Tengah masih Panas, Kemenpar Siapkan Langkah Mitigasi
Pemerintah terus memantau perkembangan situasi yang berkaitan dengan konektivitas penerbangan dari dan menuju kawasan Timur Tengah.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
Konflik Timur Tengah masih Panas, Kemenpar Siapkan Langkah Mitigasi
Fun
Pesawat Delay Jadi Momok, Intip Tip dan Triknya Bagi Pelaku Bisnis Wisata
Gangguan transportasi massal merupakan momok yang dapat menurunkan kepuasan dan kepercayaan wisatawan.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Februari 2026
Pesawat Delay Jadi Momok, Intip Tip dan Triknya Bagi Pelaku Bisnis Wisata
Indonesia
Listrik Jadi Kunci, Kepulauan Seribu Disiapkan Jadi Destinasi Global
Infrastruktur kabel listrik di Kepulauan Seribu yang ada saat ini belum memadai untuk peningkatan daya.
Wisnu Cipto - Sabtu, 07 Februari 2026
Listrik Jadi Kunci, Kepulauan Seribu Disiapkan Jadi Destinasi Global
Indonesia
Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Data 2025 Tunjukkan Tren Positif
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan Bali tidak sepi wisatawan. Sepanjang Januari–November 2025, kunjungan mencapai 12,2 juta wisatawan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Data 2025 Tunjukkan Tren Positif
Indonesia
Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah
Guna mengembalikan kepercayaan dunia, Bambang mendesak pemerintah segera membentuk polisi pariwisata khusus seperti yang telah sukses diterapkan di Malaysia dan Filipina
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah
Berita Foto
Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa Tinjau Fasilitas Libur Nataru di Taman Fatahillah Jakarta
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa meninjau libur Nataru (Natal dan Tahun Baru) di Taman Fatahillah, Jakarta Barat, Rabu (31/12/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 31 Desember 2025
Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa Tinjau Fasilitas Libur Nataru di Taman Fatahillah Jakarta
Indonesia
Kapal Wisata di Labuan Bajo Dilarang Berlayar Sampai Pergantian Tahun
Kemenpar meminta seluruh pelaku usaha hingga wisatawan untuk mengikuti aturan tersebut. Ia mewanti-wanti soal sanksi yang berlaku jika keputusan itu dilanggar.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Kapal Wisata di Labuan Bajo Dilarang Berlayar Sampai Pergantian Tahun
Indonesia
80% Destinasi Wisata Aceh Porak-poranda Akibat Bencana Banjir-Longsor
Sejumlah objek wisata di Aceh Besar juga terdampak banjir, termasuk area wisata durian.
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Desember 2025
80% Destinasi Wisata Aceh Porak-poranda Akibat Bencana Banjir-Longsor
Bagikan