Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah

Ilustrasi. (Foto: Mangobay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, melontarkan kritik tajam terkait merosotnya daya saing pariwisata Indonesia di kancah Asia Tenggara.

Dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pariwisata di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (21/1), ia menyebut Indonesia tertinggal jauh di belakang Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam yang kini melesat cepat.

“Kalau kita lihat data, Malaysia pada 2025 menargetkan 40 juta wisatawan dan terealisasi 38 juta. Thailand mencapai 39 juta, sementara Vietnam yang dulu di bawah kita kini sudah di angka 22 juta,” ujar Bambang Haryo.

Baca juga:

Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik

Darurat Integrasi Transportasi dan Kompetensi Sopir

Politisi Partai Gerindra ini menyoroti buruknya sistem transportasi publik yang tidak terhubung dengan destinasi wisata. Di negara tetangga, wisatawan dimudahkan dengan akses terpadu dari bandara hingga hotel.

Namun di Indonesia, wisatawan justru sering kali dipaksa menggunakan transportasi pribadi yang menambah biaya dan kerumitan.

Selain infrastruktur, Bambang juga mencemaskan standar keselamatan transportasi darat. Ia menemukan fakta miris bahwa banyak bus pariwisata yang dikemudikan oleh sopir tanpa kompetensi khusus.

“Sering kali sopir bus pariwisata diambil asal comot, bahkan ada yang sebelumnya sopir truk. Padahal sopir pariwisata itu harus punya keahlian khusus karena menyangkut keselamatan,” tegasnya dengan nada tinggi.

Baca juga:

Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa Tinjau Fasilitas Libur Nataru di Taman Fatahillah Jakarta

Kecelakaan Kapal dan Urgensi Polisi Pariwisata

Kondisi di sektor laut pun tak kalah memprihatinkan. Bambang mencatat sedikitnya ada enam insiden kapal wisata tenggelam dalam dua tahun terakhir.

Menurutnya, banyak kapal di kawasan wisata seperti Lombok belum terdaftar di Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang memiliki standar internasional.

“Dari informasi KNKT, banyak kecelakaan terjadi karena masalah stabilitas kapal. Harusnya semua kapal wisata terdaftar, bukan hanya di pelabuhan setempat,” tambahnya.

Guna mengembalikan kepercayaan dunia, Bambang mendesak pemerintah segera membentuk polisi pariwisata khusus seperti yang telah sukses diterapkan di Malaysia dan Filipina. Ia berharap Kementerian Pariwisata melakukan pembenahan total agar tahun 2026 menjadi titik balik kejayaan pariwisata nasional.

#Pariwisata #Menteri Pariwisata #Industri Pariwisata #Pariwisata Indonesia #Kementerian Pariwisata #DPR #DPR RI
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Survei Indikator Politik Indonesia: Kepercayaan Publik ke TNI 93 Persen, DPR 56 Persen
Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan TNI menjadi lembaga paling dipercaya publik dengan 93 persen, sementara DPR terendah dengan 56 persen.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 12 menit lalu
Survei Indikator Politik Indonesia: Kepercayaan Publik ke TNI 93 Persen, DPR 56 Persen
Indonesia
Listrik Jadi Kunci, Kepulauan Seribu Disiapkan Jadi Destinasi Global
Infrastruktur kabel listrik di Kepulauan Seribu yang ada saat ini belum memadai untuk peningkatan daya.
Wisnu Cipto - Sabtu, 07 Februari 2026
Listrik Jadi Kunci, Kepulauan Seribu Disiapkan Jadi Destinasi Global
Indonesia
Semua Menteri Gerindra Kumpul di Syukuran HUT Partai di DPR
Budisatrio berterima kasih kepada seluruh kader maupun tim ahli anggota DPR RI Fraksi Gerindra yang sudah setia mengawal kinerja para legislator di DPR.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Februari 2026
Semua Menteri Gerindra Kumpul di Syukuran HUT Partai di DPR
Indonesia
DPR Bongkar Ironi Jaksa di Daerah Terpencil dan Wilayah Kepulauan, untuk Pulang Kampung Saja Enggak Cukup
Gaji dan tunjangan yang diterima saat ini bahkan tidak cukup untuk menunjang mobilitas tugas maupun keperluan pribadi yang mendasar
Angga Yudha Pratama - Jumat, 06 Februari 2026
DPR Bongkar Ironi Jaksa di Daerah Terpencil dan Wilayah Kepulauan, untuk Pulang Kampung Saja Enggak Cukup
Indonesia
DPR Percepat RUU Migas, Pertamina PHE Jadi Calon Tunggal Pengelola Kontrak Energi
Saat ini terdapat tiga skenario utama dalam pembentukan BUK yang tertuang dalam naskah akademik
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
DPR Percepat RUU Migas, Pertamina PHE Jadi Calon Tunggal Pengelola Kontrak Energi
Indonesia
Pasien Cuci Darah Nyaris 'Lewat' Gara-gara BPJS Mati Mendadak, DPR Ngamuk Minta Aktivasi Darurat Sekarang
Komisi IX DPR RI berencana memanggil Menteri Sosial, Direktur Utama BPJS Kesehatan, dan Menteri Kesehatan dalam rapat kerja mendatang
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
Pasien Cuci Darah Nyaris 'Lewat' Gara-gara BPJS Mati Mendadak, DPR Ngamuk Minta Aktivasi Darurat Sekarang
Indonesia
DPR Cecar Dewas BPKH Soal Transparansi Uang Jemaah, Nasib Uang Haji di Ujung Tanduk?
Salah satu yang sangat dipentingkan adalah bagaimana menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan ibadah haji melalui keamanan dan keselamatan daripada keuangannya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
DPR Cecar Dewas BPKH Soal Transparansi Uang Jemaah, Nasib Uang Haji di Ujung Tanduk?
Indonesia
Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Data 2025 Tunjukkan Tren Positif
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan Bali tidak sepi wisatawan. Sepanjang Januari–November 2025, kunjungan mencapai 12,2 juta wisatawan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Data 2025 Tunjukkan Tren Positif
Indonesia
Arief Hidayat Resmi Pensiun Dari Hakim Konstitusi MK
DPR RI dalam rapat paripurna pada Selasa (27/1) menetapkan Adies Kadir sebagai Hakim Konstitusi menggantikan posisi Arief.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Februari 2026
Arief Hidayat Resmi Pensiun Dari Hakim Konstitusi MK
Indonesia
Dosen Politik Senior UI Kritik Pemilu, Lahirkan Partai “Rental” Pemuja Uang
Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia, Chusnul Mar’iyah, melontarkan kritik keras terhadap sistem pemilu di Indonesia.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Dosen Politik Senior UI Kritik Pemilu, Lahirkan Partai “Rental” Pemuja Uang
Bagikan