Gerindra Minta Anies Kaji Ulang Pergub Kantong Plastik

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 12 Agustus 2020
Gerindra Minta Anies Kaji Ulang Pergub Kantong Plastik

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Utara, Kamis (11/6/2020). (ANTARA/FAUZI LAMBOKA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik meminta Gubernur Anies untuk mengkaji ulang Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang kewajiban penggunaan kantong belanja ramah lingkungan.

Taufik menilai, larangan kantong keresek niatnya baik, tapi ada beberapa hal yang belum sesuai serta kurang konsisten. Tingkat implementasi masih belum banyak alternatif pengganti. Sehingga, perlu ada pengkajian ulang guna menyempurnakan pergub tersebut.

Baca Juga:

PKS Soroti Pemprov DKI Tak Punya Solusi Pengganti Kantong Plastik

Menurut Taufik, dalam setiap kebijakan, harus sensitifitas terhadap situasi ekonomi rakyat yang sangat tertekan di tengah-tengah pandemi COVID-19.

Selain itu, papar Taufik, banyak pedang yang mengeluhkan kebijakan Pemda DKI yang larang kantong plastik.

Pedagang memasukkan belanjaan ke dalam tas belanjaan di Pasar Tebet Barat, Jakarta, Senin (27/1/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Pedagang memasukkan belanjaan ke dalam tas belanjaan di Pasar Tebet Barat, Jakarta, Senin (27/1/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

"Jadi pengganti perlu juga sensitif terjangkau. Pasar-pasar sangat tertekan. Butuh kantong yang ramah lingkungan, sekaligus dapat memfasilitasi kegiatan perekonomian dan bukan membebani," ucap politikus Gerindra itu kepada wartawan, Rabu (12/8).

Lebih lanjut, alternatif yang bisa diambil Pemprov DKI pengganti kantong keresek harus bisa lebih ramah lingkungan lagi, bisa lebih terjangkau, dan lebih kuat lagi sesuai harapan.

Baca Juga:

IKAPPI Pertanyakan Anies yang Belum Temukan Solusi Pengganti Kantong Plastik

Kebijakan pelarangan kantong plastik sebaiknya diterapkan secara bertahap dan melalui road map yang jelas. Sampai semua alternatif pengganti kantong plastik siap.

"Dengan demikian perlu alternatif juga untuk mengakaji ulang Pergub 142 Tahun 2020 atau paling tidak sambil menunggu revisinya dilakukan moratorium terlebih dahulu, sehingga tidak menambah beban golongan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Sebuah kebijakan haruslah bijak untuk seluruh warga DKI Jakarta," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Sanksi Pelarangan Kantong Plastik Tak Menyasar Pembeli

#Kantong Plastik #Anies Baswedan
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Indonesia
Harga Plastik Meroket 80 Persen, Ketua DPR RI Desak UMKM Balik ke Daun Pisang
Konflik geopolitik global memicu kenaikan drastis harga plastik mengingat industri dalam negeri masih bergantung pada bahan baku impor hingga 60 persen
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Harga Plastik Meroket 80 Persen, Ketua DPR RI Desak UMKM Balik ke Daun Pisang
Indonesia
Harga Plastik Naik, DPR Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan
Lonjakan harga plastik yang terjadi saat ini dipicu gangguan rantai pasok global akibat konflik geopolitik internasional.
Dwi Astarini - Kamis, 16 April 2026
Harga Plastik Naik, DPR Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan
Indonesia
Harga Plastik Naik hingga 40 Persen, Pramono Anung Dorong Alternatif Ramah Lingkungan
Harga plastik di Jakarta melonjak hingga 40 persen akibat faktor global. Pramono Anung mendorong penggunaan alternatif seperti daun pisang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Harga Plastik Naik hingga 40 Persen, Pramono Anung Dorong Alternatif Ramah Lingkungan
Indonesia
Harga Plastik di Jakarta Melonjak, 60 Persen Bahan Baku Masih Impor dari Timur Tengah
Harga plastik di Jakarta kini melonjak hingga 40 persen. Hal itu imbas dari konflik Timur Tengah. Lalu, bahan bakunya masih diimpor.
Soffi Amira - Jumat, 10 April 2026
Harga Plastik di Jakarta Melonjak, 60 Persen Bahan Baku Masih Impor dari Timur Tengah
Indonesia
Harga Plastik di Jakarta Naik hingga 40 Persen, Pelaku UMKM Kena Imbasnya
Harga plastik di Jakarta kini naik hingga 40 persen. Para pelaku UMKM terkena imbasnya. Plastik menjadi kebutuhan operasional yang sulit digantikan.
Soffi Amira - Jumat, 10 April 2026
Harga Plastik di Jakarta Naik hingga 40 Persen, Pelaku UMKM Kena Imbasnya
Indonesia
Harga Plastik Melonjak 50 Persen, DPR Desak Kurangi Ketergantungan Plastik Sekali Pakai
Harga plastik kini naik hingga 50 persen. Komisi XII DPR pun meminta untuk mengurangi ketergantungan plastik sekali pakai.
Soffi Amira - Jumat, 10 April 2026
Harga Plastik Melonjak 50 Persen, DPR Desak Kurangi Ketergantungan Plastik Sekali Pakai
Indonesia
Gejolak Global Picu Kenaikan Harga Plastik, Pemerintah Segera Cari Solusinya
Pemerintah menyiapkan skema untuk mengantisipasi lonjakan harga plastik. Hal itu imbas dari geopolitik global di Timur Tengah.
Soffi Amira - Kamis, 09 April 2026
Gejolak Global Picu Kenaikan Harga Plastik, Pemerintah Segera Cari Solusinya
Lifestyle
Harga Pembungkus Plastik Naik, Daun Pisang Jadi Solusi
Kini, harga plastik yang kian melonjak membuat masyarakat gigit jari.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Harga Pembungkus Plastik Naik, Daun Pisang Jadi Solusi
Bagikan