Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan

Anies Baswedan. Foto: MP/Didik Setiawan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MANTAN Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menanggapi wacana pemerintah yang akan menghapus beberapa program studi di perkuliahan karena dianggap tak relevan dengan industri. Lewat unggahannya di Twitter, Minggu (26/4), Anies mengatakan kebijakan penghapusan beberapa prodi di universitas harus dilakukan dengan cermat. Karena kebijakan bisa terlihat efisien di jangka pendek, tapi tak selaras dengan rencana pembangunan bangsa jangka panjang.

"Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan," ujarnya di akun @aniesbaswedan, dikutip Selasa (28/4)

Walaupun pemerintah belum resmi mengeluarkan daftar prodi yang akan dihapus, bagi Anies, paradigma ilmu pengetahuan apakah itu ilmu terapan apa ilmu murni, selalu mengisi satu sama lainnya ."Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya," kata dia.

Anies menyebut paradigma mencetak generasi bangsa. Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya. "Tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, Indonesia berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia," katanya.

Baca juga:

Penutupan Prodi, DPR Ingatkan Pentingnya Pengkajian Mendalam



Lewat pemaparannya, Anies menganggap setiap prodi diukur beguna atau tidaknya tidak bisa diasaskan pada kepraktisannya terhadap kebutuhan industri. "Kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap 'tidak praktis'," katanya.

"Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa," imbuhnya.

Menurut Anies, menyiapkan masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, termasuk membangun peradaban. "Tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri," katanya.

Dia menyebut yang perlu dilakukan pemerintah sekarang adalah menjaga keseimbangan, antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. "Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya," katanya.


Kemendikti Saintek Bidik 2 Prodi yang Dihapus


Wacana penghapusan prodi ini diaiarkan langsung lewat pernyataan Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek Badri Munir Sukoco di Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026 di Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis (23/4).

Dia menyebutkan bahwa ada beberapa prodi yang menghasilkan alumni namun lulusannya tak terserap industri dengan baik. Dia menyebut ada kesenjangan cetakan lulusan dengan latar belakang keilmuannya tak lagi relevan dengan industri hari ini, misalnya keguruan dan ilmu sosial. Adapun prodi yang mau difokuskan di antaranya yang berkaitan dengan energi, pangan, kesehatan, pertahanan, maritim, penghiliran, digitalisasi, dan manufaktur maju.

"Sebenarnya yang dibutuhkan itu prodi apa di masa depan, itu yang akan kami coba susun nanti bersama,” kata Badri.

Dia mengatakan lulusan keguruan, misalnya, per tahun melahirkan 490 ribu orang, sedangkan kebutuhan calon guru hana 20 ribu orang. Akhirnya, sisa dari lulusan yang tidak terserap menjadi pengangguran terdidik.

“Akibatnya kelebihan suplai di situ, saya bisa mengecek juga misalnya pada 2028 itu sebenarnya kita kelebihan suplai dokter. Kalau misalnya ini dibiarkan, apalagi terjadi maladistribusi, tidak keseimbangan distribusi di setiap daerah,” kata Badri.(Tka)

Baca juga:

Rencana Penutupan Prodi, BRIN Tegaskan Pentingnya Transformasi Kurikulum



#Pendidikan #Program Studi #Anies Baswedan #Kemendikti Saintek
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
17 Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Dibuka, Didik 1.360 Siswa-siswi
Pembukaan 17 SNT tersebut sekaligus menandai dimulainya angkatan pertama program SNT untuk tahun ajaran 2026–2027.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
17 Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Dibuka, Didik 1.360 Siswa-siswi
Indonesia
Sekolah Nasional Terintegrasi, Wujud Visi Prabowo Hadirkan Pendidikan Berkualitas untuk SDM Unggul
Angkatan pertama SNT tersebar di 17 lokasi di berbagai wilayah. Tak hanya di Bogor, tapi juga meliputi Subulussalam, Aceh hingga Tidore Kepulauan, Maluku Utara.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Sekolah Nasional Terintegrasi, Wujud Visi Prabowo Hadirkan Pendidikan Berkualitas untuk SDM Unggul
Indonesia
Rencana Evaluasi Buku Pelajaran, Pengamat Ingatkan Juga Pembenahan Mutu Pendidikan
Evaluasi buku pelajaran memang diperlukan agar materi yang digunakan siswa tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pembelajaran.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Rencana Evaluasi Buku Pelajaran, Pengamat Ingatkan Juga Pembenahan Mutu Pendidikan
Indonesia
Prabowo Soroti Kualitas Buku Pelajaran, Pemerintah Siapkan Pembaruan Buku Ajar Nasional
Prabowo Subianto menyoroti kualitas buku pelajaran. Pemerintah menyiapkan pembaruan buku ajar nasional, termasuk materi, tampilan, dan bahan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 08 Agustus 2026
Prabowo Soroti Kualitas Buku Pelajaran, Pemerintah Siapkan Pembaruan Buku Ajar Nasional
Indonesia
Presiden Prabowo Bangun Sekolah Unggulan hingga Undang Universitas Terbaik Dunia
Presiden menegaskan fondasi utama untuk menguasai sains dan teknologi yakni sistem pendidikan yang kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Presiden Prabowo Bangun Sekolah Unggulan hingga Undang Universitas Terbaik Dunia
Indonesia
Prabowo Ingin Berinvestasi Besar di Sektor Pendidikan, Bangun Sekolah Unggulan
Presiden Prabowo menjelaskan pemerintah mengundang universitas-universitas terbaik di dunia untuk bekerja sama dengan universitas di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Prabowo Ingin Berinvestasi Besar di Sektor Pendidikan, Bangun Sekolah Unggulan
Indonesia
Komisi X DPR Minta Anggaran Pendidikan Fokus Atasi Kekurangan Guru usai Putusan MK
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Esti Wijayati meminta anggaran pendidikan difokuskan untuk mengatasi kekurangan guru dan meningkatkan mutu pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
Komisi X DPR Minta Anggaran Pendidikan Fokus Atasi Kekurangan Guru usai Putusan MK
Indonesia
DPR Desak Putusan MK soal Anggaran MBG Segera Diterapkan pada APBN 2027
Komisi X DPR mendesak pemerintah mempercepat putusan MK soal anggaran MBG di APBN 2027.
Soffi Amira - Senin, 03 Agustus 2026
DPR Desak Putusan MK soal Anggaran MBG Segera Diterapkan pada APBN 2027
Indonesia
DPR Minta Jangan Benturkan Anggaran Pendidikan dengan Program Makan Bergizi Gratis
Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati, pendidikan dan pemenuhan gizi anak merupakan dua kebijakan yang harus berjalan beriringan.
Frengky Aruan - Minggu, 02 Agustus 2026
DPR Minta Jangan Benturkan Anggaran Pendidikan dengan Program Makan Bergizi Gratis
Indonesia
Penggugat Nilai Putusan MK Pertegas Pemisahan Anggaran MBG dari Dana Pendidikan
Menegaskan pembiayaan program MBG yang bukan merupakan komponen utama pendidikan harus dipisahkan dari anggaran operasional penyelenggaraan pendidikan.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Penggugat Nilai Putusan MK Pertegas Pemisahan Anggaran MBG dari Dana Pendidikan
Bagikan