Gentle Vs Permissive Parenting, Serupa Tapi Tak Sama

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Juni 2023
Gentle Vs Permissive Parenting, Serupa Tapi Tak Sama

Mendidik anak butuh strategi khusus. (Pixabay/4144132)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMILIKI anak memang bukan sekadar memenuhi kebutuhan finansial, emosional, dan pendidikannya saja. Rumah adalah sekolah pertama bagi anak sehingga sebelum memutuskan memiliki momongan, kamu dan pasangan wajib menentukan jenis parenting seperti apa yang paling cocok untuk keluargamu.

Saat ini gentle parenting memang sedang menjadi buah bibir karena dinilai efektif untuk menggali potensi yang ada di dalam diri anak sekaligus mendisiplinkan anak tanpa kekerasan sehingga anak tumbuh menjadi sosok tanpa trauma masa kecil

Sayangnya masih banyak orangtua yang tidak bisa membedakan antara gentle parenting serta permissive parenting. Kedua jenis parenting ini memang terlihat sama di permukaannya saja. Tetapi jika digali lebih lanjut, sebenarnya keduanya sangat berbeda dilihat dari hasil akhirnya.

Baca juga:

Parents, Begini Cara agar Si Kecil Gemar Baca Buku

Terlalu membebaskan anak berdampak buruk pada perilakunya di masa depan. (Pixabay/Alexas_Fotos)

Gentle parenting

Gentle parenting sangat memprioritaskan perasaan anak serta batasan-batasan privasi antara orangtua dan anak. Tujuannya tentu saja agar anak bisa merasa nyaman di rumah dan tidak ragu untuk bercerita kepada kedua orangtuanya. Anak juga merasa perasaan serta privasinya terutama saat mulai beranjak remaja dihargai oleh orangtua.

Namun, meski orangtua menjaga perasaan dan batasan privasi anak, gentle parenting tetap mengusung kedisiplinan dalam mendidik anak. Orangtua boleh memberikan sanksi tetapi bukan dalam bentuk kekerasan dan lebih mengajarkan anak tentang risiko serta introspeksi diri.

Sehingga anak dengan sendirinya akan menjadi sosok yang tahu betul batasan antara mana yang salah dan mana yang benar tanpa melalui luka trauma akibat perlakuan abusif.

Gentle parenting juga mengajari anak untuk ikut mengerjakan pekerjaan rumah tanpa paksaan agar mereka memiliki survival skill ketika dewasa dan harus tinggal jauh dari orangtua.

Sejak kecil orangtua akan mengajak anak untuk ikut membuat sarapannya sendiri, merapikan kamarnya, dan ikut kerja sama membersihkan rumah sehingga kegiatan tersebut bukan lagi merupakan perintah dari orangtua melainkan kegiatan bersama seluruh anggota keluarga yang menjadi rutinitas harian tanpa paksaan.

Baca juga:

'Pojok Tenang' Bukan Pilihan Mendisiplinkan Anak

Anak perlu dibimbing agar bisa menjadi sosok yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri. (Pixabay/sasint)

Permissive parenting

Gentle parenting dan permissive parenting dijuluki serupa tapi tak sama bukan tanpa sebab. Permissive parenting juga memprioritaskan perasaan dan batasan privasi anak.

Bedanya anak dibiarkan tumbuh dengan mengikuti segala kemauannya tanpa larangan serta didikan mengenai mana yang baik dan benar. Pada akhirnya anak akan tumbuh tanpa mengenal apa itu norma sosial seperti contoh kecilnya adalah sopan santun dan tanggung jawab.

Anak-anak di bawah didikan permissive parenting tentu saja tidak pernah diajak untuk bekerja sama dengan anggota keluarga lain. Tidak ada percakapan hangat antara orangtua dan anak karena anak dianggap sebagai sosok yang setara oleh orangtuanya.

Secara tidak langsung permissive parenting memaksa anak untuk menjadi dewasa setara dengan orangtua tanpa ilmu dan didikan yang seharusnya didapatkan sesuai usianya.

Orangtua yang menerapkan permissive parenting tidak pernah melarang, memberitahu dan menghindari anak berbuat salah sehingga ketika anak berperilaku buruk, mereka merasa hal tersebut sah-sah saja untuk dilakukan.

Kasarnya, anak tumbuh tanpa bimbingan orangtua meski sebenarnya orangtuanya ada secara fisik di dekat sang anak.

Akibatnya anak berisiko tumbuh menjadi pelaku perundungan, terbiasa lari dari masalah, tidak bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri, dan cenderung egosentris ketika berhubungan dengan banyak orang. (Mar)

Baca juga:

Sosok Ayah Melengkapi Pola Asuh Anak

#Parenting #Ilmu Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Bagikan