Parenting

Sosok Ayah Melengkapi Pola Asuh Anak

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 19 Juni 2023
Sosok Ayah Melengkapi Pola Asuh Anak

Ayah harus terlibat dalam pola asuh anak. (Foto: Unsplash/Kelly Sikkema)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AYAH sebagai kepala keluarga harus terlibat dalam mengasuh anak. Kehadiran ayah di dalam keluarga, akan melengkapi metode parenting atau pola asuh nan diterapkan. Kerjasama ayah dan ibu dalam mengasuh anak kelak membuat perkembangan otak dan pertumbuhan anak menjadi maksimal.

Psikolog Anak dan Keluarga Saskhya Aulia Prima mengatakan peran ayah dan ibu dalam mengurus anak harus seimbang. Bahkan, untuk pasangan suami istri yang sudah bercerai pun, kerjasama dalam mengasuh anak tetap harus dilakukan. "Peran ayah itu tetap utama. Semakin banyak terlibatnya semakin baik. Co-parenting pun works," ujar Saskhya kepada merahputih.com saat ditemui di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

Cara Jitu agar Jadi Super Parent

Baik ibu maupun ayah, memiliki sifat yang berbeda dalam mengurus anak. Biasanya, ibu-ibu lebih takut ketika anak-anak bermain aktif di luar ruangan. Sementara sosok ayah, menurut Saskhya, lebih berani dan mendorong anak agar tetap aktif bermain.

Peran ayah akan membentuk mental anak. (Foto: Unsplash/Steven Van Loy)

Dukungan seorang ayah dalam mendidik anak ini menurut Saskhya, akan membentuk mental si kecil, yang kemudian akan bermanfaat untuknya ketika sudah tumbuh dewasa. "Peran ayah itu untuk menyeimbangkan caring-nya ibu-ibu. Jadi sebenernya saling melengkapi sih," tambahnya.

Lantas, bagaimana pembagian waktu dalam mengurus anak apabila suami dan istri bekerja? Saskhya menegaskan, walau kedua orang tua harus bekerja, anak tetap membutuhkan kehadiran mereka walau hanya 15-20 menit sepulang dari kantor. Namun, dengan catatan dalam durasi tersebut, orang tua tidak boleh teralihkan dengan urusan lain, jadi hanya fokus saja bermain dengan anak.

Baca Juga:

Parents, ini nih, Tips Psikologi Hadapi Anak yang Ogah Mendengar

Kemudian, ayah dan ibu bisa saling berbagi tugas dalam menjadi teman bermain anak. Misal, ayah bisa menemani anak bermain bricks. Lalu setelah bermain, ibu bisa membacakan anak buku cerita sebagai pengantar tidur.

Ayah dan ibu harus bekerjasama dalam mengurus anak. (Foto: Unsplash/Kelly Sikkema)

"Main dulu sama bapaknya, habis itu baru baca cerita ke ibunya. Dan ikut saja dia mau mainnya apa," ujar Saskhya.

Di samping itu, di waktu luang lain seperti akhir pekan, orang tua kata Saskhya boleh membiarkan anak bermain gawai tetapi tetap dalam pengawasan. Selain itu, ia juga menegaskan agar para orang tua memperhatikan konten yang ditonton anak pada gawai.

"8 tahun ke bawah itu tayangan yang imajinatif dikurangin dulu. Semuanya tempat belajar untuk mereka. Bagi aku yang penting itu koneksi anak dan orang tua," tutupnya. (ikh)

Baca Juga:

Menjadi Orangtua yang Baik di Era Media Sosial

#Parenting #JUNI SEBANGSA STAYACTION
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Lifestyle
Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Orangtua juga perlu tahu bahwa ada sisi positif dari gim daring ini.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
 Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Bagikan