'Pojok Tenang' Bukan Pilihan Mendisiplinkan Anak

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 14 Juni 2023
'Pojok Tenang' Bukan Pilihan Mendisiplinkan Anak

Para ahli dan orangtua menyadari bahwa time-out adalah strategi kuno yang salah arah. (Pexels/cottonbro studio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PADA tahun 1969, dalam tulisan di Journal of Experimental Child Psychology, seorang psikolog Amerika menyarankan alternatif pendisiplinan dari teknik kekerasan seperti memukul anak adalah dengan menghukum perilaku yang "tidak dapat diterima" dengan isolasi sosial, berdiri di pojok atau 'time-out'.

Setengah abad kemudian, para ahli dan orangtua menyadari bahwa ini adalah strategi kuno yang salah arah.

Baca Juga:

Tidur Sehat dan Cara untuk Mendapatkannya

anak
Pojok tenang memberi anak ruang yang sangat nyaman dan aman. (freepik/freepik)

Sekarang, seorang ibu di TikTok menjelaskan masalah ini dengan membagikan alternatif time-out untuk putranya dengan bentuk pendisiplinan yang disebut sebagai "pojok tenang".

Mengunggah dengan nama akun Maartemami di aplikasi TikTok, dia baru-baru ini membagikan potongan video yang menjelaskan pilihannya menghapus pendisiplinan dengan berdiri di pojok untuk putranya yang berusia lima tahun.

"Karena, ada emosi besar yang terjadi sebelum time-out, dan rasanya tidak efektif bagi saya untuk meninggalkan putra saya duduk sendirian dengan emosi yang besar dan menakutkan itu," ujarnya.

Sebagai gantinya, dia telah merancang "pojok tenang", tempat putranya dapat beristirahat. Strategi ini mengadopsi Time-In Tool Kit dari Generation Mindful dan "Calming Corner", yang dibuat oleh Suzanne Tucker, ibu empat anak, terapis fisik, dan pendidik pola asuh.

Pojok yang dimaksud adalah area yang ada di sisi sofa, di mana putranya dapat belajar mengelola emosi dan perasaan terlebih dahulu dengan cara yang sehat, dan kemudian menghadapi konsekuensi setelahnya.

"Ini memberinya ruang yang sangat nyaman dan aman sebagai jalan keluar untuk berefleksi, memusatkan pikirannya, memproses pikirannya, dan mengatur emosinya," jelasnya.

"Sudut yang menenangkan memungkinkan dia untuk melakukan ini karena dia dapat bermeditasi, melakukan latihan pernapasan, atau hanya duduk dengan relaks dan menenangkan diri melalui alat yang menarik bagi panca inderanya," dia menambahkan.

Alat-alat tersebut mencakup segala sesuatu mulai dari mainan hingga bohlam plasma hingga minyak esensial, permen karet, dan mesin suara tanpa kabel, yang dicatat Maartemami dalam unggahan terpisah.

Baca Juga:

Punya Hewan Peliharaan Ganggu Kualitas Tidur?

anak
Minimnya manfaat isolasi diri bagi anak-anak, pojok tenang mungkin merupakan cara yang lebih sehat untuk dilakukan. (Pexels/Julia M Cameron)

Ini tidak berarti bahwa putranya tidak memiliki konsekuensi atas perilaku bermasalah. Namun, hal itu lebih terlihat seperti kompromi dalam penggunaan gawai, mendapat tugas ekstra, atau membatasi mainan khusus.

Maartemami menjelaskan dalam postingan TikTok lanjutan bahwa dia tidak benar-benar harus menempatkan putranya ke pojok secara formal, karena mereka sudah mulai berbicara lebih banyak tentang pentingnya mengakui dan memproses emosinya untuk kembali merasa terpusat, atau memiliki pikiran yang kuat, alias demi kesehatan mental.

Pendapat para ahli


Seperti yang ditunjukkan Maartemami dan TikTokers lainnya, mungkin terasa sulit untuk membenarkan time-out ketika mereka tampaknya lebih merugikan anak-anak daripada membantu mereka di saat-saat sulit. Para ahli setuju.

Meskipun tujuan dari time-out adalah untuk mendorong seorang anak untuk merenungkan perilaku buruknya, dokter anak Nadia Sabri menunjukkan dalam artikel Washington Post, "Anak-anak tidak memiliki keterampilan kognitif tingkat lanjut untuk berpikir secara abstrak. Modulasi dan regulasi emosional terjadi dengan perkembangan dari korteks prefrontal, bagian otak yang belum sepenuhnya berkembang hingga masa remaja."

Bonnie Compton, seorang terapis anak dan remaja, pelatih pengasuhan anak dan penulis Mothering With Courage, menjelaskan kepada Parents.com bahwa anak-anak yang berada dalam time-out lebih cenderung menahan amarah mereka dibandingkan terlibat dalam refleksi diri yang produktif.

Anak-anak yang disiplin dengan time-out tidak berisiko lebih tinggi untuk kecemasan, depresi, agresi, perilaku melanggar aturan, atau masalah pengendalian diri dibandingkan dengan mereka yang berasal dari keluarga yang menghindari time-out. Skor kreativitas juga sama.

Namun, menilai dari pengalaman Maartemami, serta kekhawatiran psikolog anak dan dokter anak tentang betapa kecilnya manfaat isolasi diri bagi anak-anak, pojok tenang dan ruang istirahat mungkin merupakan cara yang lebih sehat untuk dilakukan. (aru)

Baca Juga:

Kesehatan Mental Penting untuk Fondasi Tumbuh Kembang Anak

#Parenting #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Bagikan