Punya Hewan Peliharaan Ganggu Kualitas Tidur?

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 22 Maret 2023
Punya Hewan Peliharaan Ganggu Kualitas Tidur?

Meskipun memiliki hewan peliharaan dapat memiliki banyak efek positif pada kesehatan, kepemilikan hewan peliharaan juga kerap dikaitkan dengan kurangnya tidur. (Pexels/Ron Lach)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DIYAKINI memiliki hewan peliharaan meberikan banyak efek positif pada kesehatan. Namun mungkinkah memiliki hewan peliharaan menurunkan kualitas tidur pemiliknya? Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human-Animal Interactions mengungkapkan hal itu.

“Para peneliti melihat data dari National Health and Nutrition Examination Survey, yang mengajukan pertanyaan tentang berbagai topik kesehatan. Mereka menyesuaikan faktor-faktor yang dapat memengaruhi tidur. Seperti ras, pendapatan, usia, jenis kelamin, dan BMI. Kemudian berfokus pada apakah seseorang memiliki gangguan tidur dan apakah seseorang memiliki kucing atau anjing,” tulis laman NBC.

Baca Juga:

Tidur Sambil Duduk, Bahaya Enggak Sih?

hewan
Memelihara kucing dikaitkan dengan kemungkinan kaki tersentak (kram) lebih kerap di malam hari. (Unsplash/Chris Abney)

Kualitas tidur diukur dengan melihat berbagai fenomena. Seperti mendengkur atau mendengus yang dilaporkan di malam hari, didiagnosis dengan gangguan tidur, mengalami kesulitan tidur atau tertidur, terbangun di malam hari, bangun terlalu pagi, merasa gelisah, tidak cukup tidur, membutuhkan obat untuk tidur atau mengalami sentakan atau kram kaki.

Butuh waktu lebih dari 15 menit untuk tertidur dan tidur kurang dari enam jam secara teratur juga merupakan indikator dari gangguan tidur.

Temuan dari penelitian itu menunjukkan kalau memelihara anjing dikaitkan dengan kemungkinan lebih besar mengalami gangguan tidur dan secara keseluruhan mengalami kesulitan tidur. Sementara memelihara kucing dikaitkan dengan kemungkinan kaki tersentak (kram) lebih kerap di malam hari.

Meskipun begitu, studi tersebut bersifat observasional, artinya para peneliti tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa faktor kepemilikan hewan peliharaan lah yang menyebabkan gangguan tidur. Namun hasilnya konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa kepemilikan hewan peliharaan berdampak negatif pada kualitas tidur.

Baca Juga:

Mendengarkan Musik Sebelum Tidur Punya Sederet Manfaat

tidur
Memelihara anjing dikaitkan dengan kemungkinan lebih besar mengalami gangguan tidur dan secara keseluruhan mengalami kesulitan tidur. (Pexels/Bianca Beltrán)

Kepala penelitian ini, Lauren Wisnieski yang juga asisten profesor kesehatan masyarakat dan penelitian di Lincoln Memorial University di Tennessee, mencatat bahwa kelemahan dari penelitian tersebut adalah tidak melihat di mana hewan peliharaan manusia tidur.

Misalnya, apakah seekor anjing mengambil semua ruang di tempat tidur atau apakah kucing meringkuk tepat di sebelah kepala pemilik hewan peliharaan?

Menurutnya celah penelitian Itu akan menjadi arah yang baik untuk studi di masa mendatang, yakni untuk lebih mendalami dan bertanya kepada pemilik tentang di mana hewan peliharaan mereka tidur dan bagaimana hewan peliharaan itu mengganggu tidur mereka. (dsh)

Baca Juga:

Membacakan Buku Cerita Menjelang Tidur Bikin Anak Makin Damai

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan