Mendengarkan Musik Sebelum Tidur Punya Sederet Manfaat

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 28 November 2022
Mendengarkan Musik Sebelum Tidur Punya Sederet Manfaat

Mendengarkan musik sebelum tidur dapat membawa sejumlah manfaat. (Foto: Pexels/Eren Li)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEBERAPA orang senang menikmati alunan musik sebelum mereka pergi tidur. Entah itu lagu yang sesuai suasana hati atau mungkin lagu favorit yang diputar tiap malamnya. Meski terdengar berisik dan berpotensi mengganggu jam tidur, nyatanya musik juga punya sederet manfaat, loh, jika didengar dengan kadar yang tepat.

Mengacu laman Sleep Foundation, salah satu alasan mengapa banyak orang senang memutar musik sebelum tidur adalah bisa jadi karena pengaruh nyanyian pengantar tidur sewaktu kecil. Dulu, saat hendak tidur, seorang bayi atau anak sering kali dinyanyikan lagu-lagu lembut nan mengalun oleh sang ibu.

Nah, rasa nyaman ini bisa jadi terbawa sampai usia dewasa. Menurut penelitian yang dilakukan, sejumlah remaja dan orang dewasa merasakan kualitas tidur yang meningkat setelah mendengarkan musik. Selain itu, musik yang tenang juga membantu mereka untuk lebih cepat tertidur daripada biasanya.

Baca juga:

Cara Cepat Tidur untuk Para Insomnia

Mendengarkan Musik Sebelum Tidur Punya Sederet Manfaat
Mendengarkan musik sebelum tidur membantu diri lebih rileks, tenang, dan merasa bahagia. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Hal tersebut dibuktikan melalui sebuah penelitian tentang perempuan yang menderita insomnia, atau kesulitan tidur. Pada kondisi normal, mereka baru bisa tertidur setelah 27 hingga 69 menit. Ketika mendengarkan musik, mereka bisa tertidur lebih cepat, sekitar 6 hingga 13 menit saja.

Gelombang yang dihasilkan oleh musik akan ditangkap oleh otak ketika kita bersiap untuk tidur. Dampaknya, tubuh akan merasa lebih rileks dan tenang. Sebab, musik membantu menurunkan kadar hormon kortisol atau hormon stres.

Selain itu, musik juga merangsang produksi hormon dopamin atau hormon kebahagiaan. Kedua hal ini merangsang tubuh untuk beristirahat dan berpikir bahwa tak ada kondisi yang mengancam.

Baca juga:

Meditasi Bantu Tidur Lebih Mudah dan Nyenyak

Mendengarkan Musik Sebelum Tidur Punya Sederet Manfaat
Untuk menghindari masalah telinga, kamu bisa memakai headphone dengan volume musik yang rendah. (Foto: Pexels/Vlad Bagacian)

Lalu, musik seperti apa sih yang sebenarnya bagus untuk tidur? Sebenarnya tidak ada tolak ukur umum tentang musik yang baik untuk tidur selama sesuai selera pribadi. Namun, penelitian menyarankan kalau ada baiknya mendengarkan musik yang memiliki tempo sedang, sekitar 60 hingga 80 ketukan per menitnya.

Jika kamu tertarik untuk mulai mendengar musik sebelum tidur, ada beberapa cara mudah untuk menjadikannya sebagai rutinitas. Pertama, buatlah kegiatan rutin untuk menenangkan diri sebelum tidur. Misalnya minum susu hangat, cuci kaki, dan mulai mendengar musik sambil mematikan lampu.

Kedua, pilihlah lagu favoritmu dan susun playlist sendiri. Hindari memilih lagu yang memuat kenangan buruk atau emosional. Terakhir, gunakan headphone bervolume rendah atau speaker kecil supaya tidak merusak telinga. Kamu juga bisa mengatur timer musik supaya bisa berhenti otomatis ketika kamu tertidur nanti. (mcl)

Baca juga:

Metode Bernapas 4-7-8 Dapat Bantu Kamu untuk Tertidur

#Tidur #Tips Tidur #Kualitas Tidur #Gangguan Pada Tidur #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan