MERAHPUTIH.COM — OTORITAS Jepang kini telah menurunkan status peringatan tsunami di wilayah pesisir timur laut menjadi imbauan. Peringatan tsunami dikeluarkan setelah gempa berkekuatan 7,5, yang kemudian direvisi menjadi 7,7, magnitudo menghantam Jepang. Gempa dilaporkan berada di kedalaman 19 km.
Sebelumnya, Jepang mengumumkan peringatan tsunami (tsunami warning) sesaat setelah gempa mengguncang. ‘Negeri Matahari Terbit’ memiliki tiga kategori peringatan tsunami, yakni tsunami advisory (imbauan tsunami) yang merupakan tingkat terendah, dikeluarkan untuk gelombang di bawah satu meter. Pada kondisi ini, masyarakat diminta untuk segera keluar dari laut dan menjauhi wilayah pesisir.
Tingkat kedua yakni tsunami warning (peringatan tsunami) yang dikeluarkan untuk gelombang yang diperkirakan mencapai hingga tiga meter. Jika peringatan ini dikeluarkan, warga di wilayah terdampak harus segera mengungsi dari daerah pesisir dan bantaran sungai ke tempat yang lebih tinggi atau bangunan evakuasi. Adapun major tsunami warning (peringatan tsunami besar) menjadi peringatan tingkat tertinggi yang dikeluarkan ketika gelombang tsunami lebih dari tiga meter diperkirakan akan terjadi berulang kali.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara memberikan pembaruan dan mengingatkan warga harus tetap berada di daratan hingga peringatan tsunami dicabut. Sekitar 100 rumah tangga dilaporkan mengalami pemadaman listrik dan beberapa layanan kereta peluru saat ini dihentikan sementara.
Baca juga:
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Jepang, Tsunami Dilaporkan Menghantam Pesisir
Gempa Besar Berpotensi Terjadi lagi dalam Sepekan
Japan Meteorological Agency memperingatkan gempa dengan skala serupa dapat terjadi dalam sepekan mendatang. Peringatan seperti ini merupakan prosedur standar setelah gempa besar. Pejabat juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi longsor atau gempa susulan, serta kemungkinan tsunami yang lebih besar setelah gelombang pertama.
Secara statistik, Jepang mengalami gempa bermagnitudo tujuh atau lebih sekitar setiap 16 bulan, atau rata-rata kurang dari sekali setahun. Menurut Japan Meteorological Agency, Jepang menyumbang lebih dari 10 persen dari seluruh gempa bermagnitudo enam atau lebih yang terjadi di dunia.
Gempa besar terbaru terjadi pada Desember 2025 dengan magnitudo 7,6 di lepas pantai Prefektur Aomori. Namun, bencana paling mematikan dalam sejarah modern yakni Gempa dan Tsunami Tohoku 2011 yang berkekuatan 9,0. Getaran gempa tersebut memicu tsunami, menewaskan lebih dari 18.000 orang, serta menyebabkan krisis nuklir di Prefektur Fukushima.
Saat itu, banyak orang tidak menyangka tsunami akan sebesar itu sehingga tidak mengungsi ke tempat yang cukup tinggi.
Kini, pemerintah Jepang secara aktif mengeluarkan peringatan dan imbauan tsunami serta mendesak warga untuk segera mengungsi. Edukasi juga ditingkatkan sejak 2011, termasuk bahwa gelombang setinggi 30 cm pun bisa mengancam jiwa.(dwi)
Baca juga:
Gempa Jepang M 7,4, Gelombang Tsunami Pertama Hantam Pelabuhan Miyako