Headline

Dukung Revisi UU KPK, Eggi Sudjana: Wadah Pegawai KPK Tidak Tahu Diri

Eddy FloEddy Flo - Senin, 09 September 2019
 Dukung Revisi UU KPK, Eggi Sudjana: Wadah Pegawai KPK Tidak Tahu Diri

Aktivisi senior Eggi Sudjana dukung revisi UU KPK Foto: MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Aktivis senior Eggi Sudjana mendukung revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya hal tersebut membuat KPK bisa diawasi dan dikontrol kerjanya.

Eggi mengatakan, kehadiran Dewan Pengawas perlu mengingat saat ini banyak langkah KPK yang terkesan rawan disalahgunakan.

Baca Juga:

Awasi Kinerja KPK, Pengamat: Dewan Pengawas Diperlukan

"Dewan pengawas itu jangan dari DPR dan pemerintah. Dewan pengawas dari rakyar, LSM yang independen. Kalau dari pemerintah dan DPR bisa kongkalikong," kata Eggi kepada MerahPutih.Com di Jakarta, Senin (9/9).

Fungsi dewan pengawasan adalah untuk mengawasi KPK agar tak tebang pilih.

Eggi Sudjana dukung revisi UU KPK dan kecam WP KPK yang terlibat politik
Aktivis senior yang juga politikus PAN Eggi Sudjana (MP/Kanu)

"Yang diusut hanya kasus-kasus yang nilainya kecil. Tapi lebih mengedrpankan nama-nama besar seperti mantan Ketua DPD Irman Gusman yang nilai tak mencapai Rp 100 juta," sesal Eggi.

Ia menambahkan, KPK seperti lembaga politik.

"Jadi kayak ditentukan siapa Gubernur dan kepala daerah yang mau diperiksa. Nah kok dari Komisi III DPR belum ada yang pernah di OTT. Apa ada kongkalikong?," jelas Eggi.

Eggi melanjutkan, KPK harus tau diri karena banyak kasus yang belum diperiksa.

"Seperti kasus BLBI, Century dan Pelindo ini kan belum selesai. Nah pelemahan ini terjadi karena banyak kepentingan penguasa. Karena agar tak ada operasi tangkap tangan dan penyadapan," jelas Eggi.

Politikus PAN ini juga mengkritik wadah pegawai KPK yang melakukan perlawanan terhadap revisi UU KPK.

Menurut Eggi, para pegawai itu tak tau diri lantaran bertindak di luar kontrak kerja sebagai pegawai dan tidak terlibat dalam politik.

"Pegawai KPK tak tau diri. Khan mereka pegawai, digaji. Kok protes. Ya jangan kerja di situ dong," tegas Eggi.

Baca Juga:

Puluhan Dosen Universitas Airlangga Tolak Revisi UU KPK

Eggi menjelaskan, dalam aturan kepegawaian pemerintah, mereka harus mengabdi kepada pemerintah, bukan menjadi oposisi.

"Pegawai kerja aja yang bener. Kalau protes gal boleh. Itu pelanggaran itu, gak ngerti tata negara dan administrasi negara," jelas Eggi.

Aktivis yang juga sempat maju dalam Pilgub ini justru menyebut pegawai KPK sudsh bertindak berlebihan.

"Mereka anggap KPK seperti milik sendiri. Kalau memang gak suka ya silahkan datang ke DPR," pungkas Eggi Sudjana.(Knu)

Baca Juga:

Rasamala Sebut Bola Panas Revisi UU KPK Ada di Tangan Presiden Jokowi

#Eggi Sudjana #Revisi UU KPK #Komisi Pemberantasan Korupsi #Wadah Pegawai KPK
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
KI Putuskan Hasil TWK KPK Harus Dibuka, KPK Ngaku Ingin Telaah Dulu
Tidak ada alasan bagi Presiden Prabowo Subianto untuk tidak mengembalikan status 57 orang korban TWK KPK.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 24 Februari 2026
KI Putuskan Hasil TWK KPK Harus Dibuka, KPK Ngaku Ingin Telaah Dulu
Indonesia
DPR Ingatkan Jokowi Sebagai Presiden tidak Bisa Cuci Tangan Atas Revisi UU KPK
Jokowi menyatakan revisi UU KPK 2019 lalu merupakan inisiatif dari legislatif atau DPR, bukan datang dari pemerintah.
Wisnu Cipto - Jumat, 20 Februari 2026
DPR Ingatkan Jokowi Sebagai Presiden tidak Bisa Cuci Tangan Atas Revisi UU KPK
Indonesia
Respons Polemik Revisi UU KPK, Said Abdullah Minta DPR Utamakan Kepentingan Bangsa
Politikus PDIP, Said Abdullah, menanggapi polemik revisi UU KPK. Ia meminta semua pihak tak terjebak dengan perdebatan soal aktor dibalik revisi UU itu.
Soffi Amira - Kamis, 19 Februari 2026
Respons Polemik Revisi UU KPK, Said Abdullah Minta DPR Utamakan Kepentingan Bangsa
Indonesia
Ogah Pusing Revisi UU KPK, Setyo Budiyanto Pilih Gaspol Sikat Koruptor Kelas Kakap
KPK saat ini memilih untuk mencurahkan seluruh energi pada penguatan aspek pendidikan antikorupsi
Angga Yudha Pratama - Kamis, 19 Februari 2026
Ogah Pusing Revisi UU KPK, Setyo Budiyanto Pilih Gaspol Sikat Koruptor Kelas Kakap
Indonesia
Mentahkan Pernyataan Jokowi, DPR Pastikan Tim Pemerintah Hadir Saat Pembahasan UU KPK
Politisi dari Fraksi PKS ini menekankan bahwa narasi "inisiatif DPR" tidak bisa berdiri sendiri
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Februari 2026
Mentahkan Pernyataan Jokowi, DPR Pastikan Tim Pemerintah Hadir Saat Pembahasan UU KPK
Indonesia
PDIP Sebut Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Bermotif Politik
Sikap Jokowi yang menyinggung pengembalian aturan lama terkesan seperti cuci tangan dari polemik pelemahan KPK.
Dwi Astarini - Rabu, 18 Februari 2026
PDIP Sebut Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Bermotif Politik
Indonesia
Jokowi Setuju UU KPK Dikembalikan Seperti Semula
Jokowi juga menegaskan ia tidak menandatangani revisi UU KPK tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 13 Februari 2026
Jokowi Setuju UU KPK Dikembalikan Seperti Semula
Indonesia
Bertemu Abraham Samad dan Mantan Kabareskrim, Presiden Prabowo Minta Masukan soal Pemberantasan Korupsi
Jubir Prabowo sekaligus Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan pertemuan antara Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh itu untuk berdiskusi.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Bertemu Abraham Samad dan Mantan Kabareskrim, Presiden Prabowo Minta Masukan soal Pemberantasan Korupsi
Indonesia
Eggi Sudjana & Damai Lubis Lolos dari Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tetap Tersangka
Polda Metro Jaya resmi mencabut status dua tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Eggi Sudjana & Damai Lubis Lolos dari Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tetap Tersangka
Indonesia
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah mengajukan surat permohonan restorative justice (RJ) ke Polda Metro Jaya.
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Bagikan