MerahPutih.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani mendorong Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim untuk segera menciptakan inovasi kurikulum pendidikan di masa pandemi COVID-19.
Sambungnya, pemerintah harus mempunyai cara dalam belajar saat pandemi, bila mana siswa yang tak punya akses internet bisa mendapatkan ilmu dengan jarak jauh.
Baca Juga
"Belajar dengan jarak itu dibutuhkan bagi siswa yang tidak memiliki akses gadget dan internet. Terakhir adalah belajar di sekolah di saat zona semua hijau. Ini juga tetap memerlukan inovasi kurikulum," kata Zita di Jakarta Pusat, Kamis (18/6).
Zita menilai, panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun akademik baru di tengah corona oleh Menteri Nadiem berbau diskriminatif.
"Soal kampanye merdeka belajar, menurut saya, ini gagal paham, sangat salah. Karena sektor sosial seperti pendidikan dan kesehatan bukan pasar bebas seperti ekonomi. Pemerintah wajib hadir dalam penyelenggaraan pendidikan yang merata, bermutu dan berkualitas," jelasnya.
Proses belajar di rumah selama 3 bulan di Jakarta, menurut Zita, berpengaruh buruk terhadap perkembangan peserta didik. Pasalnya, peserta didik dibiarkan begitu saja dengan dunia internet dengan minim pengawasan dari orang tua dan guru.
"Di DKI Jakarta itu kan zona merah. Kalau sampai 2 tahun terus merah, bagaimana proses KBM di Jakarta nantinya. Saya sampaikan katakan tidak untuk diskriminasi karena pendidikan itu untuk semua," jelasnya.
Putri Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) ini pun menawarkan beberapa solusi strategis untuk sektor pendidikan di masa kenormalan baru. Yakni, proses belajar secara online dengan pendampingan dari guru bagi masyarakat yang memiliki akses gadget dan internet.
Kemudian Zita menawarkan belajar dengan jarak dengan mendatangkan guru ke rumah atau komunitas di lingkungan, seperti kantor RW, RPTRA.
Baca Juga
Ia pun mengusulkan agar pemerintah memberikan diskon tarif provider untuk seluruh akademisi, baik siswa, guru dan lainnya dalam proses belajar mengajar.
"Mas Menteri juga harus meningkatkan infradigital dengan membuat aplikasi belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Serta membuat bahan belajar seperti buku dan sebagainya melalui format pdf," tutupnya. (Asp)