Merahputih.com - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, mengapresiasi pemilihan koridor HR Rasuna Said sebagai lokasi pencanangan HUT ke-499 Jakarta sekaligus titik baru pelaksanaan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB).
Kawasan ini dinilai merepresentasikan wajah Jakarta modern yang berfungsi sebagai pusat diplomasi, bisnis, transportasi, dan aktivitas perkantoran.
“Kalau mau bicara Jakarta menuju kota global, kawasan ini memang salah satu etalasenya,” ujar Kevin, Senin (11/5).
Baca juga:
CFD Rasuna Said 10 Mei 2026: Dishub DKI Siapkan 4 Titik Parkir dan Rekayasa Lalin
Tantangan Tata Kelola Kota Global
Meskipun mendukung rencana tersebut, terdapat penekanan agar konsep Jakarta Kota Global tidak sekadar menjadi slogan seremonial. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta wajib mengiringi langkah ini dengan pembenahan pelayanan dan tata kelola kota yang nyata.
Masalah klasik seperti kemacetan, parkir liar, trotoar yang tidak nyaman, hingga penumpukan sampah memerlukan solusi permanen.
“Jangan sampai Rasuna Said dibuat cantik satu hari untuk seremoni, tapi setelah itu warga tetap menghadapi masalah lama seperti macet, parkir liar, trotoar tidak nyaman, PKL tidak tertata, sampah menumpuk, transportasi belum terintegrasi, dan pelayanan publik yang belum siap,” jelasnya.
Indikator keberhasilan sebuah kota global terletak pada tingkat ketertiban, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat setelah kegiatan berlangsung, bukan hanya dilihat dari kemeriahan acara sesaat.
Integrasi dan Simulasi Pelaksanaan CFD
Penerapan CFD di koridor Rasuna Said menuntut persiapan matang, mulai dari kajian lalu lintas komprehensif, pengaturan titik parkir resmi, hingga penyediaan fasilitas ramah disabilitas dan lansia.
Koordinasi antarperangkat daerah seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Lingkungan Hidup harus berjalan dalam satu komando kerja yang terintegrasi untuk menghindari formalitas rapat semata.
Baca juga:
CFD Jakarta Diberlakukan Perdana di Jalan Rasuna Said 10 Mei 2026, Cek Rekayasa Lalu Lintasnya
Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) terpadu dan simulasi lapangan menjadi hal krusial sebelum program ini rutin berjalan. Pemetaan titik rawan kerumunan serta mekanisme pengaduan warga secara real time harus tersedia untuk mengantisipasi munculnya masalah di lapangan.
“Jakarta kota global adalah ketika warga bisa berjalan kaki dengan aman, menggunakan transportasi publik dengan nyaman, berolahraga di ruang publik secara tertib, serta mendapatkan pelayanan pemerintah yang cepat dan manusiawi,” ungkap Kevin.