MerahPutih.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkap terdapat empat kasus Hantavirus di Jakarta sepanjang 2026. Dari jumlah tersebut, tiga pasien dilaporkan telah sembuh, sementara satu lainnya masih berstatus suspek.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan agar kasus serupa tidak berkembang menjadi wabah.
“Ini bukan penyakit main-main. Sejak terjadi pertama kali di atas kapal pesiar MV Hondius, virusnya sudah menyebar. Dan kini, Singapura, negara tetangga kita telah mengisolasi dua orang warganya yang diduga mengidap virus itu,” ujarnya, Selasa (12/5).
Baca juga:
Warga Jakarta Diminta Waspada Penyebaran Hantavirus, 4 Kasus telah Tercatat
Justin juga mengingatkan bahwa Hantavirus berpotensi mematikan. Dari delapan kasus yang dikaitkan dengan penyebaran di kapal pesiar MV Hondius, tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
“Virus ini juga mematikan. Memang, hingga saat ini persebarannya masih terbatas dan kami harap akan tetap seperti itu. Tetapi, sudah ada tiga orang yang meninggal dunia karena terjangkit oleh virus tersebut. Sehingga, kita perlu serius dalam menghadapinya,” jelasnya.
Menyoroti adanya pasien di wilayah Jakarta, Justin mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera mengambil langkah-langkah preventif.
“Perlu dilakukan langkah-langkah preventif. Kita mengetahui bahwa salah satu pasien terduga Hantavirus di Indonesia berada di DKI Jakarta. Maka ini perlu diawasi. Harus diketahui sang pasien sudah pergi ke mana saja sebelumnya dan berinteraksi dengan siapa saja,” sambungnya.
Baca juga:
Hantavirus Menyebar, Penumpang dari AS Bakal Diawasi Kekarantinaan Kesehatan Soetta
Ia juga meminta wilayah sekitar tempat tinggal pasien dan lokasi perawatan diawasi secara ketat oleh Dinkes DKI agar penyebaran virus dapat dicegah sedini mungkin.
Selain itu, gerakan hidup sehat di tengah masyarakat dinilai perlu terus digencarkan sebagai langkah antisipasi.
“Gerakan hidup sehat di tengah-tengah masyarakat juga perlu digencarkan untuk berjaga-jaga,” tutupnya. (Asp)