MERAHPUTIH.COM - KOMISI D DPRD DKI Jakarta mendapati masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dalam proyek pengendalian banjir pesisir. Hal itu dikatakan Ketua Komisi D Yuke Yurike saat kunjungi proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), yang merupakan proyek tanggul raksasa di pesisir Jakarta Paket 2 yang berlokasi di Ancol.
Yuke mengakui sejumlah titik masih dalam tahap perencanaan. Belum menunjukkan progres signifikan di lapangan. Kondisi itu perlu menjadi perhatian serius. Proyek tidak boleh berlarut-larut.
"Masih sangat-sangat panjang yang belum selesai," ucap Yuke, Selasa (5/5).
Ia menegaskan kematangan perencanaan dan penentuan pembangunan menjadi prioritas. Hal itu mengingat keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, proyek harus fokus pada titik-titik yang paling berdampak, terutama wilayah yang rawan banjir rob.
"Kita berharap akan cepat selesai," kata politikus PDI Perjuangan itu.
Baca juga:
Jakarta Utara Terancam 'Tenggelam' Sementara, BPBD Peringatkan Banjir Rob 1-8 Mei 2026
Selain aspek teknis, Komisi D DPRD DKI menyoroti pelaksanaan proyek secara berkeadilan. Pembangunan infrastruktur berskala besar seperti NCICD tidak boleh hanya bermanfaatnya bagi kelompok atau kawasan tertentu.
Perlindungan dari banjir harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Termasuk warga di kawasan padat penduduk dan kampung nelayan.
Pemerataan manfaat menjadi kunci utama dalam pembangunan infrastruktur publik. Komisi D akan terus mengawal agar proyek-proyek strategis berjalan sesuai tujuan awal, yaitu melindungi seluruh warga tanpa terkecuali.(Asp)
Baca juga:
Tanggul NCICD Ancol Barat Hampir Rampung, Pramono Targetkan Jakarta Utara Bebas Banjir Rob