Daftar ke KPU Bersama Jadi Bukti Solidnya KIB

Mula AkmalMula Akmal - Sabtu, 06 Agustus 2022
Daftar ke KPU Bersama Jadi Bukti Solidnya KIB

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) terus menunjukkan soliditas. Hal ini diperlihatkan saat PAN, PPP, dan Golkar mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara bersama-sama.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan keputusan partai anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang akan mendaftar bersama sebagai peserta Pemilu 2024 ke KPU, Rabu (10/8), merupakan bukti mereka tetap solid hingga Pemilu 2024 mendatang.

Baca Juga:

Partai Koalisi KIB Kompak Daftar Pemilu ke KPU Pekan Depan

"Pendaftaran ini chapter atau bab baru bagi kerja sama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Kami juga membuktikan tetap solid dan akan terus bersatu hingga Pemilu 2024 mendatang,” kata Airlangga dikutip dari Antara, Jumat (5/8).

Ia pun menegaskan bahwa KIB yang saat ini terdiri atas Partai Golkar, PAN, dan PPP tetap menjadi koalisi yang inklusif, yakni mereka masih membuka diri kepada seluruh partai politik, baik yang sudah duduk di parlemen maupun belum, untuk bergabung dan berjuang bersama KIB.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menambahkan KIB telah memiliki visi dan misi yang jelas. Visi dan misi itu, lanjut Airlangga, adalah menyukseskan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Pemilu 2024 dan meneruskan program-program yang baik untuk rakyat serta program yang belum tuntas pada periode pemerintahan saat ini.

Baca Juga:

Elite PAN Bocorkan Parpol di KIB Bakal Bertambah

“Kami di KIB terbuka. Silakan partai mana saja ikut bergabung dan berjuang bersama kami meneruskan kesuksesan pemerintahan Presiden Jokowi serta menyempurnakannya di periode ke depan,” ucap Airlangga.

Terkait dengan Golkar, dia menegaskan bahwa partai berlambang pohon beringin itu siap menyambut Pemilu 2024. Mereka optimistis mampu mencapai target kemenangan yang sudah ditetapkan untuk pemilu serentak pertama di Indonesia itu.

Saat ini, kata Airlangga, seluruh pengurus dan kader tengah memantapkan koordinasi dan soliditas internal agar mampu meraih kemenangan dalam Pemilu 2024.

“Seluruh kader Golkar solid dalam tekad untuk menjadikan Pemilu 2024 sebagai sejarah bagi kemenangan partai beringin,” ucap dia. (*)

Baca Juga:

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) Bakal Daftar Peserta Pemilu ke KPU Secara Bersamaan

#Pemilu #Pemilu 2024 #KPU #Koalisi Pilpres #Partai Golkar #PAN #Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Mula Akmal

Jurnalis, editor, dan periset dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang politik, hukum, pertahanan, keamanan nasional, dan ruang digital. Menempuh magister Peperangan Asimetris di Universitas Pertahanan RI, dengan fokus pada perang kognitif, keamanan siber, perang narasi, dan konflik nonkonvensional.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
KPU Jelaskan Proses Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024
KPU akhirnya menjelaskan proses verifikasi syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
KPU Jelaskan Proses Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024
Indonesia
Penjelasan Detail KPU Soal Verifikasi Ijazah Gibran Saat Pencalonan Pilpres
KPU bertanggung jawab melakukan verifikasi dokumen persyaratan calon, sedangkan penilaian dan penyetaraan pendidikan luar negeri merupakan kewenangan kementerian
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Penjelasan Detail KPU Soal Verifikasi Ijazah Gibran Saat Pencalonan Pilpres
Indonesia
Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Sampai di Meja MK, Putusan Dibacakan Malam Ini
MK akan membacakan putusan gugatan terkait syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka pada Selasa (6/10) pukul 20.00 WIB.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Sampai di Meja MK, Putusan Dibacakan Malam Ini
Indonesia
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Isu-isu strategis yang akan dibahas itu menjadi dasar bagi panja untuk mengundang pihak-pihak terkait guna menyampaikan saran dan masukannya terhadap sistem Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Komisi II DPR juga tetap memperhatikan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemilu hingga masukan-masukan dari akademisi dan masyarakat sipil.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Bagikan