Selebrita

Che (Cupumanik): Sebenarnya yang Paling Sedih itu Rasa Kemanusiaannya

P Suryo RP Suryo R - Senin, 14 Mei 2018
Che (Cupumanik): Sebenarnya yang Paling Sedih itu Rasa Kemanusiaannya

Che Cupumanik, yang pasti terluka adalah kemanusiaan. (Foto: supermusic)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERISTIWA pemboman yang dilakukan segelintir orang mengusik perasaan terdalam Che. Ia tidak melihat isu agama dalam kejadian ini. Sisi kemanusiaan yang terluka, dan ini sangat dirasakan oleh Che. Isu inilah yang bermain di kepalanya dan tak habis pikir mengapa orang dapat tega berbuat seperti itu.

"Selalu sebenarnya yang paling sedih itu rasa kemanusiannya. Karena sentimen agama buat Che nomor sekian. Yang paling tinggi itu nilai kemanusiaan. Kerukunan hidup bersama yang terganggu. Yang lebih sedih itu kerasa banget punya anak kecil ternyata anak kecil ideologinya bisa dipakai orangtua. Itu ironi banget!"

Che memandang Indonesia sangat positif. Persatuan dan kesatuan pada warganya sangat kuat. Ini sudah dibuktikan dengan berbagai peristiwa yang sewarna namun tetap tak tergoyahkan malahan semakin menguat. Bisa jadi hal ini kemudian yang membuat dalang-dalang teror geram hendak memecahbelah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Itu akan selalu menjadi ancaman NKRI. Karena Che menyadari ada banyak pihak manapun yang ingin kita rusak. Yang pengen kita, perang saudara. Pengen banget nyaplok kekayaan negara kita, bumi kita. Dan itulah yang selalu harus dijaga. Karena dimana lagi negara berbagai suku bisa adem ayem. Ini sebenarnya aneh. Ada orang yang usaha terus-terusan pingin kita ribut. Termasuk dari dalam dan luar karena banyak kepentingan politik dan lain-lain. Yang jelas kalau (bom) terjadi di tanah air, sebenarnya kita ikut terluka."

che cupumanik
Harus ada penyuluhan, pendidikan dan dialog. (Foto: bicaramusik)

Menurut Che harus ada tindakan-tindakan yang nyata untuk melenyapkan terorisme di tanah air. Bukan sekedar pemberantasan dengan pendekatan keamanan dan ketertiban saja. Lebih dari itu perlu pula pembinaan secara mental dan intelektual untuk mengikis habis pemahaman yang berbuntut pada terorisme.

"Akar-akar radikalisme ini harus dipecahin. Berarti harus ada penyuluhan, pendidikan dan dialog. Agama tidak pernah salah yang ada orang yang memeluk agama yang salah. Itu yang anak-anak bunuh diri apalagi kalau iming-imingnya ngomongin surga dan neraka. Makanya urusan teologi harus jadi perhatian kita semua."

Che berpikiran bahwa sudah seharusnya orang-orang memikirkan cara untuk membuat semuanya menjadi jauh lebih baik. Seperti hal takut yang dianggap oleh Che dapat memberikan solusi bagi tumbuh dan berkembangnya terorisme di tanah air.

"Takut itu rasa yang diciptakan Tuhan. Takut itu tidak selamanya bermakna buruk. Enggak ada salah sama yang namanya takut. Apalagi takut gagal, takut tidak sukses, takut tidak bisa membahagiaan orangtua, itu rasa takut yang baik. Itu rem yg dibutuhkan manusia."

Ketakutan itu menurut Che membuat kita seharusnya berpikir untuk lebih menjaga anak-anak kita. Jangan sampai dari usia anak-anak sudah dicekoki hal-hal yang berbau ekstrim yang kelak akan menjelma menjadi generasi teror anyar. Ia menekankan bahwa pendidikan yang utama harus berasal dari keluarga kecil.

Sebagai generasi muda sudah seharusnya tampil di depan melawan, jangan hanya diam saja melihat adanya aksi kejahatan di depan mata. Ia pun menekankan bahwa dari kalangannya, musisi, sudah seharusnya lebih banyak berbicara yang pasti akan didengar oleh fans basenya. Dengan demikian pesan-pesan yang baik akan jauh lebih tersampaikan.

che cupumanik
Elu harus bersuara! (Foto: azizdapur)

"Jangan cuma main aman. Jangan cuma peace man, tapi enggak mau bersuara. Ini harus dicatat ya, terlalu banyak orang yang tidak (mau) berbuat kejahatan tapi pun tidak (mau) melawan kejahatan. Apalagi banyak musisi yang didengarkan para pendengar. Elu harus bersuara! Itu pesan dari Che. Sementara elu dipandang sebagai teladan dan idola, itu harus dimanfaatkan."

Che merasa inilah tugasnya menjadi corong yang memberikan pandangan-pandangan positif. Ia tidak perduli apa yang dikatakan orang. Namun selama ini yang ia lakukan ternyata memberikan hasil positif.

"Bayangkan kalau Che enggak vokal di sosmed. Banyak orang yang nge-dm (direct message) Che, bilang makasih udah menyelamatkan dia, nyaris jadi ekstrimis. Dengan pesan-pesan kedamaian itu bisa menolong orang yang nyaris terjun ke jurang. Jadi manfaatkan kekuatan sosmed untuk hal yang baik. Ramah menggunakan sosmed. Jangan jadi bagian hoax yg memperkeruh keadaan."

Sudah saatnya, menurut Che, masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan lebih peka dalam menerima berita yang berseliweran. Jangan merasa bangga karena menshare berita tanpa melakukan check dan recheck sebelumnya.

"Jangan sampai kita jadi peradaban tuna rasa dan tuna empati. Sekarang persoalannya begini, media hari ini berlomba-lomba mengejar iklan, klik, view. Jangan harap kayak dulu ada jurnalisme investigasi. Sekarang yang diperTuhankan klik dan view. Jadi kita yang pinter-pinter lihat sesuatu. 'Ini media bertanggung jawab apa bukan?'. Jangan media berkepentingan dengan isu politik tertentu. Tulis status di sosmed jangan yang memperkeruh keadaan. Teroris itu bukan hanya terjadi di lapangan, jangan-jangan ada di sosmed." (ikh)

#Teroris #Terorisme
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Indonesia
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Presiden RI, Prabowo Subianto, meneken Perpres RAN PE. DPR pun mengapresiasi pencegahan terorisme.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
ShowBiz
Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Dituduh menyatakan kesetiaan kepada Islamic State, membuat bahan peledak, dan mencoba membeli senjata secara ilegal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
 Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Indonesia
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
untuk aspek penegakan hukum, peran Polri tetap menjadi yang utama. Sementara itu, pelibatan TNI akan disesuaikan dengan bentuk dan tingkat ancaman terorisme yang dihadapi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Februari 2026
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
Dunia
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Nama-nama yang masuk dalam daftar tersebut mencakup komandan senior IRGC serta perwira tinggi kepolisian yang diduga bertanggung jawab atas tindakan kekerasan di lapangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Indonesia
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Rencana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tuai kritik. SETARA Institute menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan supremasi sipil dan sistem peradilan pidana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Dunia
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Polisi menyatakan ayah dan anak tersebut tidak menjalani pelatihan atau melakukan ‘persiapan logistik’ di Filipina untuk serangan pada 14 Desember.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
  Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Bagikan