BNPT Cari 8 Korban Bom Kepunton Solo, Biar Segera Dapat Kompensasi Negara
BNPT menemui Wali Kota Solo Respati Ardi mencari korban bom bunuh diri Gereja Kepunton Solo, Selasa (16/9). (Merahputih.com/Ismail)
MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan sosialisasi terkait pasca putusan MK dibuka layanan untuk hak-hak korban terorisme masa lalu yang belum mendapatkan haknya sebelum ditutup kembali pada 2028.
Sebelum ditutup, BNPT tengah mencari delapan korban bom bunuh diri gereja GBIS Kepunton Solo yang terjadi pada 2011.
Kasubdit Pemulihan Korban Aksi Terorisme BNPT, Rahel, mengatakan, korban selanjutnya akan diberikan kompensasi korban terorisme sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
“Ketika ditemukan kami akan melakukan identifikasi, asesmen, lalu setelah ditetapkan menjadi korban aksi terorisme, akan sesuai prosedur diberikan haknya dari negara,” kata Rahel di Balai Kota Solo, Selasa (16/9).
Baca juga:
BNPT Beberkan 4 Sistem Deteksi Dini Cegah Terorisme di 2026
Ia mengatakan, korban terorisme lain dari beberapa peristiwa sudah ditemukan. BNPT akan mencoba mencari korban sesulit apapun mengingat kejadiannya lebih dari 10 tahun.
“Kami minta bantuan Pemkot Solo karena dari delapan korban bom Gereja Kepunton Solo 2011 belum semua ketemu dan diberikan haknya,” pungkasnya
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan BNPT di Balai Kota Solo. Pertemuan ini menyangkut hak para korban teroris di Solo.
“BNPT ke Solo mencari korban peristiwa di GBIS Kepunton Solo. Ada delapan orang baru ketemu satu orang,” kata dia.
Saat ini, ada beberapa korban Kepunton yang hari ini ingin difasilitasi BNPT melalui Pemkot Solo.
Peristiwa di GBIS Kepunton Solo terjadi pada 2011. Ada korban langsung dan tidak langsung. (Ismail/Jawa Tengah).
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
BNPT Sampaikan Rilis Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Polisi Buru Dalang di Balik 'Kamila Hamdi' yang Bikin Warga Depok Geger
Benda Mirip Bom di Depan Gereja GKPS Ternyata Cuma Kayu, Polisi Buru 'Prankster' yang Bikin Jantungan Warga
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan