Cegah Radikalisme, Masyarakat Harus Terus Diingatkan agar Miliki Kepekaan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 19 Oktober 2019
Cegah Radikalisme, Masyarakat Harus Terus Diingatkan agar Miliki Kepekaan

Pengamat Intelijen dan Terorisme Dr Wawan Hari Purwanto (Foto: ANTARA/HO/PMD)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat intelijen dan terorisme Wawan Hari Purwanto mengatakan bahwa masyarakat harus terus diingatkan agar mereka memiliki kepekaan untuk bisa mencegah dan melakukan deteksi dini terhadap tumbuhnya paham-paham radikalisme.

"Karena teroris itu kan berbaur di tengah masyarakat, jadi sikap kritis perlu ditumbuhkan agar masyarakat tidak menelan mentah informasi perlu tabayun dulu. Karena sikap taklid tanpa cross-check bisa membuat mereka percaya membabi buta. Ini yang harus diluruskan dengan dialog dan kajian serta komunikasi antara pejabat atau tokoh serta ulama dengan masyarakat agar terhindar terjadinya miskomunikasi," ujar Wawan di Jakarta, Sabtu (19/10), dikutip Antara.

Baca Juga:

Cegah Radikalisme, Kemenag Banten Sebar 1.600 Penyuluh

Pria yang juga pendiri sekaligus peneliti di Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) ini mengatakan bahwa pemerintah tentunya juga perlu terus melakukan komunikasi dengan masyarakat dengan memperbanyak program terkait deradikalisasi dan lainnya untuk membangun kesadaran publik akan bahayanya paham radikal terorisme tersebut.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Puryono bersama Forkompimda dan masyarakat deklarasikan dukungan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Kabupaten Batang, Jumat. (Foto: Antara/Kutnadi)
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Puryono bersama Forkompimda dan masyarakat deklarasikan menolak radikaliseme dan terorisme, juga dukungan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Kabupaten Batang, Jumat. (Foto: Antara/Kutnadi)

men

"Pemerintah harus dekat dengan rakyat, termasuk pemerintah daerah. Harus ada program kerja yang menyentuh kekosongan, baik kekosongan isi kepala, isi hati dan isi perut secara linier dapat diupayakan secara simultan. Jangan sampai mereka beranggapan bahwa mereka didekati hanya saat diperlukan saja," tuturnya.

Pria kelahiran Kudus, 10 November 1965 ini berpendapat bahwa selama ini masyarakat bersikap acuh tak acuh dengan kondisi di lingkungan sekitarnya karena belum terkena dampak dari aksi terorisme tersebut secara langsung. Sehingga perlu adanya upaya untuk membangun kesadaran masyarakat ini.


"Jika mereka terkena langsung biasanya lantas baru tersadar akan perlunya deteksi dini dan cegah dini. Kita perlu berikan pemahaman secara berkelanjutan dan kita ajak bicara terus agar mereka punya rasa simpati, empati dan partisipasi dalam penanggulangan terorisme," kata Wawan.

Baca Juga:

PKB: Bentengi Anak dan Keluarga dari Radikalisme

Dalam kesempatan tersebut Wawan juga menyampaikan bahwa masyarakat harus terus diajak, dilibatkan dan diminta masukannya terkait masalah penyebaran paham radikal terorisme di tanah air.

"Masyarakat tentunya perlu diajak untuk berperan aktif dan diajak berpikir bagaimana jika tiba-tiba terjadi ledakan seperti di Sibolga, di mana rumah di sekitarnya luluh lantak rata dengan tanah. Inilah perlunya peran aktif dan kepedulian dari masyarakat dan pemerintah," katanya.

Deklarasi menolak paham radikalisme dan menjaga NKRI dipimpin Ketua DPRD Kalimantan Utara, Norhayati Andris, di Tarakan, Sabtu (19/10/2019). ANTARA/Susylo Asmalyah
Deklarasi menolak paham radikalisme dan menjaga NKRI dipimpin Ketua DPRD Kalimantan Utara, Norhayati Andris, di Tarakan, Sabtu (19/10/2019). ANTARA/Susylo Asmalyah


Selain itu, menurut dia, aparat keamanan juga perlu dilibatkan untuk berperan aktif mengajak dan memberdayakan masyarakat dalam membendung paham radikal terorisme tersebut.

"Babinsa dan Babinkamtibmas hingga RT, RW harus terus aktif berkomunikasi dengan warga dan masyarakat. Ajak dan beri pengertian kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan di sekitarnya. Selanjutnya ditindaklanjuti sesuai SOP agar tidak ada kelambatan. Jika ditemukan ada ajaran yang menyimpang maka segera diambil sikap sebelum terlambat," katanya. (*)

Baca Juga:

PKB Minta Program Pencegahan Radikalisme Lebih Masif

#Radikalisme #Terorisme
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Kekerasan yang perlu dicegah tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk nonfisik, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Berita Foto
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Silence momen dan doa dalam acara Peringatan Hari Internasional untuk Peringatan dan Penghormatan bagi Korban Terorisme 2026 di Jakarta, Jum'at (21/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 21 Agustus 2026
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Indonesia
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Ancaman terorisme saat ini sudah mulai bergeser. Kini, internet dijadikan sarana untuk melakukan rekrutmen, kontrapropaganda, hingga pendanaan terorisme
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Bagikan