Cara Tepat Bersikap Kepada Penyintas Pelecehan Seksual
Ada beberapa poin penting ketika berhubungan dengan penyintas kekerasan seksual. (Foto: Unsplash/isco)
RAMAI diberitakan di media massa terjadi kasus kekerasan seksual yang terjadi di sebuah kampus. Kasus kekerasan seksual memang selalu menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Menurut Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2020, angka kekerasan seksual di Indonesia masih menduduki posisi kedua dengan jumlah 1.938 kasus. Angka ini tentunya meningkatkan kewaspadaan masyarakat kepada para pelaku kriminal yang seringkali lolos dari jeratan hukum.
Melansir dari rain.org, ketika berteman dengan penyintas pun, kamu tidak boleh asal bersikap. Jangan sampai kata-kata atau pun perlakuanmu kepada dirinya malah mengingatkan kembali akan trauma yang pernah dialaminya. Para penyintas tentunya membutuhkan lingkungan sosial yang sehat dan suportif agar bisa melanjutkan hidup dengan semangat. Bagaimana cara bersikap yang tepat?
Baca Juga:
1. Jangan dipaksa untuk cerita
Pantang sekali bagi orang awam untuk menyinggung kisah masa lalu korban apalagi berani bertanya secara terang-terangan. Meskipun penyintas kasus pelecehan seksual ini merupakan sahabatmu sendiri, ada baiknya kamu mengalihkan topik-topik pembicaraan ke arah yang lebih positif. Sebagai teman yang baik, kamu wajib menjaga perasaannya agar tidak teringat dengan trauma masa lalu.
2. Cukup mendengarkan
Bertanya mengenai kronologi peristiwa sangat pantang dilakukan. Tetapi ketika seorang penyintas berani terbuka dan cerita kepadamu, jangan khianati kepercayaannya kepadamu dengan sok tahu dan memberikan nasihat. Seringkali mereka hanya perlu didengarkan. Tak mudah menemukan teman yang bisa diajak bicara untuk mencurahkan segala duka di hati bagi para penyintas.
Baca Juga:
3. Ulurkan bantuan
Jika memang kasus pelecehan yang dialami oleh penyintas menemukan jalan buntu, jangan ragu untuk mengulurkan bantuan. Kamu bisa membantu dengan mencarikan organisasi atau LBH yang memang khusus menangani korban pelecehan seksual agar bisa dilanjutkan melalui jalur hukum. Tentu saja kamu memerlukan izin darinya terlebih dahulu dengan tujuan mengurangi angka kasus pelecehan seksual dan membuat pelaku jera.
4. Ajak beraktivitas
Kegiatan yang positif berpotensi membuat seseorang melupakan trauma di masa lalu. Kamu bisa mengajak mereka untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti melukis, olahraga, dan mengikuti seminar motivasi. Tanyakan juga apakah ada aktivitas yang sedang ingin dilakukan oleh dirinya agar kamu bisa ikut menemani. (Mar)
Baca Juga:
Hindari Pelecehan dan Perundungan, Gamer Perempuan Sering Pakai ID Palsu
Bagikan
Berita Terkait
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Ibu Negara Prancis Brigitte Macron Disebut Kena Gangguan Kecemasan karena Dituduh sebagai Laki-Laki
Self-Care Menjadi Ruang Ekspresi dan Refleksi bagi Perempuan, Penting untuk Jaga Kesehatan Mental
The Everyday Escape, 15 Menit Bergerak untuk Tingkatkan Suasana Hati
Smart Posyandu Difokuskan untuk Kesehatan Jiwa Ibu setelah Melahirkan
Kecemasan dan Stres Perburuk Kondisi Kulit dan Rambut
Menyembuhkan Luka Batin lewat Kuas dan Warna: Pelarian Artscape Hadirkan Ruang Aman untuk Gen Z Hadapi Stres