Gaming

Hindari Pelecehan dan Perundungan, Gamer Perempuan Sering Pakai ID Palsu

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 26 Mei 2021
Hindari Pelecehan dan Perundungan, Gamer Perempuan Sering Pakai ID Palsu

Sebagian gamer perempuan tutup identitas demi menghindari pelecehan. (Foto Pixabay 11333328)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KOMUNITAS gaming memang menjangkau berbagai kalangan. Namun, tak semua komunitas mau berbaur secara supel dengan sesama gamer. Sebuah studi mengklaim mayoritas gamer perempuan ternyata menyembunyikan identitas mereka, atau palsu demi menghindari pelecehan.

Seperti dilansir IGN, studi yang diklaim pada Mei 2021 tersebut menyebutkan 59% gamer perempuan ternyata menyembunyikan identitas mereka sebagai perempuan demi menghindari konflik dengan pemain lain.

BACA JUGA:

Mimpi Semua Gamer, Pria ini Punya 99,36% Kaset Game Boy

Pelecehan terhadap gamer perempuan hingga saat ini menjadi isu yang tak kunjung usai. Banyak streamer gamer perempuan juga mengalami pelecehan. Tentu isu tersebut bukan hanya dialami streamer game perempuan, melainkan juga gamer cewek lainnya yang bermain gim secara off-stream.

Salah satu kampanye yang dilakukan komunitas ialah Bully Hunters. Program tersebut dilakukan para profesional dalam bidang gim daring maupun e-sports demi membabat habis orang yang melakukan pelecehan terhadap pemain lain, termasuk gamer perempuan.

Kampanye yang dilakukan demi memberantas perundung dalam gim daring tidak berhenti sampai di sana. Beberapa gim daring seperti Dota 2, Counter-Strike: Global Offensive, League of Legends, Overwatch, dan Valorant yang diklaim mayoritas dimainkan gamer laki-laki juga masih melakukan hal yang sama, yakni melakukan pelecehan terhadap gamer perempuan yang ingin berbaur dengan komunitas.

Pelecehan dan perundungan tersebut di antaranya menghakimi kemampuan gamer perempuan, menutup akses perempuan ke jenjang lebih tinggi termasuk kompetisi, dan berkomentar buruk secara terus-menerus.

Selain itu, sebanyak 44% gamer perempuan yang menjadi responden juga mengalami hubungan maupun pernyataan yang lebih intim yang sebenarnya tidak mereka inginkan.

Responden tersebut, termasuk 88% yang bermain gim berstandar kompetitif, 75% permainan bergenre aksi dan game bergenre survival, dan 66% bermain game first-person shooter. Gim tersebut juga diklaim juga dimainkan gamer pria.

Tren yang sedang berjalan dalam dunia gim daring maupun kompetitif hingga saat ini sudah besar termasuk gamer perempuan. Bukan hanya dari komunitas, melainkan beberapa developer game juga membabat habis perlakuan tidak buruk terhadap sesama gamer. Untuk membuat komunitas lebih baik, berbaurlah tanpa harus memandang gender untuk membuat komunitas menjadi lebih baik.(dnz)

#Gaming #Game
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

The love we take is equal to the love we make

Berita Terkait

Fun
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Panduan TheoTown pemula untuk membangun kota stabil dan cepat berkembang, mulai dari jalan, listrik, pajak, hingga dense zone.
ImanK - Minggu, 11 Januari 2026
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
ShowBiz
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
Simu Liu resmi membintangi film adaptasi game 'Sleeping Dogs' yang disutradarai Timo Tjahjanto. Kisah polisi undercover lawan Triad siap ke layar lebar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 31 Desember 2025
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
Indonesia
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Pemilik platform permainan daring dituntut untuk memberikan verifikasi dan keamanan terhadap siapa yang mengakses.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Desember 2025
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Lifestyle
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Gim ini menarik karena adegan pertarungan tangan kosong dan juga senjata apinya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Fun
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
Film Live-Action terbaru “Street Fighter” akan tayang di bioskop pada 16 Oktober 2026
Wisnu Cipto - Minggu, 14 Desember 2025
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
ShowBiz
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Trailer perdana film Street Fighter dirilis di The Game Awards, menampilkan aksi Ryu dan Ken menuju Turnamen World Warrior. Tayang 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 13 Desember 2025
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Lifestyle
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Ajang IESF WEC 2025 ini dinilai sangat strategis untuk mematangkan tim
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Desember 2025
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Lifestyle
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Timnas MLBB putri memulai turnamen IESF WEC 2025 dengan hasil meyakinkan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 07 Desember 2025
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Indonesia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Proses perekrutan seringkali dimulai dari aktivitas permainan yang terkesan normal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Bagikan