Cara Mencari Passion yang Tepat

P Suryo RP Suryo R - Senin, 14 November 2022
Cara Mencari Passion yang Tepat

Talkshow' Controlling Our Emotion: Finding Our Passion', mengenal passion dalam diri. (Humas ITB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DORONGAN, ketertarikan atau passion dapat membuat seseorang melakukan banyak hal. Sisi positifnya, mereka akan merasa sanggup dan senang melakukannya. Tetapi bagaimana cara menentukan passion yang tepat buat kita?

“Passion adalah ketertarikan kita terhadap sesuatu yang memicu kita untuk bertindak dengan rasa cinta dan minat," terang psikiater di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung, Ayu Prasetia, dalam talkshow Controlling Our Emotion: Finding Our Passion di Auditorium CC Timur ITB pada Sabtu (12/11).

Pada acara yang diselenggarakan Direktorat Kemahasiswaan ITB dan Keluarga Mahasiswa ITB itu, Ayu Prasetia menambahkan bahwa passion berkaitan erat dengan proses mencari nilai diri sendiri. Banyak orang tidak sadar terhadap nilai diri mereka. Oleh sebab itu, mereka mengalami kesusahan dalam mengetahui passion mereka apa.

Baca Juga:

Banyak Anak Banjir Berkah, Benarkah?

passion
Banyak orang tidak sadar terhadap nilai diri mereka. (Pexels/Pixabay)

Cara mengetahui passion bagaimana? “Pertama, kita harus mengenali diri sendiri dan berkaca apa yang kita suka, apa yang kita senang lakukan, kita minatnya ke mana. Setelah itu, kita bisa melihat banyak nilai yang tersembunyi dalam masing-masing,” jelas Ayu.

Walaupun berbeda, passion ada kaitannya dengan bakat dan minat seseorang. Salah satu psikolog di BK ITB, Isriana menjelaskan bahwa bakat berasal dari lahir. Namun mayoritas orang tidak tahu persis bakat mereka apa. Selain itu, minat seseorang dapat ditemukan sepanjang hidup. Contohnya hal yang mereka lakukan membuatnya senang, itu bisa dibilang sebagai minat.

Mencari passion adalah sebuah proses trial-and-error yang sangat panjang. Ketersediaan individu dibutuhkan dalam pencariannya. Selanjutnya, passion ada dorongan internal dan eksternal, dan kedua faktor ini menentukan jika passion yang kita ketahui adalah passion sejati kita.

“Ada beberapa kasus di mana hal yang kita pikir adalah passion ternyata bukan passion kita (yang) sebenarnya. Contohnya, passion yang kita lakukan terjadi karena disuruh orangtua. Sedangkan kita sadar jauh di lubuk hati kita bahwa sebetulnya kita tidak suka atau tidak merasakan apapun dari passion ini. Maka itu, kita harus mengingat bahwa itu bukan passion kalau tidak ada cinta sama sekali,” terang Isriana.

Tidak ada salahnya untuk mahasiswa yang baru mulai atau di tengah pencarian passion hidupnya. “Kita tidak tahu kapan passion kita bisa berubah,” ujar Altito Apprizal, mahasiswa TI ITB.

Menurut Altito, di lingkungan mahasiswa banyak kegiatan yang bisa diikuti. Lewat pengalaman berorganisasi dan kemahasiswaan, itu bisa menjadi cara menemukan passion.

“Mengeksplorasi banyak hal dan terjun dalam hal tersebut tanpa membatasi diri sendiri sangat membantu dalam pencarian kalian. Dari sini kita dapat melihat peluang apa saja yang ada dan mengetahui apa yang kita bisa lakukan di hidup kita. If you never try, you’ll never know how to know yourself better,” katanya.

Baca Juga:

Cara Menangani Anak Strong-Willed

passion
Kita harus mengingat bahwa itu bukan passion kalau tidak ada cinta sama sekali. (Pexels/Skylar Kang)

Dalam acara bincang-bincang itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Jaka Sembiring, menyampaikan kegiatan ini sangat penting bagi mahasiswa.

“Kita di ITB tentu ingin menghasilkan lulusan alumni yang tidak hanya terampil di bidang hard-competency. Tetapi juga di bidang soft-competence. Kedua kompetensi ini dapat kita kuasai bila mencapai keseimbangan dalam hidup, maka mengendali emosi kita tentu dapat membantu menyeimbangkan hal-hal di hidup dan menemukan jawaban ke permasalahan kita,” kata Jaka.

Selain itu, pembimbing BK ITB Hendri Syamsudin, menambahkan ITB sangat serius dalam membimbing mahasiswanya, dan salah satu permasalahan yang sering ditemukan dalam mereka terkait dengan pengendalian emosi.

Mewakili panitia, Elnaya Pillian, selaku Menteri EPKM dari Kemenkoan KESMA KM ITB 2022/2023, menambahkan bahwa acara ini sebagai wujud mengadvokasi kesehatan mental di lingkungan kampus.

“Salah satu ajaran OSKM ITB adalah ‘konsekuensi dari orang yang terdidik adalah mendidik orang lain’. Karena inilah mendidik dan mengedukasi kesehatan mental akan terus menjadi tugas kita sebagai mahasiswa untuk membantu orang-orang, dan kita berharap mereka dapat pulang dengan bekal ilmu yang baru,” katanya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Mengubah Stigma Kesehatan Mental, Cara Pandang yang Benar

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan