Kesehatan Mental

Mengubah Stigma Kesehatan Mental, Cara Pandang yang Benar

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 08 November 2022
Mengubah Stigma Kesehatan Mental, Cara Pandang yang Benar

Stigma mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia yang hidup dengan kondisi kesehatan mental. (freepik/rawpixels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KITA telah menempuh perjalanan jauh dalam memandang dan berbicara tentang kesehatan mental. Hal itu tidak mengejutkan, melansir laman Healthline menyatakan 1 dari 5 orang dewasa di Amerika Serikat hidup dengan kondisi kesehatan mental.

Tapi masih ada stigma seputar kesehatan mental. Faktanya, ini adalah stigma yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia yang hidup dengan kondisi kesehatan mental. Ini memengaruhi mulai dari hubungan sosial dan peluang profesional mereka hingga cara mereka memandang diri mereka sendiri.

Kami akan mengeksplorasi lebih banyak tentang apa itu stigma kesehatan mental, dan bagaimana kita semua dapat bekerja untuk mengatasi hal ini dan meningkatkan kehidupan orang-orang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental.

Baca Juga:

Sinar Ultraviolet Lebih Bahaya daripada Sinar Biru Gawai

stigma
Stigma kesehatan mental dapat memiliki dampak yang sangat negatif pada kehidupan orang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental. (freepik/freepik)

Apa itu stigma gangguan jiwa?

Menurut American Psychological Association (APA) , stigma terjadi ketika orang dipandang negatif karena memiliki karakteristik tertentu, baik itu mental, fisik, atau lainnya.

“Stigma kesehatan mental” atau “stigma penyakit mental” mengacu pada stigma yang melekat pada kondisi kesehatan mental dan diskriminasi yang dapat terjadi pada orang yang hidup bersamanya.

Mengapa distigmatisasi?

Kesehatan mental sering distigmatisasi karena kurangnya pemahaman tentang apa itu kondisi kesehatan mental dan bagaimana rasanya hidup dengan kondisi kesehatan mental. Stigma juga bisa muncul dari pemikiran pribadi atau keyakinan agama tentang orang yang memiliki kondisi kesehatan mental.

Umumnya, kurangnya pemahaman tentang kesehatan mental, serta asumsi berbahaya tentang orang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental, inilah inti dari bias atau stigma. Hal ini dapat mengakibatkan penghindaran, penolakan, infantilisasi, dan diskriminasi lainnya terhadap orang-orang yang memiliki kelainan saraf atau memiliki kondisi kesehatan mental.

Terdapat tiga jenis stigma, yaitu : stigma publik, stigma diri, dan stigma institusional.

1. Stigma publik


Stigma ini mengacu pada sikap negatif seputar kesehatan mental dari orang-orang di masyarakat.

2. Stigma diri


Ini menggambarkan stigma internal yang dirasakan orang dengan kondisi kesehatan mental tentang diri mereka sendiri.

3. Stigma institusional


Merupakan jenis stigma sistemik yang muncul dari korporasi, pemerintah, dan institusi lainnya.

Baca Juga:

Mengupil dapat Menyebabkan Alzheimer, Benarkah?

kesehatan
Bagikan kisah untuk mendidik orang tentang bagaimana rasanya hidup dengan kondisi kesehatan mental menjadi mengurangi kesalahpahaman dan penilaian tentang kesehatan mental. (freepik/freepik)

Meskipun ada tiga kategori stigma kesehatan mental di masyarakat, namun berikut adalah beberapa contoh umum yang mungkin bisa kamu perhatikan, yaitu :

- Ketika orang dipandang sebagai pencari perhatian atau lemah ketika mereka mencoba untuk menjangkau dan mendapatkan bantuan profesional.

- Ketika orang lain menggunakan bahasa yang berbahaya, seperti “gila” untuk menilai atau meremehkan orang yang memiliki kondisi kesehatan mental.

- Ketika orang membuat lelucon tentang kesehatan mental atau kondisi tertentu.

- Ketika orang menghindari orang lain dengan kondisi kesehatan mental tertentu, seperti skizofrenia, karena takut atau salah paham.

- Ketika keluarga atau teman memberi tahu seseorang tentang kondisi depresi.

- Ketika seseorang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental memandang dirinya tidak berharga atau merendahkan dirinya sendiri karena kondisinya.

- Ketika perusahaan menolak untuk mempekerjakan seseorang atau memberi mereka akomodasi yang memadai karena kesehatan mental mereka.

- Ketika orang melihat contoh neurodivergensi sebagai penyakit atau sesuatu yang harus disembuhkan.

Menurut hasil penelitian terbaru, kondisi kesehatan mental lebih cenderung distigmatisasi dan diremehkan daripada kondisi kesehatan fisik. Dan hasilnya bervariasi berdasarkan kondisi dan hasilnya skizofrenia menjadi yang paling distigmatisasi, dan gangguan obsesif-kompulsif (OCD) menjadi yang paling diremehkan.

Dampak dari stigma dan diskriminasi

Stigma kesehatan mental dapat memiliki dampak yang sangat negatif pada kehidupan orang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental. Bahkan, stigma seringkali dapat menyebabkan konsekuensi mental, sosial, atau bahkan profesional bagi orang-orang yang distigmatisasi.

Stigma diri bahkan dapat menghambat kemampuan seseorang untuk pulih dari kondisi kesehatan mental. Dalam satu lebih kecil belajar dari tahun 2018 peneliti menemukan bahwa tingkat stigma diri yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan pemulihan dari kondisi kesehatan mental.

Selain itu, stigma kesehatan mental sosial dapat menyebabkan isolasi dari teman atau keluarga. Orang dengan kondisi kesehatan mental mungkin mengalami intimidasi atau pelecehan dari orang lain atau bahkan mungkin kekerasan fisik. Ketika orang lain memiliki pandangan yang menghakimi tentang kesehatan mental, akan sulit bagi orang yang hidup dengan kondisi ini untuk membangun hubungan dengan mereka.

Pada stigma di dunia profesional dapat menyebabkan lebih sedikit peluang untuk berprestasi di sekolah dan lebih sedikit peluang untuk maju di tempat kerja. Orang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental mungkin mengalami kesulitan memenuhi kewajiban sekolah atau pekerjaan, terutama jika mereka memiliki masalah dengan teman sekelas, guru, rekan kerja, atau bos.

Ikuti hal berikut ini sebagai langkah kamu mengatasi dan mengurangi stigma kesehatan mental, yaitu :

- Pelajari tentang kesehatan mental.

- Gunakan kata-kata dengan hati-hati.

- Ikut serta dalam kampanye.

- Bagikan kisah untuk mendidik orang tentang bagaimana rasanya hidup dengan kondisi kesehatan mental atau orang yang hidup dengan kondisi tersebut, ini dapat membantu mengurangi kesalahpahaman dan penilaian yang dirasakan orang. (DGS)

Baca Juga:

Waspada Lima Penyakit Penyerta di Musim Hujan

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Fun
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Riset ASICS menunjukkan bahwa hanya dengan 15 menit 9 detik aktivitas fisik, suasana hati dapat mulai meningkat secara signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Indonesia
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Pemerintah tidak bisa lagi menggunakan pendekatan seragam yang menyamakan wilayah perkotaan dengan daerah terpencil dalam urusan pelayanan kesehatan dasar.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Indonesia
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Masyarakat perlu memahami gejala Flu Singapura agar dapat melakukan penanganan lebih dini apabila menemukan tanda-tanda penyakit tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Lifestyle
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Ramalan shio besok 19 Juni 2026: prediksi asmara, karier, keuangan, hingga 5 shio paling beruntung dengan peluang rezeki dan keberuntungan besar.
ImanK - Kamis, 18 Juni 2026
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Lifestyle
5 Shio Paling Beruntung Besok 16 Juni 2026, Cek Asmara dan Keuangan Anda!
Ramalan shio besok 16 Juni 2026 lengkap. Simak prediksi asmara, karier, keuangan, kesehatan 12 shio serta 5 shio paling beruntung hari ini.
ImanK - Senin, 15 Juni 2026
5 Shio Paling Beruntung Besok 16 Juni 2026, Cek Asmara dan Keuangan Anda!
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Kabar Baik, Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Sembuh tanpa Obat
Diabetes melitus merupakan penyakit menahun yang diderita seumur hidup.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Kabar Baik, Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Sembuh tanpa Obat
Lifestyle
Ramalan Shio Besok 14 Juni 2026: Asmara, Karier, Keuangan, Kesehatan, Siapa yang Paling Beruntung?
Ramalan shio besok Minggu, 14 Juni 2026 lengkap untuk 12 shio. Simak peruntungan asmara, karier, keuangan, kesehatan serta 5 shio paling beruntung yang diprediksi banjir hoki
ImanK - Sabtu, 13 Juni 2026
Ramalan Shio Besok 14 Juni 2026: Asmara, Karier, Keuangan, Kesehatan, Siapa yang Paling Beruntung?
Lifestyle
Ramalan Shio 13 Juni 2026: Naga Panen Keberuntungan, Ular Waspada Pengeluaran Mendadak
Ramalan shio besok 13 Juni 2026 lengkap untuk Tikus hingga Babi. Simak prediksi asmara, karier, keuangan, kesehatan, masalah yang muncul dan saran terbaik.
ImanK - Jumat, 12 Juni 2026
Ramalan Shio 13 Juni 2026: Naga Panen Keberuntungan, Ular Waspada Pengeluaran Mendadak
Lifestyle
Ramalan Shio 12 Juni 2026: Bagaimana Asmara dan Keuangan Anda Hari Ini?
Ramalan shio hari ini 12 Juni 2026 untuk Tikus hingga Babi. Simak prediksi asmara, karier, keuangan, kesehatan, masalah yang perlu diwaspadai, dan shio paling beruntung
ImanK - Kamis, 11 Juni 2026
Ramalan Shio 12 Juni 2026: Bagaimana Asmara dan Keuangan Anda Hari Ini?
Lifestyle
Hati Hati Sakit Kepala Terus Terusan Saat Bangun Pagi, Bisa Jadi Gejala Tumor Otak
Pertumbuhan sel abnormal di dalam atau di sekitar otak yang dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga kepala, serta menimbulkan berbagai keluhan dan masalah kesehatan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Hati Hati Sakit Kepala Terus Terusan Saat Bangun Pagi, Bisa Jadi Gejala Tumor Otak
Bagikan