Cara Memilih dan Menyimpan Telur Supaya Tetap Berkualitas

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 20 April 2023
Cara Memilih dan Menyimpan Telur Supaya Tetap Berkualitas

Telur yang baik memiliki cangkang yang bersih dan tidak retak. (Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELAIN daging, ikan, dan susu, telur menjadi salah satu bahan hewani yang dikonsumsi oleh manusia. Dokter Spesialis Gizi dr. Marya Haryono menjelaskan salah satu cara terbaik untuk memilih telur adalah yang memiliki cangkang yang bersih serta tidak retak.

“Kalau dibanding-bandingkan juga kadang kita enggak bisa tahu. Tapi pilihlah telur yang bersih dan tidak ada retakan,” kata dr. Marya dikutip Antara.

Baca Juga:

Ahli Ungkap Cara Merebus Telur yang Sempurna

telur
Telur lama memiliki kondisi kuning telur yang tidak utuh apabila dipecahkan. (Pexels/Estudio Gourmet)

Telur didominasi oleh kandungan vitamin dan protein yang menjadi wadah yang baik untuk perkembangan bakteri dan kuman sehingga menjadi tempat yang gampang untuk terkontaminasi. Maka itu, cangkang telur harus dalam kondisi utuh dan tidak ada retakan.

Ia juga menjelaskan perbedaan telur yang masih baru dan yang telah lama. Telur lama memiliki kondisi kuning telur yang tidak utuh apabila dipecahkan.

“Terus ciri-ciri telur yang sudah diproduksi terlalu lama, ketika dipecahkan kuningnya enggak utuh. Nah ini masih bisa diproduksi tapi kualitas dan rasanya juga lebih turun dari yang fresh,” tambahnya.

Direktur PT Inti Prima Satwa Sejahtera Robby Tjahya Dharma G juga memberikan cara untuk menjaga kualitas telur agar nutrisinya tidak berkurang adalah dengan menjauhkannya dari tempat yang panas.

Penyimpanan telur di suhu ruangan itu sudah baik, tetapi apabila ingin memperlama waktu penyimpanannya bisa diletakkan di kulkas atau pendingin. Jika ingin menyimpannya dalam kulkas, sebaiknya pastikan tidak ada makanan yang memiliki bau karena telur dapat menyerap bau.

Baca Juga:

Pahami Hemofilia, Kondisi Pembekuan Darah Abnormal

telur
Telur yang sehat memiliki permukaan cangkang yang halus, mengkilap, dan tidak retak. (Pexels/Monserrat Soldú)

“Sarannya sih taruh di suhu ruangan saja gak apa-apa, yang penting enggak kepanasan. Jadi, jangan ditaruh di dekat kompor atau dekat kulkas karena kulkas ada kompresornya ya. Nah, itu bisa bikin telur jadi encer dan memperpendek masanya,” kata Robby.

Pada umumnya, Robby menjelaskan bahwa telur bisa bertahan kurang lebih hingga 28 hari. Namun, kondisi tersebut kembali lagi bergantung pada cara individu memilih dan menyimpan telurnya di rumah.

Menurut Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH), telur yang sehat memiliki sejumlah ciri fisiknya, seperti permukaan cangkang yang halus, mengkilap, tidak retak, dan tidak ada kotoran ayam, dan noda hitam atau pengapuran.

Untuk menguji telur yang baik juga bisa menggunakan larutan garam. Telur dengan kualitas yang baik akan tenggelam dalam larutan garam 10 persen. Sedangkan telur yang jelek akan mengapung karena terdapat kantung udara. (vca)

Baca Juga:

Tips Tetap Sehat Ketika Shift Malam

#Kesehatan #Kuliner
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan