Calon 'Anak Tiri' Jokowi di Periode Kedua Versi ICW

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 15 Oktober 2019
Calon 'Anak Tiri' Jokowi di Periode Kedua Versi ICW

Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai di penghujung pemerintahan periode pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih gagal dalam melakukan pemberantasan korupsi dan penegakan hukum.

Berbagai wacana agenda di sektor politik dan penegakan hukum bahkan tidak tersentuh, termasuk reformasi parpol dari pratik korupsi. ICW menengarai isu pemberantasan korupsi di kalangan elit politik bakal kembali menjadi 'anak tiri' di periode kedua kepemimpinan Jokowi hingga 2024 nanti.

"Padahal problem korupsi di indonesia tidak bisa dilepaskan dari permasalahan korupsi di parpol," kata Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz, dalam rilis resminya, Jakarta, Selasa (15/10).

Baca Juga

Masih Percaya Korupsi di Indonesia Bisa Dihentikan?

Indonesia Corruption Watch (ICW)
Indonesia Corruption Watch

Donal memprediksi Jokowi akan kembali menghadapi persoalan yang sama di sektor politik dan hukum. Apalagi, lanjut dia, masih banyak agenda Nawacita di periode pertama yang tidak tuntas.

"Ironisnya, Jokowi tak lagi bicara Nawacita di periode kedua. Pidato di Sentul beberapa waktu lalu seolah-olah meninggalkan Nawacita dari agendanya. Tiba-tiba presiden dalam pidatonya tak bicara bagaimana Nawacita pertama, apa capaian dan apa yang akan dilanjutkan di periode kedua. Tak pernah disentuh oleh Jokowi," kritik Donal.

Baca Juga

Banyak Kepala Daerah Jadi Tersangka Korupsi, Pengamat: Revisi UU Pemilu

Menurut dia, saa ini Jokowi juga memiliki masalah soal pemberantasan korupsi ke depan seperti berlakunya revisi UU KPK yang berpotensi memandulkan lembaga antirasuah. Kata dia, sayang terlihat tak ada niat Jokowi mengeluarkan Perppu untuk membatalkan revisi UU yang bakal resmi berlaku Kamis (17/10) mendatang.

"Tanggal 17 Oktober akan berlaku UU KPK revisi kedua. Hanya 3 hari lagi UU KPK secara hukum akan berlalu. Artinya, pasca-17 Oktober, KPK, sampai dewan pengawas dibentuk tidak lagi bisa melakukan penindakan. KPK vakum secara kewenangan penindakan. Karena proses penindakan KPK harus dapat izin dewan pengawas," ungkap Donal.

Baca Juga

Akar Historis Korupsi di Indonesia

Donal melihat KPK sampai Desember tak bisa melakukan penindakan. Wajar, kata dia, jika publik melihat penindakan korupsi dan reformasi lembaga hukum akan jadi isu anak tiri di pemerintahan periode kedua. "Itu hal paling nyata di depan mata kita bicara kerja penegakan hukum," tegasnya.

Presiden Jokowi Pemberantasan Korupsi
Presiden Jokowi

"Jokowi hanya bicara investasi dan perizinan. Persoalan pemberantasan korupsi dikecilkan hanya pada persoalan perizinan bahkan dibentuk satgas pungli. Yang kita enggak tahu gimana pencapaian pembentukan satgas pungli itu," imbuh dia.

"Jadi, hanya dikerdilkan pemberantasan korupsi. Korup yang lebih besar, Grand corruptionnya jadi isu yang tak disentuh secara komplit dan tegas oleh Jokowi," tutup Donal. (Knu)

Baca Juga

Pemberantasan Korupsi Masih Jadi Perhatian Utama Pemerintahan Jokowi Jilid 2

#ICW #Presiden Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
ICW Buka 56 Kasus Korupsi Kehutanan ke Publik, Negara Rugi Rp 4,8 Triliun
ICW mengungkap 56 kasus korupsi kehutanan sepanjang 2010–2025 dengan kerugian negara Rp 4,8 triliun. Modus terbanyak penyalahgunaan wewenang. Simak detailnya.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
ICW Buka 56 Kasus Korupsi Kehutanan ke Publik, Negara Rugi Rp 4,8 Triliun
Indonesia
Pengadaan Burung Merpati Rp 305 Juta di Istana Disorot ICW, Segini Rinciannya
Pengadaan burung merpati Rp 305 juta disoroti ICW. Lalu, berapa biaya harga merpati lokal per ekornya?
Soffi Amira - Jumat, 21 Agustus 2026
Pengadaan Burung Merpati Rp 305 Juta di Istana Disorot ICW, Segini Rinciannya
Indonesia
ICW Kritik Anggaran Burung Merpati Rp 305 Juta di Perayaan HUT ke-81 RI
ICW menyoroti pengadaan burung merpati Rp 305 juta dalam perayaan HUT ke-81 RI. Pengadaan tersebut dinilai berlebihan.
Soffi Amira - Kamis, 20 Agustus 2026
ICW Kritik Anggaran Burung Merpati Rp 305 Juta di Perayaan HUT ke-81 RI
Indonesia
ICW Nilai Pembentukan URI Kontradiktif dengan Kebijakan Efisiensi Belanja Negara
Menurut ICW, pemerintah seharusnya lebih dahulu membenahi berbagai persoalan mendasar di dunia pendidikan tinggi.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
ICW Nilai Pembentukan URI Kontradiktif dengan Kebijakan Efisiensi Belanja Negara
Indonesia
ICW Wanti-Wanti DPR: Penunjukan PAW Anggota Ombudsman Harus Transparan dan Akuntabel
ICW meminta DPR berpegang pada hasil seleksi yang telah dilakukan sebelumnya serta mengutamakan integritas calon.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
ICW Wanti-Wanti DPR: Penunjukan PAW Anggota Ombudsman Harus Transparan dan Akuntabel
Indonesia
ICW Bongkar Dugaan Mark Up Rp 49,5 Miliar di Proyek Sertifikasi Halal BGN
ICW membongkar adanya dugaan mark up proyek sertifikasi halal BGN. ICW pun meminta KPK menyelidiki proyek tersebut.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
ICW Bongkar Dugaan Mark Up Rp 49,5 Miliar di Proyek Sertifikasi Halal BGN
Indonesia
ICW Soroti LHKPN Prabowo Belum Muncul di Situs KPK, Transparansi Dipertanyakan
ICW menyoroti LHKPN Prabowo dan 38 pejabat Kabinet Merah Putih. LHKPN tersebut belum muncul di situs KPK.
Soffi Amira - Rabu, 06 Mei 2026
ICW Soroti LHKPN Prabowo Belum Muncul di Situs KPK, Transparansi Dipertanyakan
Indonesia
ICW Kritik Putusan PN Jakpus Tolak Gugatan Pendidikan Gratis, Soroti Potensi 76 Ribu Anak Tak Tertampung
ICW mengkritik putusan PN Jakarta Pusat yang menolak gugatan citizen lawsuit pendidikan dasar gratis di Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Maret 2026
ICW Kritik Putusan PN Jakpus Tolak Gugatan Pendidikan Gratis, Soroti Potensi 76 Ribu Anak Tak Tertampung
Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
ICW Kritik Penunjukan Adies Kadir dan Thomas Djiwandono, Dinilai Ancam Independensi MK dan BI
ICW menilai penunjukan Adies Kadir sebagai hakim MK dan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI berpotensi melemahkan meritokrasi serta mengancam independensi lembaga negara.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Januari 2026
ICW Kritik Penunjukan Adies Kadir dan Thomas Djiwandono, Dinilai Ancam Independensi MK dan BI
Bagikan