ICW Nilai Pembentukan URI Kontradiktif dengan Kebijakan Efisiensi Belanja Negara

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
ICW Nilai Pembentukan URI Kontradiktif dengan Kebijakan Efisiensi Belanja Negara

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap sistem seleksi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden))

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PEMBENTUKAN Universitas Republik Indonesia (URI) mendapat kritik dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Lembaga antikorupsi itu menilai pendirian institusi baru di tengah kebijakan efisiensi anggaran berpotensi menimbulkan kontradiksi dalam kebijakan pemerintah.nSorotan tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur URI dan Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI di Istana Negara pada 22 Juli 2026.


Peneliti ICW Nisa Zonzoa mengatakan pembentukan URI membutuhkan pembiayaan besar, mulai dari penyediaan infrastruktur, kelembagaan, hingga sumber daya manusia.


"Di satu sisi pemerintah meminta kementerian, lembaga, dan masyarakat melakukan efisiensi anggaran. Di lain sisi, pemerintah membentuk institusi baru yang tentu membutuhkan biaya operasional dan kelembagaan," ujar Nisa, Rabu (29/7).


Menurut ICW, pemerintah seharusnya lebih dahulu membenahi berbagai persoalan mendasar di dunia pendidikan tinggi. Hingga kini, tantangan seperti mahalnya biaya kuliah, keterbatasan daya tampung perguruan tinggi negeri, ketimpangan akses pendidikan, hingga peningkatan kualitas dosen dan riset masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Baca juga:

Pemerintah Siapkan Kuliah Gratis di Universitas Republik Indonesia, Biaya Ditanggung APBN




Nisa menilai peningkatan mutu perguruan tinggi yang sudah ada lebih mendesak ketimbang mendirikan institusi baru. Tak hanya itu, ICW juga meminta pemerintah segera menjelaskan dasar hukum pembentukan URI. Kejelasan regulasi dinilai penting agar tidak muncul persoalan mengenai status kelembagaan, tata kelola, kewenangan, maupun hubungan URI dengan sistem pendidikan tinggi nasional.


ICW juga mempertanyakan urgensi pendirian URI. Menurut Nisa, Indonesia telah memiliki sejumlah lembaga yang memiliki fungsi pengembangan kapasitas aparatur negara, seperti IPDN, LAN, dan Lemhannas.


Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu membuktikan terlebih dahulu adanya kebutuhan yang belum dapat dipenuhi lembaga-lembaga tersebut sebelum membentuk universitas baru. Lebih lanjut, ICW menegaskan pembentukan institusi baru harus didasarkan pada kajian kebutuhan yang komprehensif, disertai proses yang terbuka dan akuntabel.


Menurut Nisa, transparansi menjadi syarat penting agar kebijakan tersebut tidak berujung pada pemborosan anggaran negara, duplikasi fungsi kelembagaan, maupun membuka ruang konflik kepentingan dalam penggunaan dana publik.


ICW berharap pemerintah segera memberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai landasan pembentukan URI sehingga polemik yang berkembang di tengah masyarakat dapat dijawab secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.(Pon)

Baca juga:

Komisi X DPR akan Panggil Kemendiktisaintek, Minta Penjelasan Pendirian Universitas Republik Indonesia

#Presiden Prabowo #Universitas Republik Indonesia #ICW
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Siapkan Pendidikan Negeri Gratis, dari SD hingga Perguruan Tinggi tanpa Bayaran
Rencana tersebut merupakan bagian dari komitmen Prabowo untuk memperluas akses pendidikan yang layak dan setara bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Presiden Prabowo Siapkan Pendidikan Negeri Gratis, dari SD hingga Perguruan Tinggi tanpa Bayaran
Indonesia
Soal Wacana Reshuffle Presiden Prabowo, PKS: jangan Ada lagi Menteri Kena Kasus Korupsi
Meminta Prabowo memiliki parameter yang jelas dalam mengevaluasi anggota kabinet.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Soal Wacana Reshuffle Presiden Prabowo, PKS: jangan Ada lagi Menteri Kena Kasus Korupsi
Indonesia
DPR Dukung Prabowo Gratiskan Pendidikan dari SD hingga PTN, Harus Dibarengi Pemenuhan Gizi Anak
Anggota Komisi X DPR RI Elnino M Husein Mohi mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan biaya pendidikan.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
DPR Dukung Prabowo Gratiskan Pendidikan dari SD hingga PTN, Harus Dibarengi Pemenuhan Gizi Anak
Indonesia
100 Tahun Gontor: Prabowo Hadir, Mushaf Al-Qur'an Karya Santri Diluncurkan
Presiden Prabowo menghadiri puncak peringatan 100 tahun Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu 19 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
100 Tahun Gontor: Prabowo Hadir, Mushaf Al-Qur'an Karya Santri Diluncurkan
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Pangkas Dana Transfer ke Daerah, Presiden Prabowo: Banyak Pemda tak Gunakan Anggaran dengan Baik
Presiden mencontohkan masih adanya anggaran pemerintah daerah yang justru tersimpan di perbankan atau tidak dapat digunakan akibat persoalan di tingkat daerah.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Pangkas Dana Transfer ke Daerah, Presiden Prabowo: Banyak Pemda tak Gunakan Anggaran dengan Baik
Indonesia
Presiden Prabowo Sentil Pejabat yang ‘tak Bisa Disentuh’, Kritik Fenomena ‘Raja Kecil’ di Pemerintahan
Menyebut fenomena birokrasi yang tidak mau diatur itu sebagai sebagai 'raja kecil' dalam institusinya.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Sentil Pejabat yang ‘tak Bisa Disentuh’, Kritik Fenomena ‘Raja Kecil’ di Pemerintahan
Indonesia
Presiden Prabowo Spill akan Ada Investasi Besar Masuk ke Indonesia
Aktivitas investasi tetap berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Spill akan Ada Investasi Besar Masuk ke Indonesia
Indonesia
SDM di Berbagai Institusi Bermasalah, Alasan Presiden Prabowo Bentuk URI
Pemerintah harus menyiapkan langkah yang konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
 SDM di Berbagai Institusi Bermasalah, Alasan Presiden Prabowo Bentuk URI
Indonesia
Presiden Prabowo Ungkap 3 Masalah Bangsa yang Harus Segera Dibereskan: Pangan, BBM, Kemiskinan
Kebutuhan pangan dan energi menjadi prioritas utama pemerintah karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Ungkap 3 Masalah Bangsa yang Harus Segera Dibereskan: Pangan, BBM, Kemiskinan
Bagikan