Bus Pembawa Jemaat Kristen Koptik Ditembaki, 23 Tewas

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 26 Mei 2017
Bus Pembawa Jemaat Kristen Koptik Ditembaki, 23 Tewas

Pelayat mengangkat jenazah ke gereja Koptik yang diledakkan di Tanta, Mesir, Minggu (9/4). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sebuah serangan terjadi terhadap sebuah bus yang membawa jemaat Kristen Koptik di Mesir selatan, Jumat (26/5). Serangan mematikan itu menyebabkan setidaknya 23 orang tewas dan 25 lainnya luka-luka. Demikian sebuah pernyataan juru bicara kementerian kesehatan seperti dilansir Telegraph.

Khaled Megahed mengatakan, para korban luka dibawa ke beberapa rumah sakit di dekat Kota Minya.

Bus yang membawa jemaat tersebut sedang menuju Biara Anba Samuel di terletak di selatan Kairo. Saat itu, orang bersenjata menembaki kendaraan tersebut saat sedang melaju.

Belum diketahui siapa yang bertanggung jawab terhadap serangan ini.

Serangan terhadap orang-orang Kristen telah meningkat selama setahun terakhir di Mesir. Kelompok bersenjata menyalahkan mereka dalam tuduhan menudukung tentara untuk menggulingkan Presiden Mohammad Morsi 2013 lalu.

Baca juga berita lainnya dalam: Donald Trump Jadwalkan Lawatan Ke Mesir

#Terorisme #Kairo #Mesir
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Dunia
Gerbang Rafah Pintu Masuk Gaza dari Mesir Kembali Dibuka 2 Arah
Shaath menegaskan pentingnya pembukaan kembali jalur Rafah bagi warga Gaza, sekaligus menjadi momentum mewujudkan perdamaian di antara Israel dan Palestina.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Gerbang Rafah Pintu Masuk Gaza dari Mesir Kembali Dibuka 2 Arah
Indonesia
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Rencana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tuai kritik. SETARA Institute menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan supremasi sipil dan sistem peradilan pidana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Olahraga
Daftar Lengkap Kontestan 16 Besar dan Jadwal Terbaru Piala Afrika 2025
Fase grup berakhir, babak knockout dimulai Sabtu 3 Januari 2026
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Januari 2026
Daftar Lengkap Kontestan 16 Besar dan Jadwal Terbaru Piala Afrika 2025
Dunia
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Polisi menyatakan ayah dan anak tersebut tidak menjalani pelatihan atau melakukan ‘persiapan logistik’ di Filipina untuk serangan pada 14 Desember.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
  Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Indonesia
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Pelaku menggunakan akun email milik mantan pacarnya dan mengaku sebagai dirinya. Hal ini dilakukan untuk mengelabui agar identitas aslinya tak terlacak.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Dunia
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Akram juga menghadapi 40 dakwaan menyebabkan luka berat dengan niat membunuh, serta satu dakwaan melakukan tampilan publik simbol organisasi teroris terlarang.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
 Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Dunia
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan kejadian di Bondi itu merupakan peristiwa yang mengejutkan dan sangat memprihatinkan
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 Desember 2025
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Indonesia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Proses perekrutan seringkali dimulai dari aktivitas permainan yang terkesan normal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Indonesia
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme
Sigit menjelaskan, temuan tersebut bermula dari aktivitas anak-anak dalam kelompok komunitas yang tumbuh dari hobi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 November 2025
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme
Bagikan