MerahPutih.com - Beredar isu varian COVID-19 Omicron sudah ada di tanah air. Yakni ditemukan menginfeksi beberapa warga yang berada di Kabupaten Bekasi.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengonfirmasi laporan temuan kasus Omicron di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, adalah tidak benar.
"Tidak benar ini (temuan Omicron di Kabupaten Bekasi). Belum ada kasus Omicron (di Indonesia) sampai saat ini," kata Siti Nadia Tarmizi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/12).
Baca Juga:
Kata Wagub DKI soal 4 Warganya Diduga Terpapar COVID-19 Varian Omicron
Nadia mengatakan, pihaknya telah mendalami informasi tersebut kepada petugas laboratorium di wilayah setempat atas adanya laporan empat warga yang terpapar Omicron.
Kemenkes terus meningkatkan cakupan tes genom sekuensing dari para pasien yang terpapar COVID-19 untuk mengantisipasi secara dini Omicron maupun varian terbaru SARS-CoV-2 di tanah air.
Saat ini, sudah ada 11 unit mesin genom sekuensing yang diharapkan dapat membantu mempercepat deteksi varian baru COVID-19, termasuk varian Omicron.
Baca Juga:
Varian Omicron Bisa Saja Terdeteksi dari Orang Tanpa Riwayat Perjalanan Luar Negeri
Selain itu, upaya mengantisipasi importasi varian baru juga dilakukan melalui pengetatan pengawasan bagi setiap pelaku perjalanan internasional.
Nadia pun menegaskan tetap berhati-hati dengan varian Omicron ini.
Apalagi, dalam beberapa hari saja sejak ditemukan varian Omicron ini oleh WHO telah dijadikan sebagai varian of concern.
Berbeda dengan varian Delta, satu bulan setelah penemuannya baru dinyatakan sebagai varian of concern.
“Kalau kita lihat varian ini akan diumumkan tanggal dilaporkannya 24 November dan tanggal 26 November itu sudah dijadikan varian of concern. Varian Delta sendiri itu kira-kira 1 bulan dia baru dinyatakan oleh WHO sebagai varian of concern,” kata Nadia. (Knu)
Baca Juga: