MerahPutih.com - Kabar terkait temuan 50 ekor mamalia paus pilot (Globicephala macrorhynchus) mati di pesisir pantai Liliweri, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dibantah.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Alor hanya menemukan 17 ekor paus pilot yang ditemukan terdampar dan mati. Saat ini belasan jasad mamalia laut itu sudah dikubur oelh petugas dibantu masyarakat setempat.
“Jadi yang benar setelah dicek kebenarannya hanya ada 17 ekor paus pilot yang ditemukan terdampar dan mati dari informasi sebelumnya ada 50 ekor yang terdampar,” kata Kepala Cabang DKP NTT di Alor Saleh Goro saat dihubungi dari Kupang, Minggu (8/9).
Baca juga:
Saleh menjelaskan belasan paus itu sudah dalam posisi terapung dan sudah mati saat tim dari DKP dan kepolisian tiba di lokasi. “17 ekor paus yang telah mati dengan jarak masing-masing sekitar 10 sampai 15 meter,” imbuhnya.
Menurut dia, beberapa bagian tubuh bangkai paus terdapat luka-luka akibat terkena gesekan batu karang yang ada di pesisir pantai Liliweri tempat terdamparnya paus itu. Dilansir Antara, DKP Alor menduga mamalia lain yang mati telah hanyut terbawa arus dan gelombang ke tengah lautan pada malam hari saat air laut pasang naik.
Sebelum dikuburkan, tim DKP Alor sudah mengambil sampel dari bangkai paus pilot tersebut untuk diserahkan ke UPTD Pengelola Taman Perairan Kepulauan Alor dan Laut Sekitarnya guna dikirim ke Laboratorium di Bali untuk dilakukan penelitian penyebab kematian paus. (*)