ASN Penjaga Sekolah di Solo Ini Punya 15 Anak dan Sempat Buat Heran Iriana Jokowi

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 23 Januari 2020
ASN Penjaga Sekolah di Solo Ini Punya 15 Anak dan Sempat Buat Heran Iriana Jokowi

Bandono (56), ASN penjaga SDN Mijen punya 15 anak. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pasangan suami istri (pasutri) Bandono (56) dan Nur Wigati (50) tidak pernah menyangka punya 15 anak. Warga Kampung Wonosaren RT 04/RW 08, Kelurahan Jagalan, Jebres ini menikah pada tahun 1988. Sebagai pasutri tentunya berkeinginan memiliki keturunan.

Namun tak disangka, Bandono dan Nur Wigati ini punya anak sebanyak itu. Usut punya usut, Bandono berkisah punya anak sebanyak itu bermula saat istri tercintanya usai melahirkan anak ketiga memutuskan untuk mengikuti program keluarga berencana (KB) dengan minum pil KB.

Baca Juga:

Caleg PDIP Terjerat Kasus Suap PAW, Ketua DPC PDIP Solo: Kasihan Ibu Mega Dibohongi

Beberapa hari setelah minum pil KB, Bandono mengatakan, kondisi istrinya justru sakit-sakitan. Setelah kejadian itu, tidak lagi mengikuti program KB.

"Pasca kejadian itu dia (Wigati) tidak lagi ikut KB. Ya akhirnya saya punya 15 anak dari pernikahan sejak tahun 1988 lalu," ujar Bandono saat berbincang bersama merahputih.com, Rabu (22/1).

Bandono mengungkapkan, sebanyak 15 anak tersebut perinciannya tiga anak wanita dan 12 laki-laki. Ia saat ini bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) penjaga sekolah di SDN Mijen, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

"Anak pertama saya adalah Ratih Kirana Dewi kelahiran pada 1989. Saat ini anak pertamanya itu sudah memiliki suami dan satu anak," kata dia.

SDN Mijen Tempat Bandono Bekerja
SDN Mijen tempat Bandono bekerja. (Foto: MP/Ismail)

Ia mengatakan, semua anak yang lahir jarak kelahirannya antara dua tahun sampai 1,5 tahun. Tiga dari 15 anak saat ini masih sekolah. Ketiga anak tersebut, anak ke-15 sekolah SDN Mijen kalas III, anak ke-14 duduk di kelas V, dan anak ke-13 kelas duduk di kelas IX.

Sebagai orang tua, ia tidak pernah mengeluh dan menyesal punya anak sebanyak itu. Ia pun merasakan bagaimana banting tulang mencari nafkah untuk 15 anaknya itu.

"Saya diangkat menjadi ASN pada 1990. Saat itu gajinya kecil. Saya harus cari pendapatan lain untuk membiayai sekolah anak," papar dia.

Untuk mendapatkan penghasilan tambahan, kata Bandono, harus mencari cacing untuk ditawarkan pada pemancing di waduk.

Selain itu, ia juga ikut menjadi pekerja pembuatan dan memasarkan sapu lantai. Sementara itu, penghasilan istri sebagai penjual makanan atau kantin di SDN Mijen tidak mencukupi membayar kebutuhan sehari-hari.

"Dari 15 anak, paling tinggi mengenyam pendidikan SMA. Sisanya lulusan SMP dan SD. Dari 15 anak tersebut, anak nomor ke-5 dan ke-6 lahir kembar dampit," terang dia.

Baca Juga:

Tolak Permenhub Nomor 118, Driver Ojol Solo Gelar Doa Bersama

Di balik kisah unik tesebut, ternyata yang menemukan kali pertama ASN Solo punya 15 anak adalah Iriana Jokowi, saat masih menjabat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Solo.

"Ceritanya saat itu, Ibu (Iriana) sebagai Tim Penggerak PPK Pemkot Solo sedang sidak di Kelurahan Jagalan menemukan pasutri (Bandono dan Nur Wigati) punya anak banyak," ujar Kepsek SDN Mijen Joko Santoso.

Bandono dan Nur Wigati Punya 15 Anak
Bandono (56), ASN penjaga SDN Mijen punya 15 anak warga Kampung Wonosaren RT 04 /RW 08, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

Namun demikian, saat Iriana menemukan pasutri Bandono dan Nur Wigati, baru punya 10 anak. Jumlah anak tersebut sudah masuk banyak untuk ukuran ASN.

"Itu (Iriana) sampai dibuat heran hingga sampai datang ke rumah dinas Bandono yang ada di belakang SDN Mijen," kata Joko.

Joko menambahkan, saat ini Bandono tidak bisa bekerja maksimal lagi karena usianya sudah tua dan sakit-sakitan. Hasil pemeriksaan dokter, Bandono sakit diabetes dan paru-paru.

"Anak-anaknya yang ikut membantu membersihkan dan menjaga sekolah," tutup Joko. (Ism)

Baca Juga:

Ratusan Juru Parkir Dukung Purnomo-Teguh di Pilwalkot Solo, Abaikan Gibran

#PNS #Kota Solo #Aparatur Sipil Negara (ASN)
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, ASN dan Karyawan Swasta Diizinkan WFH
Cuaca ekstrem melanda Jakarta. Pemprov DKI menerapkan WFH bagi ASN dan pegawai swasta hingga 28 Januari 2026. Ini aturan lengkapnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 23 Januari 2026
Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, ASN dan Karyawan Swasta Diizinkan WFH
Indonesia
Pemkot Solo Mulai Uji Coba WFA untuk ASN, Efisiensi Anggaran Jadi Alasan
Pemerintah Kota Solo mulai uji coba Work From Anywhere (WFA) bagi ASN di 9 OPD. Kebijakan ini terkait efisiensi anggaran dan evaluasi kinerja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Januari 2026
Pemkot Solo Mulai Uji Coba WFA untuk ASN, Efisiensi Anggaran Jadi Alasan
Indonesia
Hari Pertama Kerja 2026, Pemprov DKI Serahkan SK Pengangkatan 16.426 PPPK Paruh Waktu
Pemprov DKI Jakarta memastikan seluruh layanan publik berjalan normal pada hari pertama kerja 2026. Tingkat kehadiran pegawai tercatat mencapai 99 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Januari 2026
Hari Pertama Kerja 2026, Pemprov DKI Serahkan SK Pengangkatan 16.426 PPPK Paruh Waktu
Indonesia
ASN Diperbolehkan WFA Jelang Tahun Baru 2026, Layanan Publik Tetap Jalan
Pemerintah mengizinkan ASN bekerja dari mana saja atau WFA selama libur Natal dan Tahun Baru 2026, berlaku 29–31 Desember. Layanan publik tetap dijaga.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
ASN Diperbolehkan WFA Jelang Tahun Baru 2026, Layanan Publik Tetap Jalan
Indonesia
DPR Usulkan Gaji Tunggal Bagi ASN, Hilangkan Disparitas Penghasilan
Kebijakan ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan dan kepuasan kerja ASN, karena sistem yang lebih adil akan menumbuhkan loyalitas dan semangat kerja.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Oktober 2025
DPR Usulkan Gaji Tunggal Bagi ASN, Hilangkan Disparitas Penghasilan
Indonesia
Usulan PPPK Diangkat Jadi PNS Dapat Dukungan dari DPR: Demi Kesejahteraan dan Karier yang Pasti
Anggota Komisi II DPR RI Ali Ahmad dukung usulan PPPK diangkat jadi PNS, dinilai beri kepastian, kesejahteraan, dan karier yang lebih baik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Oktober 2025
Usulan PPPK Diangkat Jadi PNS Dapat Dukungan dari DPR: Demi Kesejahteraan dan Karier yang Pasti
Indonesia
TPP ASN DKI Aman dari Potongan, Pramono Anung Ancam Pecat PNS yang 'Flexing'
Aturan mengenai TPP ini tertuang dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 69 tahun 2020
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 25 Oktober 2025
TPP ASN DKI Aman dari Potongan, Pramono Anung Ancam Pecat PNS yang 'Flexing'
Indonesia
Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp 218 Miliar, Pemkot Solo Lakukan Rasionalisasi APBD 2026
Sekda Kota Solo tegaskan pemotongan TKD bersifat sementara dan akan disesuaikan kembali mengikuti perkembangan ekonomi nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Oktober 2025
Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp 218 Miliar, Pemkot Solo Lakukan Rasionalisasi APBD 2026
Indonesia
Jejak Kesejahteraan ASN, DPR 'Ngebet' Hapuskan Beda Gaji PNS-PPPK
Pembahasan UU ASN akan melalui tahap naskah akademik di Baleg
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 Oktober 2025
Jejak Kesejahteraan ASN, DPR 'Ngebet' Hapuskan Beda Gaji PNS-PPPK
Indonesia
APBD DKI Jakarta 2026 Dipangkas Rp 15 Triliun, Gubernur Pramono akan Kurangi Kuota Rekrutmen PJLP Tahun Depan
Nilai APBD DKI Jakarta 2026 diperkirakan turun menjadi Rp 79,06 triliun dari Rp 95,35 triliun pada tahun sebelumnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Oktober 2025
APBD DKI Jakarta 2026 Dipangkas Rp 15 Triliun, Gubernur Pramono akan Kurangi Kuota Rekrutmen PJLP Tahun Depan
Bagikan