Apa Dampak Kelebihan Mengonsumsi Protein?
Protein sering dikaitkan dalam pembentukan massa otot. (Foto: Unsplash/Anastase Maragos)
PROTEIN menjadi salah satu asupan nutrisi yang wajib diperhatikan, terlebih bagi para binaragawan atau yang sedang membentuk otot. Tapi, mengonsumsi protein secara berlebihan juga akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
Mengutip laman Indian Express, Sabtu (2/4), Dr. Eileen Canday, HOD, nutrisionis dan ahli gizi dari Rumah Sakit Sir HN Reliance Foundation mengatakan, jika mengonsumsi lebih dari dua kali lipat kebutuhan protein untuk jangka waktu yang lama dapat menimbulkan risiko bagi organ vital.
Canday menjelaskan kelebihan konsumsi protein dapat menimbulkan masalah kronis pada fungsi organ seperti kardiovaskular, gangguan pembuluh darah, cedera hati hingga ginjal.
Mengonsumsi kelebihan protein juga dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi pada orang yang mengidap diabetes tipe-2, risiko kanker yang lebih tinggi, serta osteoporosis dan osteopenia jika mengonsumsi protein tanpa mineral esensial.
Baca juga:
Beberapa efek samping lainnya adalah bertambahnya berat badan. Meskipun diet tinggi protein mengklaim dapat membantu menurunkan berat badan, jika seseorang mengonsumsi melebihi kebutuhan kalori, maka itu akan disimpan sebagai cadangan energi yang dapat menyebabkan peningkatan simpanan lemak. Ini bisa mengganggu rezim penurunan berat badan dengan protein yang disimpan sebagai lemak.
Yang paling umum ketika seseorang mengonsumsi protein berlebih adalah kerusakan pada ginjal. Nitrogen berlimpah terkandung dalam asam amino yang membentuk protein adalah alasan di balik penyakit ini. Ginjal yang telah rusak harus bekerja lebih keras untuk menghilangkan nitrogen dan produk limbah dari metabolisme protein.
Diet tinggi protein tertentu, terutama yang kelebihan protein berbasis daging merah, juga dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa masalah kesehatan, termasuk kanker. Kanker kolorektal, payudara, dan prostat semuanya terkait dengan makan lebih banyak daging merah dan/atau daging olahan.
Baca juga:
3 Sumber Protein Rendah Lemak yang Cocok Untuk Diet Sehat dan Seimbang
Diet tinggi protein yang menckaup banyak daging merah juga dapat menyebabkan penyakit jantung. Ini mungkin terkait dengan konsumsi lemak dan kolesterol yang lebih besar.
Menurut sebuah penelitian di 2010, perempuan yang banyak mengonsumsi daging merah dan produk tinggi lemak memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner.
Jika seseorang ingin mengonsumsi protein tinggi, kata Canday, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Kebutuhan protein setiap orang bergantung pada banyak aspek, seperti berat badan, usia, tujuan komposisi tubuh, hingga masalah medis.
Pililah sumber protein berkualitas baik dari putih telur, produk susu yang rendah lemak, daging tanpa lemak seperti ikan atau potongan ayam tanpa lemak, serta kacang polong, lentil, dan biji-bijian. "Orang sehat tidak perlu menggandakan asupan protein mereka," tutup Canday. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Jatah MBG untuk Anak Tetap Ada Saat Libur, Boleh Diambil Bapak atau Emak Lho
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Dinkes Solo Lakukan Inspeksi Jelang Nataru, Temukan Makanan Kedaluwarsa di Pasar
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Menkeu Purbaya Didesak Lindungi Produsen Food Tray Lokal dari Gempuran Produk Impor
Momen Garda Medika Hadirkan Fitur Express Discharge Permudah Layanan Rawat Jalan