Sains

40 Persen Tanaman dan Fungi Dunia Terancam Punah

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 02 Oktober 2020
40 Persen Tanaman dan Fungi Dunia Terancam Punah

Punahnya tanaman dan fungi berarti kepunahan bagi organisme yang bergantung pada tanaman. (Foto: unsplash/sandym10)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BUKAN hanya hewan, tanaman juga terancam punah. Menurut penelitian yang melibatkan 200 ilmuwan dari 42 negara, dua perlima tanaman dunia terancam punah akibat kehancuran alam. Bahkan, banyak dari tanaman tersebut belum sempat dinamakan oleh para ilmuwan.

"Kita saat ini hidup di era kepunahan, ini sangat mengkhawatirkan dan memiliki kebutuhan mendesak untuk tindakan," ucap Alexandre Antonelli, direktur sains di Royal Botanic Gardens (RBG) kepada BBC.

Baca juga:

Peti Mati Ini 'Hidup' untuk Lingkungan

Jangan dianggap sepele, tanaman-tanaman tersebut adalah "peti harta karun" makanan, obat-obatan, dan biofuel yang belum dimanfaatkan. Tanaman-tanaman juga dapat mengatasi banyak tantangan terbesar umat manusia.

Menurut The Guardian, laporan tersebut menyatakan tanaman-tanaman tersebut berpotensi untuk menjadi pengobatan untuk virus corona dan mikroba pandemi lainnya.

Dua perlima tanaman dan fungi di dunia terancam punah. (twitter/@kewgardens)

Seperti penemuan 4.000 spesies tanaman dan fungi pada 2019. Saat itu ditemukan enam spesies Allium di Eropa dan Tiongkok, kelompok yang sama dengan bawang merah dan bawang putih, 10 kerabat bayam di California dan dua kerabat liar ubi kayu.

Antonelli menegaskan manusia tidak akan bisa bertahan tanpa tumbuhan dan fungi, semua kehidupan bergantung pada mereka. "Setiap kita kehilangan satu spesies, kita kehilangan sebuah kesempatan untuk umat manusia," ujarnya.

Baca juga:

Mulai Beralih Pada Sabun Organik yang Ramah Lingkungan

Tidak hanya berdampak pada manusia, jika tanaman punah, akan mengakibatkan kepunahan organisme, yang bergantung pada tanaman untuk makanan dan bertelur.

"Intinya, kepunahan tanaman adalah kabar buruk bagi semua spesies di dunia," ucap Eimear Nic Lughadha, ilmuwan konservasi di Royal Botanic Gardens, Kew, dikutip dari BBC.

Sebelumnya, perkiraan risiko kepunahan sebanyak 21 persen pada 2016. Namun kali ini para ilmuwan memperkirakan risiko kepunahan mungkin jauh lebih tinggi, yaitu 140.000, atau 39,4% tanaman vaskular diperkirakan terancam punah.

#3 Demi kebaikan spesies di dunia, konservasi tanaman dan fungi penting. (unsplash @pedrohonn)

Walau begitu, ada kabar baik dari kesuraman ini. Para peneliti menemukan lebih dari 7.000 spesies tanaman yang dapat dimakan dan digunakan di masa depan untuk mengamankan sistem pangan kita.

Makanan tersebut termasuk kacang morama dari Afrika Selatan yang tahan kekeringan. Kacang ini rasanya seperti kacang mete saat dipanggang. Lalu ada spesies buah pandan yang tumbuh dari Hawaii hingga Filipina.

Ditambah lagi, ada sekitar 2.500 tanaman yang dapat memberikan energi bagi jutaan orang di seluruh dunia. Sementara ada enam tanaman, jagung, tebu, kedelai, minyak sawit, lobak, dan gandum yang menghasilkan sebagian besar bahan bakar nabati.

Tanpa tindakan yang baik, penemuan ini akan sia-sia. Ilmuwan menyerukan agar penilaian risiko dilacak dengan cepat dan menggunakan teknologi seperti kecerdasan buatan. Mereka juga berharap akan selalu ada dana untuk konservasi tanaman. (lev)

Baca juga:

Setengah Juta Hiu Terancam Dibunuh Demi Vaksin COVID-19

#Sains #Kerusakan Lingkungan #Pelestarian Lingkungan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama BRIN menemukan bukti empiris praktik ini telah dilakukan sejak 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Dunia
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Data terbaru menyebut hal itu terjadi akibat gelombang panas musim panas yang ekstrem di puncak-puncak pegunungan Alpen.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Indonesia
KLH/BPLH Segel 19 Perusahaan Terkait Karhutla, Penegakan Hukum Diperketat
KLH/BPLH menyegel 19 perusahaan terkait pengawasan karhutla hingga 31 Agustus 2026. Pemerintah menegaskan penegakan hukum akan dilakukan tegas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
KLH/BPLH Segel 19 Perusahaan Terkait Karhutla, Penegakan Hukum Diperketat
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Indonesia
Pemkot Jakpus Tangkapi Ikan Sapu-Sapu di Kali Cideng, Pencemarannya Melebihi Ambang Batas
Permasalahan ikan sapu-sapu ini bukan hal yang baru. Sebelumnya, permasalahan ini juga sudah pernah terselesaikan di kali Ciliwung.
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
Pemkot Jakpus Tangkapi Ikan Sapu-Sapu di Kali Cideng, Pencemarannya Melebihi Ambang Batas
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bagikan