1 dari 59 Anak Memiliki Gangguan Spektrum Autisme, Kenali Tanda Awalnya

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 06 Juli 2023
1 dari 59 Anak Memiliki Gangguan Spektrum Autisme, Kenali Tanda Awalnya

Autis semakin dini diagnosis dan pengobatan, semakin baik prognosis untuk hasil yang baik. (freepik/jfomp)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENURUT CDC, sebanyak 1 dari setiap 59 anak mungkin memiliki gangguan spektrum autisme. Jadi, jika kamu adalah orang tua dari anak kecil dan khawatir dengan tanda-tanda awal autisme. Sebaiknya awasi terus perkembangan anakmu karena bahkan anak yang masih sangat kecil pun dapat didiagnosis.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin dini diagnosis dan pengobatan, semakin baik prognosis untuk hasil yang baik.

Baca Juga:

Transformasi Penurunan Berat Badan Berbasis DNA

anak
Keterikatan seorang anak pada mainan tertentu atau kesulitan dengan keterampilan bahasa, bukan tanda autisme (freepik/user3802032)

Apa yang harus kamu cari? Menurut National Institute of Mental Health, ini adalah beberapa indikator gangguan spektrum autisme yang paling awal:

- Tidak mengoceh, menunjuk, atau membuat gerakan yang berarti pada usia 1 tahun

- Tidak berbicara sepatah kata pun pada usia 16 bulan

- Tidak menggabungkan dua kata selama 2 tahun

- Tidak menanggapi nama

- Kehilangan bahasa atau keterampilan sosial

- Kontak mata yang buruk

- Sepertinya tidak tahu cara bermain dengan mainan atau menyusun mainan atau benda lain secara
berlebihan

- Terlampir pada satu mainan atau objek tertentu

- Tidak tersenyum atau berinteraksi dengan gembira

- Kadang-kadang tampaknya gangguan pendengaran

Penting untuk diingat bahwa ada banyak kemungkinan penjelasan untuk sebagian besar gejala yang tercantum di atas. Keterikatan seorang anak pada mainan tertentu atau kesulitan dengan keterampilan bahasa, dengan sendirinya, bukan merupakan tanda autisme.

Penting juga untuk diingat bahwa seorang anak yang memiliki keterampilan bahasa yang sangat baik mungkin masih dapat didiagnosis dengan spektrum autisme. Bahkan, beberapa anak yang terdiagnosis autisme memiliki kemampuan bahasa dan membaca yang luar biasa.

Baca Juga:

Minum Air Mineral Bisa Tingkatkan Mood Lebih Baik

anak
Anak perempuan autis terkadang diragukan karena tidak menunjukkan tanda-tanda autisme yang khas. (freepik/master1305)

Tanda-tanda awal autisme lainnya

Autisme pada anak perempuan mungkin terlihat berbeda dari pada anak laki-laki. Terkadang, pengasuh dan bahkan penyedia layanan kesehatan bisa jadi meragukan bahwa seorang anak perempuan autis karena mereka tidak menunjukkan tanda-tanda autisme yang khas.

Melansir verywellhealth, ini karena gejala tersebut sebagian besar didasarkan pada penelitian yang berfokus pada anak laki-laki. Tanda dan gejala autisme pada perempuan, meliputi :

- Mengandalkan orang lain untuk membimbing atau berbicara untuk mereka

- Memiliki kepekaan yang tidak biasa terhadap tantangan sensorik

- Memiliki gairah tetapi minat terbatas

- Kesulitan membuat dan mempertahankan teman

- Memiliki percakapan yang terbatas pada topik minat yang terbatas

- Kesulitan dengan komunikasi sosial (yang meningkat seiring bertambahnya usia)

- Tampak pemalu, pendiam, atau sangat pasif

- Mengalami depresi, kecemasan, atau gejala kesehatan mental lainnya

- Sulit mengendalikan emosi

- Mengalami serangan epilepsi

Tanda-tanda autisme pada anak perempuan tidak selalu sama dengan tanda-tanda autisme pada anak laki-laki. Ini berarti bahwa perempuan mungkin tidak mendapatkan diagnosis autisme sampai jauh di kemudian hari.

Beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa anak perempuan dengan autisme mungkin tidak mudah diidentifikasi. Misalnya, mereka mungkin tidak berbeda dengan anak perempuan lainnya atau lebih cenderung merasa negatif tentang kelompok gender yang ditugaskan kepada mereka. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian.

Anak perempuan autis mungkin tidak didiagnosis sedini anak laki-laki. Mereka didiagnosis dengan tanda-tanda autisme yang tidak selalu muncul dan beberapa anak perempuan dapat menutupi gejalanya di usia muda.

Ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap kesalahan diagnosis autisme pada anak perempuan, dan beberapa di antaranya berkaitan dengan ekspektasi budaya. Hal ini tidak hanya mempersulit anak perempuan autis untuk didiagnosis, tetapi juga berarti mereka bertahan lebih lama tanpa dukungan yang mereka butuhkan untuk berkembang. (dgs)

Baca Juga:

Pakar AMA Mulai Tinggalkan BMI Sebagai Tolok Ukur Kesehatan

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Fun
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Riset ASICS menunjukkan bahwa hanya dengan 15 menit 9 detik aktivitas fisik, suasana hati dapat mulai meningkat secara signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Indonesia
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Pemerintah tidak bisa lagi menggunakan pendekatan seragam yang menyamakan wilayah perkotaan dengan daerah terpencil dalam urusan pelayanan kesehatan dasar.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Bagikan