MERAHPUTIH.COM - DRIVER ojek online (ojol) dan kurir se-Jabodetabek akan menggelar demo di Istana Merdeka dan kantor perusahaan pada Kamis (29/8). Ketua Umum Garda Indonesia Igun Wicaksono mengatakan ada sejumlah tuntutan yang akan disampaikan.
Mereka menuntut adanya legal standing yang jelas bagi pengemudi ojol. Hal itu agar perusahaan tidak berbuat seenaknya terhadap ojol dan kurir selaku mitra. Tanpa adanya legal standing bagi para pengemudi ojol, Igun menyebut perusahaan aplikasi bisa berbuat sewenang-wenang kepada driver.
Igun mengungkap platform bahkan tak memberikan solusi dan tak mendapat sanksi tegas dari pemerintah. “Hal itulah yang menimbulkan berbagai gerakan aksi protes dari para mitra," kata Igun kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/8).
Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi ojol dan kurir yang merasa tertekan dengan kebijakan perusahaan dan pemerintah. "Ini sebagai wujud solidaritas dan kesamaan nasib para pengemudi ojol yang makin tertekan oleh perusahaan aplikasi,” ungkap Igun.
Baca juga:
Demo Ojol Bakal Berlangsung Besok, Catat Ini 14 Fakta Pentingnya
Dia melihat pihak pemerintah belum berbuat banyak untuk memenuhi rasa keadilan dan kesejahteraan para mitra perusahaan aplikasi. “Hingga saat ini, status hukum ojek daring kami nilai masih ilegal tanpa adanya legal standing berupa undang-undang," paparnya.
Nantinya, ada sekitar seribu pengemudi ojol dari berbagai komunitas di Jabodetabek. “Rute aksi Istana Merdeka, kantor Gojek di sekitar wilayah Petojo, Jakarta Pusat, dan kantor Grab di sekitar Cilandak, Jakarta Selatan," tutup Igun.(knu)