Merahputih.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Oman di tengah kebuntuan terkait Selat Hormuz.
Trump mengatakan AS dapat melakukan serangan jika Oman dinilai menghambat kesepakatan dengan Iran mengenai jalur pelayaran strategis tersebut.
Baca juga:
Ia juga kembali mendesak Iran untuk menyerah dalam konflik yang telah berlangsung selama hampir enam bulan.
Jika Oman menghalangi, kita akan membom mereka habis-habisan,
kata Trump dikutip AFP.
Oman, yang merupakan salah satu sekutu AS di kawasan Teluk, sejauh ini belum memberikan komentar publik terkait pernyataan Trump.
Selat Hormuz Jadi Titik Panas
Selat Hormuz menjadi pusat kebuntuan antara AS dan Iran. Apalagi setelah Iran secara efektif membatasi lalu lintas di jalur tersebut sejak konflik pecah pada 28 Februari.
Iran dan Oman telah membahas pengaturan navigasi untuk menjaga akses melalui selat tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran bahkan menyatakan kedua negara tengah menyusun deklarasi bersama terkait pembicaraan tersebut.
Baca juga:
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Pantai Iran berada di sisi utara Selat Hormuz, sedangkan Oman menguasai wilayah di sisi selatan.
Pembicaraan tersebut berlangsung setelah kesepakatan sementara AS-Iran yang dimediasi Pakistan untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka mengalami kegagalan.
Trump juga menyerukan agar Iran menyerah. “Mereka harus mengibarkan bendera putih penyerahan diri.”
Trump Klaim Selat Hormuz di Bawah Kendali AS
Trump sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali AS, meskipun lalu lintas di kawasan tersebut masih sangat terbatas.
Pada Jumat, Trump bahkan mengatakan berencana mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah AS.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Iran yang menegaskan jalur energi tersebut akan tetap berada di bawah kendalinya.

Kapal tangker melintas di Selat Hormuz. (Pexel/Melike Sena)
Sebelum konflik pecah pada 28 Februari, Selat Hormuz dikenal sebagai jalur pelayaran internasional yang sangat vital. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati selat tersebut, selain berbagai komoditas energi lainnya.
Iran kini menggunakan pengaruhnya terhadap jalur tersebut sebagai alat tawar dalam menghadapi tekanan AS untuk melemahkan kemampuan militernya sekaligus memaksanya mengubah program nuklir yang kontroversial.
Hormuz dan Ancaman Gangguan Energi Global
Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang menghubungkan negara-negara produsen minyak di kawasan Teluk dengan pasar internasional.
Pembatasan lalu lintas di sana sempat memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran negara-negara pengimpor mengenai keamanan pasokan energi.
Situasi semakin kompleks setelah kelompok Houthi yang menjadi sekutu Iran di Yaman mengumumkan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Saudi di Laut Merah.
Iran disebut ingin memperoleh kendali lebih besar atas akses Selat Hormuz sekaligus mengenakan biaya transit. Kebijakan tersebut ditentang keras Washington.