Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

TNI Susun Kriteria Pemilihan Prajurit Dikirim ke Gaza, Beberapa Opsi Disiapkan Buat Perdamaian

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Februari 2026

MerahPutih.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengklai tengah bersiap untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke wilayah konflik di Gaza, Palestina.

Satuan yang bakal dikirim bakal diambil dari pasukan yang pernah bertugas di wilayah konflik.

Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita mencontohkan keterlibatan TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sejak 2008. Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi modal utama dalam mempersiapkan pasukan yang akan dikirim ke Gaza.

“Satuan-satuan yang akan dikirim adalah mereka yang sudah memiliki pengalaman penugasan. Bukan satuan yang belum pernah bertugas di wilayah konflik,” kata Tandyo usai menghadiri rapat bersama Komisi I DPR, di kompleks DPR, Jakarta, pada Selasa (10/2).

Jenderal bintang empat ini menjelaskan memiliki pemahaman medan serta kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat lokal. Meski wilayah penugasan berbeda, pengalaman di Lebanon dinilai relevan untuk menghadapi dinamika konflik di Gaza.

“Orang-orang inilah yang nanti akan kita kirimkan,” jelasnya.

Ia pun menyebut, sampai sini pemerintah masih melakukan perundingan terkait mekanisme dan jumlah pasukan yang akan diterjunkan ke wilayah konflik tersebut.

“TNI siap ya, berapa pun yang dibutuhkan, karena sekarang masih dalam proses perundingan,” kata Tandyo.

Keputusan terkait jumlah personel TNI yang akan dikirim diperkirakan akan ditetapkan pada pekan terakhir Februari 2026. Keputusan tersebut nantinya akan ditandatangani langsung oleh Presiden.

Selain itu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah opsi terkait bentuk partisipasi Indonesia dalam menjaga perdamaian di Gaza. Namun, kepastian pelaksanaan misi tersebut masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat.

“Sampai sekarang ada beberapa opsi untuk berpartisipasi aktif terhadap perdamaian di Gaza. Secara pastinya menunggu keputusan dari Presiden,” pungkasnya. (Pon)

Baca Artikel Asli