Mitchell Baker dan Luke Vickery Sah Jadi WNI, PSSI Kena Sentil Jangan Pilih Kasih ke Anak Lokal

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - 2 jam, 51 menit lalu
Mitchell Baker dan Luke Vickery Sah Jadi WNI, PSSI Kena Sentil Jangan Pilih Kasih ke Anak Lokal

Komisi X DPR menyetujui proses naturalisasi dua pemain berdarah Indonesia yakni Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery. (Foto: Kemenpora)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Proses naturalisasi pesepak bola Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery mendapat lampu hijau dari DPR RI. Kendati demikian, restu terhadap alih kewarganegaraan ini membawa catatan kritis agar pembinaan atlet lokal tetap berjalan secara berkesinambungan.

Baca juga:

Erick Thohir Buka Lebar Pintu Naturalisasi Atlet Semua Cabor, Bukan Cuma Sepak Bola

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh menjadi jalan pintas demi prestasi sesaat. Penguatan kompetisi usia muda, pembatasan kuota pemain naturalisasi, serta pemerataan fasilitas latihan wajib menjadi fokus utama otoritas sepak bola tanah air.

Prinsipnya, Fraksi PKS menyetujui naturalisasi ini. Namun, catatan yang berulang kali kami sampaikan jangan sampai berkesan sebagai sesuatu yang sudah menjadi keputusan yang harus diterima begitu saja,

ujar Fikri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (22/6).

Menuntut Jam Terbang Bakat Lokal

Mitchell

Legislator daerah pemilihan Jawa Tengah IX tersebut menilai perbaikan kurikulum akademi sepak bola harus menyentuh seluruh wilayah, bukan sekadar berpusat di kota besar.

Guna merealisasikan hal itu, terdapat sejumlah rekomendasi penting bagi pemerintah dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Regulasi ketat perlu diterapkan untuk mewajibkan klub Liga 1 dan Liga 2 memberikan menit bermain kepada pilar muda domestik. Aturan ini strategis demi menambah jam terbang sekaligus mendongkrak kualitas kompetisi nasional.

Batasan Kuota dan Pemerataan Fasilitas

Selain menit bermain, pembatasan jumlah pemain asing dan naturalisasi dalam satu klub menjadi poin krusial berikutnya. Langkah tersebut bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem sepak bola agar talenta lokal tidak kehilangan panggung.

“Bukan berarti kita anti terhadap naturalisasi. Kita juga harus realistis. Namun, perlu ada aturan yang jelas mengenai batas maksimal jumlah pemain naturalisasi di dalam tim,” tegas Fikri.

Baca juga:

Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Bagian Upaya PSSI Capai Target 50 Besar Ranking FIFA

Pembangunan sarana olahraga standar internasional juga harus dipercepat ke berbagai daerah. Ketersediaan lapangan representatif serta pelatih bersertifikat diyakini mampu melahirkan generasi emas baru.

Fondasi kokoh dari akar rumput dinilai jauh lebih berharga untuk masa depan Tim Nasional Indonesia daripada terus bergantung pada kebijakan instan.

#Naturalisasi #Mitchell Baker #Luke Vickery #Gedung DPR #DPR #DPR RI
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mitchell Baker dan Luke Vickery Sah Jadi WNI, PSSI Kena Sentil Jangan Pilih Kasih ke Anak Lokal
Selain menit bermain, pembatasan jumlah pemain asing dan naturalisasi dalam satu klub menjadi poin krusial berikutnya
Angga Yudha Pratama - 2 jam, 51 menit lalu
Mitchell Baker dan Luke Vickery Sah Jadi WNI, PSSI Kena Sentil Jangan Pilih Kasih ke Anak Lokal
Indonesia
DPR Bongkar Penyebab Puluhan Prodi di Perguruan Tinggi Ditutup, Peminat Sepi hingga tak Jamin Kehidupan di Masa Depan
Penutupan prodi yang didominasi jurusan keguruan dan kedokteran tersebut itu bukanlah keputusan sepihak kementerian.
Dwi Astarini - Senin, 22 Juni 2026
DPR Bongkar Penyebab Puluhan Prodi di Perguruan Tinggi Ditutup, Peminat Sepi hingga tak Jamin Kehidupan di Masa Depan
Berita Foto
Audiensi Koalisi Nasional Reforma Agraria dengan Pimpinan DPR Bahas Reforma Agraria
Sejumlah perwakilan petani yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA) mengikuti audiensi di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 22 Juni 2026
Audiensi Koalisi Nasional Reforma Agraria dengan Pimpinan DPR Bahas Reforma Agraria
Berita Foto
Aksi Unjuk Rasa Nasional Petani dan Masyarakat Adat di Depan Gedung DPR
Massa yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA) melakukan aksi mengecor badan di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 22 Juni 2026
Aksi Unjuk Rasa Nasional Petani dan Masyarakat Adat di Depan Gedung DPR
Indonesia
Banggar DPR Setujui Anggaran 7 Kemenko, Terbesar Perekonomian
Tidak hanya menyetujui pagu anggaran, Banggar DPR juga menyetujui usul tambahan anggaran dari setiap kementerian koordinator.
Dwi Astarini - Senin, 22 Juni 2026
Banggar DPR Setujui Anggaran 7 Kemenko, Terbesar Perekonomian
Indonesia
Bocoran Asumsi Makro RAPBN 2027 Racikan DPR dan Pemerintah
Komitmen bersama tersebut mewujud nyata melalui kesepakatan asumsi dasar ekonomi makro beserta pagu anggaran tujuh kementerian koordinator
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Juni 2026
Bocoran Asumsi Makro RAPBN 2027 Racikan DPR dan Pemerintah
Indonesia
DPR Soroti Pemadaman Listrik di Jawa, Sebut PLN Seharusnya tak Kekurangan Batu Bara
Komisi XII DPR menyoroti pemadaman listrik di Jawa. PLN seharusnya tidak kekurangan batu bara.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
DPR Soroti Pemadaman Listrik di Jawa, Sebut PLN Seharusnya tak Kekurangan Batu Bara
Indonesia
DPR Endus Bau Amis Mark Up Motor Listrik BGN, Sepakat Dihibahkan ke Guru Honorer
Yahya menyatakan aset bernilai ekonomis hasil pembiayaan uang rakyat harus mendatangkan manfaat optimal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
DPR Endus Bau Amis Mark Up Motor Listrik BGN, Sepakat Dihibahkan ke Guru Honorer
Indonesia
DPR Skakmat Sistem Mitigasi Bobrok PLN Buntut Kebijakan Pemadaman Bergilir
Gus Rivqy menilai setiap pemadaman listrik dapat dipastikan menimbulkan kerugian yang bersifat sistemik
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
DPR Skakmat Sistem Mitigasi Bobrok PLN Buntut Kebijakan Pemadaman Bergilir
Berita Foto
Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Demonstrasi Mahasiswa Trisakti di Gedung DPR
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Wakil Ketua DPR Saan Mustopa bertemu Mahasiswa pengujukrasa di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 19 Juni 2026
Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Demonstrasi Mahasiswa Trisakti di Gedung DPR
Bagikan