Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

TNI-AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Narkoba, DPR Tuntut Perketat Pengawasan Jalur Laut

Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi I DPR RI Oleh Soleh mengapresiasi keberhasilan TNI Angkatan Laut (TNI-AL) yang menggagalkan penyelundupan narkoba jenis ketamin seberat 1,3 ton di Kapal MV King Sun melalui perairan Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (6/8).

Oleh Soleh menilai keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan dan patroli secara konsisten di wilayah perairan Indonesia. Terlebih, apabila dihitung dengan asumsi harga ketamin mencapai Rp 2 juta per gram, barang bukti yang disita diperkirakan memiliki nilai ekonomis sekitar Rp 2,6 triliun.

“Ini jumlah yang sangat besar. Keberhasilan TNI-AL menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin patut diapresiasi. Bayangkan jika barang ini berhasil masuk dan beredar di masyarakat, dampaknya akan sangat berbahaya,” kata Oleh Soleh, Senin (10/8).

Menurutnya, jalur laut masih menjadi salah satu pintu masuk yang rawan dimanfaatkan jaringan narkoba untuk memasukkan barang terlarang ke Indonesia. Kondisi geografis Indonesia yang memiliki wilayah perairan sangat luas serta banyaknya jalur tikus menjadi tantangan tersendiri dalam pemberantasan penyelundupan narkoba.

Baca juga:

Bareskrim Bongkar Sarang Narkoba Klub Malam HH Club Planet 3.0 Batam, 32 Orang Diciduk


Oleh karena itu, Oleh Soleh meminta TNI-AL terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah perairan, khususnya kawasan yang selama ini rawan dijadikan jalur penyelundupan.

Patroli harus terus dilakukan dan semakin diperkuat. Selama ini jalur laut sering dijadikan pintu masuk peredaran narkoba. Banyak jalur tikus yang bisa dimanfaatkan untuk menyelundupkan narkoba ke Indonesia.


 Oleh Soleh, anggota Komisi I DPR RI


Oleh Soleh juga meminta aparat tidak ragu menindak tegas para pelaku penyelundupan narkoba. Menurutnya, jaringan narkoba biasanya memiliki struktur yang kuat dan berpotensi melibatkan pihak-pihak yang berupaya melindungi atau menjadi beking.

“TNI harus tegas menindak. Jangan takut dengan siapa pun yang menjadi beking jaringan narkoba. Negara tidak boleh kalah dengan jaringan narkoba,” tegasnya.

Ia menambahkan pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan satu institusi saja. Diperlukan koordinasi dan kerja sama yang semakin kuat antara TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN), mulai dari pengawasan pintu masuk, penindakan, pengungkapan jaringan, hingga pemutusan jalur distribusinya.

Oleh Soleh berharap keberhasilan TNI-AL menggagalkan penyelundupan ketamin tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan perbatasan dan wilayah perairan Indonesia.

“Jangan sampai Indonesia menjadi pasar bagi narkoba internasional. Pengawasan di laut harus diperketat, jalur-jalur tikus harus dipetakan, dan setiap upaya penyelundupan harus ditindak tegas,” pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

Sahroni Ungkap Kopilot Malaysia Airlines Diduga Bagian dari Sindikat Narkoba Profesional

Baca Artikel Asli