MerahPutih.com - Berdasarkan data Kemendagri per September 2024, sejumlah daerah meliputi provinsi, kabupaten, dan kota masih menunjukkan tingkat inflasi yang tinggi. Provinsi tersebut yaitu Papua Pegunungan, Papua Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan perkembangan angka inflasi berbanding lurus dengan situasi politik dan keamanan. Apabila angka inflasi di suatu wilayah tergolong tinggi maka diperkirakan akan terjadi gejolak.
Tito mengimbau daerah agar meniru langkah yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
“Di daerah, saya tahu DK (Jakarta) terutama, ada yang mirip Bulog, namanya Food Station. Sehingga provinsi, kabupaten/kota sebaiknya juga memiliki Badan Usaha Milik Daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan daerah masing-masing,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/10).
Baca juga:
Upaya Pemprov DKI Kendalikan Inflasi dengan Luncurkan Microsite
Adapun provinsi tersebut diketahui telah memberdayakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bidang pangan, yakni food station, yang salah satu fungsinya adalah menjaga stabilitas harga pangan.
Tito berharap kepada Kantor Staf Presiden (KSP) untuk membantu memperkuat fungsi Perum Bulog, selain sebagai salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), juga sebagai stabilisator harga pangan.
Dengan demikian, bila terjadi kelangkaan maupun surplus produksi pangan, situasi tersebut dapat diatasi oleh Perum Bulog.
Dia menambahkan pihaknya bersyukur dengan pencapaian angka inflasi September 2024.
Baca juga:
Pj Heru Akui Inflasi Jakarta Alami Kenaikan pada Akhir Tahun
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 6 Oktober 2024, angka inflasi year on year (yoy) September 2024 sebesar 1,84 persen. Kendati begitu, dirinya mengajak semua pihak untuk tidak berpuas diri.
"Data tersebut merupakan angka rata-rata nasional. Sedangkan dari sisi daerah, diketahui masih terjadi dinamika kenaikan angka inflasi di sejumlah provinsi, kabupaten, dan kota," katanya. (*)