MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 3,48 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Maret 2026.
“Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,22 pada bulan Maret tahun 2025 menjadi 110,95 pada Maret tahun 2026,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Rabu (1/4).
Sementara inflasi bulanan pada Maret tercatat sebesar 0,41 persen (month-to-month/mtm) dan inflasi tahun kalender 0,94 persen (year-to-date/ytd).
Inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Aceh sebesar 5,31 persen dengan IHK sebesar 114,01 dan terendah terjadi di Provinsi Lampung sebesar 1,16 persen dengan IHK sebesar 110,32.
Baca juga:
Inflasi Diproyeksikan Lebih Tinggi Didorong Peningkatan Harga Bahan Bakar
Sementara itu, inflasi y-on-y tertinggi di tingkat kabupaten/kota terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 6,30 persen dengan IHK sebesar 114,90 dan terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 0,69 persen dengan IHK sebesar 111,78.
Sedangkan deflasi y-on-y di tingkat kabupaten/kota terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 0,31 persen dengan IHK sebesar 113,30.
Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Maret 2026 sebesar 0,41 persen sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Maret 2026 sebesar 0,94 persen.
Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Maret 2026 sebesar 2,52 persen; dengan inflasi m-to-m sebesar 0,13 persen; dan inflasi y-to-d sebesar 0,93 persen.

