MerahPutih.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, merespons pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menyoroti fenomena ekonomi Indonesia tumbuh. Namun, jumlah penduduk miskin masih bertambah.
Luhut mengatakan, kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kenaikan harga-harga.
Ya itu terjadi bisa mungkin karena kenaikan harga. Kita ada datanya, saya nggak ingat. Dewan Ekonomi sudah menghitung mengenai itu.
kata Luhut
Luhut menegaskan, pertumbuhan ekonomi akan tetap terjadi. Menurutnya, pemerintah juga perlu memastikan berbagai program berjalan lebih efisien.
"Kalau ekonomi itu akan tumbuh, bagus. Kita kan harus perhatikan efisiensi. Efisiensi juga tadi target semua yang kita kerjakan," ujarnya.
Baca juga:
Luhut Pasang Target Bansos Digital Mulai Jalan Kuartal IV 2026
Luhut Pastikan Ekonomi Nasional Tetap Terjaga
Meskipun menghadapi tantangan tersebut, Luhut memastikan tren ekspansi ekonomi nasional akan tetap terjaga secara positif.
Pemerintah diarahkan untuk meningkatkan efisiensi di berbagai program kerja guna mengoptimalkan hasil pencapaian target.
"Kalau ekonomi itu akan tumbuh, bagus. Kita kan harus perhatikan efisiensi. Efisiensi juga tadi target semua yang kita kerjakan," ujarnya.
Luhut mengingatkan urgensi pemanfaatan bonus demografi nasional yang memiliki tenggat waktu terbatas. Momentum krusial bagi struktur kependudukan Indonesia ini diperkirakan akan segera berakhir dalam kurun waktu satu dekade ke depan.
Baca juga:
"Kemudian kita juga harus betul-betul menyadari semua bersama bahwa bonus demografi itu akan habis 10 tahun dari sekarang. Jadi kalau kita tidak bekerja dengan baik, maka 2045 itu nanti sulit tercapai," katanya.
Guna mengantisipasi hambatan menuju visi Indonesia Emas 2045, Luhut menekankan pentingnya sinergi kolektif antara jajaran pemerintahan, sektor usaha, dan elemen masyarakat.
Penerapan teknologi digital dalam birokrasi pemerintahan dinilai menjadi solusi strategis untuk memangkas celah korupsi sekaligus menaikkan efisiensi kerja. (knu)