Ekonom Dorong BI Kurangi Ketergantungan SRBI untuk Perkuat Stabilitas Rupiah

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Ekonom Dorong BI Kurangi Ketergantungan SRBI untuk Perkuat Stabilitas Rupiah

Calon Gubernur BI, Destry Damayanti. (Foto: dok. BI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mendorong Bank Indonesia (BI) mengubah strategi dalam menjaga stabilitas rupiah.

Ia meminta BI mengurangi ketergantungan terhadap Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan modal jangka pendek.

Pernyataan tersebut disampaikan Achmad menyusul keputusan Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo.

Baca juga:

Pekerjaan Rumah Gubernur BI Baru Pengganti Perry Warjiyo

Achmad menilai tekanan terhadap rupiah menunjukkan bahwa peningkatan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan belum cukup untuk mengubah persepsi investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Ia mencatat posisi SRBI pada 15 Juni 2026 mencapai Rp 1.021,13 triliun dengan kepemilikan investor nonresiden Rp 238,09 triliun.

Pada 20 Juli, kepemilikan nonresiden meningkat menjadi Rp 288,65 triliun atau 27,11 persen dari keseluruhan SRBI. Namun, rupiah masih berada di sekitar Rp 17.885 per dolar AS pada 21 Juli.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa menawarkan imbal hasil tinggi belum berhasil mengubah penilaian investor terhadap Indonesia,” kata Achmad dalam keterangannya, Senin (10/8).

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perubahan bauran kebijakan, bukan sekadar memperbesar intervensi atau meningkatkan daya tarik instrumen moneter.

Baca juga:

Prabowo Kirim Surat ke DPR, Destry Damayanti Diusulkan Jadi Gubernur BI

Dorong Penguatan Investor Domestik

Achmad menyarankan BI mulai mengurangi ketergantungan terhadap SRBI dan modal jangka pendek.

Selain itu, ia mendorong perpanjangan struktur jatuh tempo instrumen serta penguatan basis investor domestik.

Ia juga mengingatkan perlunya menghindari persaingan yang tidak sehat antara SRBI dan Surat Berharga Negara (SBN).

Di sisi lain, BI dinilai perlu membangun ekosistem devisa hasil ekspor yang memberikan insentif lebih kuat kepada eksportir agar menempatkan dan menggunakan devisanya di dalam negeri.

Fasilitas lindung nilai berbiaya rendah perlu dihubungkan dengan pembiayaan modal kerja rupiah dan platform pencocokan kebutuhan valuta asing eksportir serta importir,

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik, Achmad Nur Hidayat.

Kebijakan Stabilitas Rupiah Jangan Tekan Sektor Produktif

Achmad juga mendorong agar kebijakan stabilisasi rupiah tidak berdampak merata terhadap pembiayaan sektor produktif.

Menurutnya, diperlukan desain kebijakan yang lebih selektif agar pengetatan moneter untuk menjaga nilai tukar tidak sekaligus menekan aktivitas ekonomi produktif.

Ia menilai pendekatan tersebut akan menjadi tantangan bagi Destry apabila nantinya mendapat persetujuan DPR sebagai Gubernur BI definitif.

“Bauran semacam itu membutuhkan pemimpin yang berani mempertanyakan instrumen lama, bukan sekadar menambah skalanya,” kata Achmad.

Menurut Achmad, posisi Gubernur BI tidak semestinya diberikan hanya berdasarkan senioritas, tetapi kepada figur yang mampu melahirkan arsitektur kebijakan baru untuk memperkuat rupiah dan meningkatkan kepercayaan investor. (Knu)

#Ekonomi #Gubernur BI #Destry Damayanti
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Beredar konten yang menyebut Indonesia keluar dari keanggotaan World Bank. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Berita Foto
Rapat Paripurna DPR Tetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI
Ketua DPR Puan Maharani bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 01 September 2026
Rapat Paripurna DPR Tetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI
Indonesia
Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI, Perempuan Pertama Pimpin Bank Indonesia
Destry Damayanti resmi ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031. Ia menjadi perempuan pertama yang memimpin BI sejak 1953.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI, Perempuan Pertama Pimpin Bank Indonesia
Indonesia
Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI, DPR RI Tetapkan 2 Deputi untuk Periode Baru
DPR RI menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2030. Aida S. Budiman dan Solikin M. Juhro juga ditetapkan sebagai Deputi BI.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI, DPR RI Tetapkan 2 Deputi untuk Periode Baru
Indonesia
Destry Damayanti Telah Disetujui DPR Jadi Gubernur BI, Ini Tim Anyar Pimpinan BI
Komisi XI DPR RI telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) selama dua hari berturut-turut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Destry Damayanti Telah Disetujui DPR Jadi Gubernur BI, Ini Tim Anyar Pimpinan BI
Berita Foto
Aida S. Budiman Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur Senior BI di Komisi XI DPR
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Agustus 2026
Aida S. Budiman Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur Senior BI di Komisi XI DPR
Berita Foto
Destry Damayanti Jalani Fit and Proper Test Calon Gubernur BI di Komisi XI DPR
Calon Gubernur BI, Destry Damayanti berjabat tangan dengan Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun sebelum Fit and Proper Tes di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Agustus 2026
Destry Damayanti Jalani Fit and Proper Test Calon Gubernur BI di Komisi XI DPR
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Bagikan