MerahPutih.com - Destry Damayanti resmi ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031. Pengesahan tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (1/9).
Penetapan ini sekaligus mencatat sejarah baru. Destry menjadi perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia sejak bank sentral tersebut berdiri pada 1953.
Destry ditetapkan sebagai pengganti Perry Warjiyo, yang mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026.
Baca juga:
Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI, DPR RI Tetapkan 2 Deputi untuk Periode Baru
Bukan Sosok Baru di Bank Indonesia
Destry bukan sosok baru di lingkungan bank sentral. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan memiliki pengalaman panjang di bidang ekonomi serta kebijakan publik.
Destry lahir di Jakarta pada 1963. Ia memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia.
Pendidikan Destry kemudian berlanjut hingga meraih gelar Master of Science di bidang Regional Science dari Cornell University, Amerika Serikat.
Sebelum berada di BI, Destry juga memiliki pengalaman di sektor ekonomi dan keuangan. Rekam jejak tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pencalonannya sebagai orang nomor satu di bank sentral.
Diajukan sebagai Calon Tunggal
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengajukan Destry sebagai calon tunggal Gubernur BI.
Setelah melalui proses di DPR, Komisi XI menyetujui Destry bersama Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode 2026-2031.
Dengan pengesahan tersebut, Destry menjadi perempuan pertama yang secara definitif menduduki posisi Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga:
Prabowo Usulkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, DPR Segera Gelar Fit and Proper Test
Tantangan Destry Memimpin BI
Posisi Gubernur BI memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, stabilitas sistem keuangan, serta mendukung kebijakan perekonomian nasional sesuai mandat Bank Indonesia.
Penunjukan Destry juga menambah daftar perempuan yang memegang posisi penting dalam kepemimpinan bank sentral di dunia.
Dengan masa jabatan 2026-2031, Destry kini menghadapi tugas menjaga stabilitas moneter di tengah ketidakpastian global sekaligus memastikan kebijakan Bank Indonesia tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepemimpinannya juga akan menjadi ujian bagi kesinambungan kebijakan BI setelah perubahan mendadak di pucuk pimpinan bank sentral menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo. (Knu)