MerahPutih.com – El Nino kuat yang melanda Indonesia telah memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 107.000 hektar.
Kondisi ini membuat Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan arahan khusus agar penanganan dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi lintas lembaga.
Baca juga:
Rekor El Nino 2015 Pecah, Baru Juli BMKG Catat Sudah 5.019 Titik Karhutla di Indonesia
Alarm Bahaya Kebakaran Hutan
Kepada media di Jakarta, Senin (10/8), Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyebut angka kebakaran hutan imbas fenomena El Nino perlu diwaspadai agar tidak semakin meluas.
Apalagi, lanjut Menko Polkam, El Nino yang sangat kuat ini diprediksi akan terjadi hingga awal September atau Oktober,
Sampai dengan hari ini, wilayah hutan kita di Indonesia yang terbakar terhitung 107.000 hektare lebih,
Menko Polkam Djamari Chaniago
Arahan Presiden: Fokus Koordinasi dan Armada Udara
Secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara maksimal dan terkoordinasi di tengah meningkatnya risiko kebakaran akibat kondisi kering dan penguatan El Nino.
Baca juga:
Area Kebakaran di kawasan Gunung Bromo Meluas, 520 Hektare Lahan Terbakar
Menurut Prasetyo, Presiden menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, dan pengelola taman nasional dalam mengatasi kebakaran lahan.
Semua dimonitor, kemudian peralatan-peralatan termasuk water bombing, helikopter, dan pesawat-pesawat yang dapat membantu untuk mengatasi karhutla sesuai dengan perintah Presiden,
Mensesneg Prasetyo Hadi
Kebakaran Bromo-Semeru Jadi Perhatian Presiden
Juru Bicara Presiden itu menambahkan Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap kebakaran yang tengah terjadi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.
"Masa El Nino ini, masih banyak terjadi karhutla-karhutla di sebagian wilayah Indonesia. Beberapa yang sangat banyak jumlah titik api adalah di Kalimantan Barat dan di Kalimantan Tengah, dan yang cukup besar terjadi di Jawa Timur, di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru," tutur Prasetyo.
Baca juga:
Modifikasi Cuaca Pemadaman Kebakaran Bromo Paling Cepat Bisa Dilakukan 10 Hari Lag
Presiden juga telah menyiagakan armada udara, termasuk helikopter dan pesawat untuk melakukan pemadaman dari udara. Pemerintah kini pun tengah menyiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), meski pelaksanaannya bergantung pada kondisi atmosfer.
Kebakaran diketahui sudah berlangsung sejak Selasa (4/8) dan hingga kini titik api belum sepenuhnya padam. Dilansir Antara, Balai Besar TNBTS mencatat luas area terdampak mencapai 520–530 hektar, dengan pendataan masih terus dilakukan. (*)