MerahPutih.com - Terdata masih sekitar 209 hektare (ha) lahan gambut yang terbakar di enam provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan bahwa per 22 September 2026, seluas 1.002,74 ha lahan gambut yang terbakar dari total target penanganan seluas 1.212,52 ha di enam provinsi tersebut telah berhasil dipadamkan. Dengan demikian, luas lahan gambut yang masih perlu dipadamkan mencapai 209,78 ha.
Meski luas area kebakaran gambut terus menyusut, ia menegaskan pemerintah akan terus menggencarkan operasi pemadaman agar area yang masih terbakar dapat segera ditangani sekaligus mencegah munculnya titik api baru.
Ini kami ikuti terus hari per hari, sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,
jelas Suharyanto.
Baca juga:
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Operasi darat tetap menjadi operasi utama dalam pemadaman tersebut, yang didukung operasi udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, pelaksanaan OMC saat ini masih menghadapi kendala, terutama di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, karena asap tebal mengganggu operasi penerbangan. Kondisi tersebut, lanjut dia, tidak hanya menghambat pelaksanaan OMC, tetapi juga operasi water bombing dan penerbangan komersial.
Ia menegaskan pemerintah akan terus menjalankan operasi pemadaman dan OMC hingga musim hujan alami tiba.
Kami akan terus melaksanakan kegiatan dengan maksimal, dan kondisi tersebut kami yakinkan akan berakhir paling cepat pertengahan Oktober 2026, dan paling lambat minggu ke-tiga November 2026,
katanya
Prabowo menekankan agar penanganan karhutla terus diperkuat, mulai dari memperbesar operasi darat, mengoptimalkan operasi udara, hingga melanjutkan OMC sesuai kondisi di lapangan. Selain itu, menyiapkan opsi penggunaan pesawat dengan kapasitas water bombing yang lebih besar.
Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat pemadaman lahan yang masih terbakar, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan operasi udara.